Peran Janissary yang Selama Ini Dikecilkan dalam Pertempuran Mohacs 1526​

Hari ini 491 Tahun yang Lalu

​Data Sejarah & Analisis Baru​

Kekuatan senjata bermesiu milik kesatuan Janissary pada awal abad ke-16 memiliki daya hancur yang mematikan lawan. Kesatuan elit milik sultan kekhilafahan Turki Utsmani ini dapat menembakkan senjata mereka dalam posisi berdiri maupun berlutut tanpa bantuan penyangga.

Dalam pertempuran Mohacs tahun 1526 M, pasukan Janissary menembak dalam formasi sembilan baris, menurut sejarawan Celalzade Mustafa (w. 1567 M). Mereka menembak lawannya dari barisan yang disiplin, baris demi baris. Sebegitu efektif dan mematikan taktik dan persenjataan mereka sehingga mulai banyak sejarawan yang berubah pandangan. Sekarang mereka menilai bahwa yang melumatkan puluhan ribu pasukan kavaleri Hungaria dalam 2 jam itu bukan meriam, namun senjata perorangan bermesiu milik kesatuan Janissary. Untuk data terbaru silakan dibaca buku Mohacs Emlekezete karya Karoly Kis (Budapest: 1987) yang memuat catatan Istvan Brodarics (w. 1537), salah seorang saksi mata peristiwa.

Meriam produksi kekhilafahan Turki Utsmani yang banyak digelar pada pertempuran Mohacs 1526 adalah dari kelas Darbzen. Jenis tersebut merupakan yang mudah diangkut serta diproduksi massal antara tahun 1522 s/d 1525.

Setelah perang di Mohacs, kota ini menjadi salah satu galangan kapal milik kekhilafahan Turki Utsmani di sepanjang Sungai Danube.

Dirangkum dari:

​Agoston, G. Guns for the Sultan - Military Power and the Weapons Industry in the Ottoman Empire, Cambridge, Cambridge University Press: 2005.​

Agung Waspodo, bersyukur kepadaNya untuk malam yang produktif
Depok, 28 Agustus 2017