Belajar Tegar Dari Pendahulu Kita

©Adalah teguh ketika masalah mengeruh itulah pribadi yang utuh dari para pengusung kebenaran.

©Adalah tegar ketika masalah terhampar itulah sikap para hamba nan mulia.

▪Tiada sedikit keluh meski diri berpeluh dan tiada menyesal susah lantaran berjumbuh dengan masalah.

© Iman itu sebagai penanda sejauh mana kita senantiasa menjadi hamba yang ridha atas segala yang Allah hadirkan.

▪Kadang lelah menggelayut rasa di jiwa, namun tak jua langkah itu terjeda. Kadangpun sakit dirasa namun selalu ada sabar dan syukur kala merasainya.

© Imam Bukhari mengingatkan kita semua bahwa, "Keteguhan orang-orang yang shalih tak lain buah dari keyakinan yang kuat, yang kemudian melahirkan inspirasi yang jernih dalam memandang berbagai masalah. Mereka tak memandang problematika hidup sebagai beban besar yang menggelayut dan menahan gerak langkah."

Masya Allah
Allahu Akbar...

▪Melihat masalah bukan menjadi penyebab urungnya karunia namun salah satu musabab Allah hadirkan karunia yang lebih besar dan tentunya yang terbaik bagi hamba-Nya.

© Begitulah mereka senantiasa menjadi hamba yang ridha karena menyadari bahwa segalanya tak lepas dari campur tangan kehendak Sang Maha Kuasa.

▪Adakah kita setegar orang-orang shalih yang senantiasa mampu berhikmah dari segala yang hadir di depan mata kita?

▪Kita ini perlu banyak memahami ilmu yang Allah tunjukkan di alam semesta ini. Dan semuanya kan jadi pelajaran yang berharga. Belumlah dikatakan beriman bila kadang ada rasa penolakan terhadap apa saja yang Allah tetapkan.

© Para salafusshalih selalu mengajarkan kepada kita bagaimana senantiasa menggenapkan iman.
Tujuan hidup bukan apa yang bisa kita raih di dunia ini namun kemuliaan di akhiratlah yang menjadi tujuan utama dari perjalanan ini.

© Para salafusshalih selalu menyandarkan semua kehidupannya hanya kepada Allah. Hal itulah yang selalu membuat mereka memaknai sabar dan syukur dengan tepat. Karena iman itu ada dua sisi yakni sabar dan syukur. Sehingga tak menjadi berat serta tetap semangat meski ada aral yang melintas. Tak ada kata putus asa dalam menjalani hidup.

▪Kehidupan yang kita jalani ini tak lain milik Allah. Kita sebagai hamba wajiblah menaati segala perintah-Nya. Kadang memang terasa berat namun, bila kita melakukan karena cinta kepada-Nya pasti kemudahan kan kita dapatkan. Rencana Allah memang tak selalu indah menurut pandangan kita. Juga bukan yang terbagus. Rencana Allah itu selalu yang terbaik.

© Sayangnya kita sebagai manusia tak mampu melihat misteri yang ada di depan. Namun keyakinan dan berprasangka baik pada setiap ketetapan Allah itu yang kita wajib lakukan.

© Maka tugas kita menapaktilasi jejak keshalihan yang mereka ajarkan. Sehingga kita mampu meneladani langkah-langkah mereka.


0 Response to "Belajar Tegar Dari Pendahulu Kita"

Post a Comment