Cara Mengetahui Hadist Dhoif/Palsu

Assalamu'alaikum, ustadz/ustadzah ....
saya mau tanya ustadzah,mengenai hal ini bagaimana kah agar orang² awam seperti saya yg tdk semua hadits tahu,tapi saya juga ingin menyampaikan sedikit ilmu dan kebaikan pula yg saya dapat kepada sesama muslim. bagaimana caranya mngetahui bahwa hadits itu dhoif atau palsu?

Jawaban
----------

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Untuk mengetahuinya apakah hadits itu dhoif atau palsu tentunya dari belajar. Membaca banyak buku hadits dan keterangan keterangan lain. Saya senang mendengar penanya ingin menyampaikan kebaikan dan ilmu yang sudah di dapat sehingga yang harus dipastikan adalah:
1.Meluruskan niat
2.Tidak menyampaikan nilai kecuali kita tahu kebenarannya
3.Selalu cek dan ricek
4.Berdasarkan dalil atau hujah yang benar .Allah berfirman dalam Qs.12 : 108

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

5.Tujuannya mencari ridho Allah

Untuk bisa kita melakukan itu semua didalam Qs. 3:79 Allah berfirman :

"Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya."

Pelajaran dari ayat tersebut diatas adalah :
1.Harus meluruskan niat bahwa saat dakwah bukan mencari popularitas atau mengajak orang untuk membesarkan namanya tapi bagaimana kita harus mengajak orang supaya orang orang yang kita ajak hanya berorientasi kepada Allah(lillah.billah,fillah)

2.Mengajak dengan cara yang baik , penuh hikmah

3 Untuk itu ada metode pembelajaran yang ideal dan effektiv yaitu saat kita belajar bagaimana nilai2 yang kita dapat sebagai input kita proses dan kita kayakan dengan membaca dari sumber2 lain. Setelah itu baru kita keluarkan sebagai out put sehingga apa yg kita dapat dan kita pelajari akan jadi berkah. Manfaat dan selalu segar dalam ingatan kita karena kita menyampaikannya kembali . Nah itulah yang dimaksud dengan hendaklah kamu menjadi orang orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

Wallahu a'lam.