Mengembalikan Harga Diri Bangsa Dengan Menampar Kezaliman Penjajah​


​​Jangan Gentar Menghadapi Penjajah​​

Opsir dan serdadu Inggris sering melancong keluar barak mereka. Pulang dini hari atau menjelang pagi, mereka kerap menimbulkan keresahan masyarakat dalam keadaan mabuk. Beginilah kondisi kota Alexandria, kota besar di Mesir, pada penghujung dekade 1930an.

Sekali waktu, seorang anggota Persaudaraan Muslim (الإخوان المسلمون) atau al-Ikhwan, merasa sudah cukup penat menghadapi situasi ini. Tak seorang Mesir pun yang berani tegas kepada balatentara Inggris yang berandalan ini, pemerintah dan kerajaan Mesir sepertinya tidak juga peduli. Seorang al-akh Mahmud memberanikan diri memulai sebuah perubahan.

Suatu hari di tahun 1939, al-akh Mahmud berada dalam satu trem listrik bersama sekelompok prajurit Inggris yang mabuk. Dengan tenang dihampiri lalu ditamparnya prajurit tersebut. Ia bersiap dengan segala konsekuensinya. Ternyata tak satu pun prajurit lainnya bernyali membela. Mereka semua buru-buru turun dari trem, tidak menyangka mendapatkan tamparan dari seorang Mesir yang selama ini tunduk takut. Ikatan sesama peminum arak ternyata hanya sampai di situ.

✊ Sungguh menarik bahwa Hasan al-Banna selaku pimpinan umum (مرشد عام) al-Ikhwan pernah meresmikan Pusat Pendidikan Kepemimpinan di Alexandria pada tahun 1937. Peserta gelombang pertama adalah 100 orang anggota terseleksi. Mereka menjalani pelatihan selama 32 hari. Ternyata, al-akh Mahmud Abu Su'ud adalah pelatih fisik pada PUSDIKPIM al-Ikhwan tersebut.

Agung Waspodo, berpikir keras bagaimana membangkitkan harga diri Bangsa Indonesia yang semakin terpuruk ini.

Senayan, 26 September 2017

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

0 Response to "Mengembalikan Harga Diri Bangsa Dengan Menampar Kezaliman Penjajah​"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI