KETURUNAN NABI ISMAIL

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Kamis, 21 Dzulhijjah 1438 H/ 14 September 2017

๐Ÿ“• SHIRAH NABAWIYAH

๐Ÿ“  Kak Siro

๐Ÿ“– Judul Materi *KETURUNAN NABI ISMAIL*
~~~~~~~~~~~~~~~~~ ๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ๐ŸŒฟ๐Ÿซ

Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Bagaimana kabarnya hari ini adik adik ?

Mudah-mudahan selalu di limpahkan Rahmat, Hidayah serta Ridha Allah Swt. Dan Semoga Allah memberikan ketetapan hati dengan iman yang terus bertambah di dalam diri kita. Aamiin ...

Adik-adik, Tak lama kemudian Ismail menikah namun belum Berapa lama rasa gembira itu berubah duka karena Bunda hajar wafat. Ismail amat kehilangan ibunya betapa tidak, ia ditinggal oleh orang yang sangat dia sayangi dan menyayanginya.

Mendengar istrinya wafat Nabi Ibrahim yang telah berusia lanjut datang ke Mekah. Tatkala tiba di rumah Ismail, beliau tidak mendapatkan Ismail maka beliau bertanya kepada istri Ismail " Bagaimana keadaan mereka berdua?"

Istri Ismail mengeluh kehidupan mereka yang sangat melarat " hidup kami susah dan terlalu sederhana bahkan sekarang pun saya tidak dapat menyuguhkan apa-apa kepada bapak " keluh istri Ismail.

Nabi Ibrahim termenung Ia pun berdiri dan pamit "sampaikan kedatanganku kepada Ismail katakan juga kepadanya bahwa aku ingin agar ia mengganti gerbang rumah ini."

Setelah diberitahukan kepada ismail, Ismail mengerti maksud pesan ayahnya maka Ismail menceraikan istrinya dan menikah lagi dengan wanita lain yaitu Putri Mudhadh bin Amru pemimpin dan pemuka kabilah jurhum.

Setelah perkawinan Ismail yang kedua ini Ibrahim datang lagi namun tidak bisa bertemu dan Ismail beliau bertanya kepada istri Ismail tentang keadaan mereka berdua. Jawaban istri Ismail adalah pujian kepada Allah.  "Alhamdulillah Ismail selalu bekerja keras dan selalu membimbing saya di jalan Allah kami hidup berbahagia".

Nabi Ibrahim tersenyum " Sampaikan kedatangan kepada Ismail katakan juga kepadanya bahwa aku menyukai gerbang rumahnya."

Ketika Ismail datang istrinya menyampaikan pesan Ibrahim " Alhamdulillah Ayahku menyukaimu karena engkau istri yang sholehah" senyum Ismail.

Pada kedatangan berikutnya Ibrahim bisa bertemu dengan Ismail yang saat itu Ismail sedang meraut anak panahnya di bawah sebuah pohon di dekat sumur zam-zam. Tatkala melihat kehadiran ayahnya Ismail berbuat sebagaimana layaknya seorang anak yang lama tidak bersua bapaknya dan Ibrahim juga berbuat layaknya seorang bapak yang lama tidak bersua anaknya. Pertemuan ini terjadi setelah sekian lama sebagai seorang ayah yang penuh rasa kasih sayang dan lemah lembut sulit rasanya beliau bisa menahan kesabaran untuk bersua anaknya, begitu pula dengan Ismail sebagai anak yang berbakti dan sholeh dengan adanya perjumpaan ini mereka berdua sepakat untuk membangun Ka'bah, meninggikan sendi-sendinya dan Ibrahim memperkenankan manusia untuk berhaji sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada beliau.

Dari perkawinannya dengan anak perempuan dari Mudhadh, Ismail dikaruniai anak oleh Allah sebanyak 12 semuanya laki-laki, yaitu Nabat atau Nabayuth, Qaidar, Adba'il, Mibsyam,Misyama, Duma, Misya, Hadad, Taima, Yathur, Nafis, dan Qaiduman.

Dari mereka inilah kemudian berkembang menjadi dua belas kabilah yang semuanya menetap di Mekkah untuk sekian lama mata pencaharian utama mereka adalah berdagang dari negeri Yaman hingga ke negeri Syam dan Mesir. Selanjutnya kabilah-kabilah ini menyebar di berbagai penjuru Jazirah bahkan ke luar Jazirah. Seiring dengan perjalanan waktu keadaan mereka tidak lagi terdeteksi kecuali anak keturunan Nabat dan Qaidar.

Peradaban anak keturunan Nabat bersinar di Hijaz Utara. Mereka mampu mendirikan pemerintahan yang kuat yang berpusat di Petra. Sebuah kota kuno yang terkenal di selatan Yordania. Kekuasaan Nabat ini telah mencapai wilayah-wilayah terdekat dan tidak seorang pun berani memusuhi mereka hingga datang pasukan Romawi yang menghabisi mereka.

Setelah melakukan penyelidikan dan penelitian yang akurat, As Sayyid Sulaiman An Nadawi menegaskan bahwa Raja Raja keturunan Ghassan termasuk aus dan khazraj bukan berasal dari keturunan Qahthan tetapi dari keturunan Nabat. Anak Ismail dan keturunan mereka di negeri tersebut.

Sementara itu anak keturunan Qidar bin Ismail tetap tinggal di Mekah dan membina keluarga di sana hingga mendapatkan keturunan, Adnan dan anaknya adalah keturunan Arab Adnaniyah masih bisa dipertahankan keberadaannya. Adnan adalah kakek ke-22 dalam silsilah keturunan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Disebutkan bahwa jika beliau menyebutkan nasibnya dan sampai kepada Adnan, maka beliau berhenti dan bersabda " para ahli silsilah nasab banyak yang berdusta" Beliau tidak melanjutkannya.

๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ๐Ÿซ๐ŸŒด๐Ÿซ

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

0 Response to "KETURUNAN NABI ISMAIL"

Post a Comment