Kisah Zainab binti Khuzaimah Ra. Ummul Masaakin (Ibu Kaum Fakir Miskin)​

Zainab binti Khuzaimah Ra lahir di Makkah 13 tahun sebelum Rasulullah Saw diangkat menjadi nabi.  Sejak tinggal di Makkah ia dikenal sangat menyayangi orang-orang fakir dan miskin. Ketika cahaya Islam menerangi jazirah Arab, Zainab binti Khuzaimah Ra termasuk golongan pertama yang memeluk Islam. Ia menyaksikan bagaimana kaum kafir Quraisy melakukan penindasan yang sangat berat kepada kaum muslimin.

Ia hijrah ke Madinah bersama suaminya Thufail bin Harits yang syahid di perang Uhud. Kemudian ia dinikahi oleh Rasulullah Saw setelah masa iddahnya usai.

Akan tetapi pernikahan beliau hanya berusia dua bulan karena Allah Swt memanggilnya. Zainab binti Khuzaimah adalah istri Rasulullah Saw yang pertama kali meninggal dunia di Madinah.

Zainab binti Khuzaimah Ra hidup di bawah naungan kasih sayang, cinta dan kelembutan . Ia hidup di dalam dekapan kehangatan dan keagungan Islam. Ia menghabiskan hari-harinya di rumah Rasulullah Saw dengan ketha’atan dan kedermawanan.

Kebahagiaannya berumah tangga bersama Rasulullah Saw, ia syukuri dengan cara berbelas kasih kepada orang-orang miskin, bersikap lembut, dan berbuat baik kepada mereka. 

Zainab menghabiskan semua waktunya untuk beribadah kepada Allah Swt, menyantuni sekian banyak orang miskin   dan bershadaqoh kepada mereka. Karena sifatnya tersebut, ia sangat dikenal   dengan julukan Ummul Masaakin (ibunya kaum fakir miskin). Julukan yang sangat indah dan agung. Seindah jiwa ibunda Zainab dengan keagungannya.

Semua yang keluar dari rumahnya hanyalah shadaqah dan keta’atan kepada  Allah sehingga membuatnya menjadi perempuan yang mulia dan agung. 

Terkait dengan kebiasaan baik Zainab, Rasulullah Saw menyampaikan banyak hadits  tentang shadaqah. Diantara hadits riwayat Bukhari berikut:
Abu Hurairah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Tangan yang diatas (memberi) lebih baik dari pada tangan yang dibawah (penerima). Jika kalian memberi, mulailah dari orang terdekat yang menjadi tanggunganmu.   Shadaqah yang paling baik adalah yang diberikan dari kecukupannya. Siapa yang menahan diri untuk tidak meminta, maka Allah akan membuatnya tidak meminta. Siapa yang menganggap dirinya cukup, maka Allah akan membuatnya cukup.” (HR Bukhari).​ 

Dalam hadits lain, ​Rasulullah Saw bersabda:  Perbuatan-perbuatan baik menjaga seseorang dari dampak-dampak buruk, penyakit-penyakit dan kebinasaan.Orang-orang yang biasa berbuat baik di dunia juga akan menjadi orang-orang yang biasa berbuat baik di akhirat.” (HR Al-Hakim)

Ibunda Zainab binti Khuzaimah Ra tidak pernah meriwayatkan hadits. Mungkin karena sibuk mengurus orang-orang miskin dan terlalu singkat masa kebersamaannya bersama Rasulullah Saw.

Butir-butir Hikmah:

🌷 Perbuatan baik perlu dibiasakan sejak kecil sehingga menjadi akhlak yang muncul secara otomatis saat dewasa.

🌷 Hati yang diliputi oleh hidayah Allah yang menjadikan dasar bagi seseorang dalam memilih pasangan.

🌷 Hati yang diliputi oleh hidayah selalu memiliki kesiapan untuk menerima taqdir yang ditentukan Allah Swt, baik ataupun buruk bentuk taqdir itu bagi dirinya.

🌷 Tha’at dan dermawan merupakan dua sifat yang saling berdekatan.

🌷 Salah satu bentuk syukur seorang hamba akan ni’mat yang Allah berikan diantaranya memiliki keluarga yang harmonis adalah dengan memperbanyak shadaqah atau perbuatan baik lain.

🌷 Orang-orang yang sangat dekat dengan orang miskin dan membantu mereka  akan Allah berikan kedudukan yang mulia baik di dunia maupun di akhirat.

🌷 Kehidupan berkeluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah dan rahmah perlu dijaga secara lahir batin diantaranya dengan amal-amal kebaikan seperti shadaqah kepada  fakir miskin.

🌷 Shadaqah akan membuat hati orang yang melakukannya menjadi lembut dan penuh kasih sayang.

🌷 Shadaqah terbaik adalah shadaqah yang diambil dari kecukupan harta yang dimiliki seseorang.

🌷 Allah tidak akan memberikan kekurangan kepada mereka yang gemar memberi.

🌷 Para istri perlu memiliki kemandirian ekonomi sehingga shadaqah yang dilakukannya tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan keluarga.

🌷 Para istri perlu memiliki keterampilan mengelola keuangan  keluarga agar rizki yang Allah berikan cukup untuk kehidupan keluarga.

🌷 Para suami perlu memberikan kepercayaan dan fleksibilitas kepada istri untuk mengelola keuangan keluarga.  Dan ia berkewajiban untuk membimbing istrinya dalam hal ini.

🌷 Stabilitas ekonomi  dalam keluarga menunjang kokohnya ketahanan keluarga.

🌷 Prinsip umum ekonomi keluarga adalah bagaimana income keluarga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga  sehingga menghasilkan kepuasan.

🌷 Termasuk didalam kepuasan adalah bershadaqah (melihat orang lain bahagia karena terpenuhi kebutuhannya).

🌷 Setiap orang perlu memiliki amal unggulan seperti Zainab binti Khuzaimah Ra dengan amalan unggulannya bershadaqah.

🌷Sempitnya waktu seringkali membuat seseorang sulit berbagi  ilmu,  namun perbuatan baik yang dilakukannya menjadi  ilmu dan teladan tersendiri bagi orang lain.  

Wallohu a'lam bish showwab


0 Response to "Kisah Zainab binti Khuzaimah Ra. Ummul Masaakin (Ibu Kaum Fakir Miskin)​"

Post a Comment

loading...
loading...