Menjaga Lisan

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Rabu, 18 Syawal 1438 H/ 12 Juli 2017

๐Ÿ“• AKHLAQ

๐Ÿ“ Ustadzah: LELISYA

๐Ÿ“– Judul Materi:
*MENJAGA LISAN*
~~~~~~~~~~~~~~

........๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒธ........

*๐Ÿ“›MENJAGA LISAN๐Ÿ“›*

๐Ÿ’Ž Sobat Mft yang dimuliakan Allah swt, pasti tak asing dengan istilah *lidah tak bertulang* tapi bisa menyakiti hati setiap orang. Ya robb, sangat berbahaya sekali jika kita tak bisa menjaga lisan ini dengan mengeluarkan kalimat yang thayyib

๐Ÿ’Ž Lisan merupakan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Lisan merupakan anggota badan manusia yang cukup kecil jika dibandingkan anggota badan yang lain. Akan tetapi, ia dapat menyebabkan pemiliknya ditetapkan sebagai penduduk surga atau bahkan dapat menyebabkan pemiliknya dilemparkan ke dalam api neraka.

๐Ÿ’Ž Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap muslim memperhatikan apa yang dikatakan oleh lisannya, karena bisa jadi seseorang menganggap suatu perkataan hanyalah kata-kata yang ringan dan sepele namun ternyata hal itu merupakan sesuatu yang mendatangkan murka Allah Ta’ala. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

ุฅู† ุงู„ุนุจุฏ ู„ูŠุชูƒู„ู… ุจุงู„ูƒู„ู…ุฉ ู…ู† ุฑุถูˆุงู† ุงู„ู„ู‡ , ู„ุง ูŠู„ู‚ูŠ ู„ู‡ุง ุจุงู„ุง , ูŠุฑูุนู‡ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ุง ุฏุฑุฌุงุช , ูˆ ุฅู† ุงู„ุนุจุฏ ู„ูŠุชูƒู„ู… ุจุงู„ูƒู„ู…ุฉ ู…ู† ุณุฎุท ุงู„ู„ู‡ , ู„ุง ูŠู„ู‚ูŠ ู„ู‡ุง ุจุงู„ุง ูŠู‡ูˆูŠ ุจู‡ุง ููŠ ุฌู‡ู†ู…

“Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhoan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

*๐Ÿ“› Bahaya Tidak Menjaga Lisan*

๐Ÿ’Ž Salah satu bahaya tidak menjaga lisan adalah menyebabkan pelakunya dimasukkan ke dalam api neraka meskipun itu hanyalah perkataan yang dianggap sepele oleh pelakunya. Sebagaimana hal ini banyak dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salah satunya adalah hadits yang telah disebutkan di atas.

๐Ÿ’Ž Atau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang rukun iman dan beberapa pintu-pintu kebaikan, kemudian berkata kepadanya: “Maukah kujelaskan kepadamu tentang hal yang menjaga itu semua?” kemudian beliau memegang lisannya dan berkata: “Jagalah ini” maka aku (Mu’adz) tanyakan: “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa dengan sebab perkataan kita?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Semoga ibumu kehilanganmu! (sebuah ungkapan agar perkataan selanjutnya diperhatikan). Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR. At-Tirmidzi)

๐Ÿ’Ž Imam Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata mengenai makna hadits di atas, “Secara dzahir hadits Mu’adz tersebut menunjukkan bahwa perkara yang paling banyak menyebabkan seseorang masuk neraka adalah karena sebab perkataan yang keluar dari lisan mereka. Termasuk maksiat dalam hal perkataan adalah perkataan yang mengandung kesyirikan, dan syirik itu sendiri merupakan dosa yang paling besar di sisi Allah Ta’ala. Termasuk maksiat lisan pula, seseorang berkata tentang Allah tanpa dasar ilmu, ini merupakan perkara yang mendekati dosa syirik. Termasuk di dalamnya pula persaksian palsu, sihir, menuduh berzina (terhadap wanita baik-baik) dan hal-hal lain yang merupakan bagian dari dosa besar maupun dosa kecil seperti perkataan dusta, ghibah dan
Namimah. Dan segala bentuk perbuatan maksiat pada umumnya tidaklah lepas dari perkataan-perkataan yang mengantarkan pada terwujudnya perbuatan maksiat tersebut.

*๐ŸŽBuah menjaga lisan*

Buah menjaga lisan adalah surga. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…ู† ูŠุถู…ู† ู„ูŠ ู…ุง ุจูŠู† ู„ุญูŠูŠู‡ ูˆู…ุง ุจูŠู† ุฑุฌู„ูŠู‡ ุฃุถู…ู† ู„ู‡ ุงู„ุฌู†ุฉ

“Barangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan) aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Bukhari)

Wallahu'alamu bis showab

........¤¤๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒบ๐ŸŒผ

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c