Penyakit Hati dan Obatnya (2)

Oleh: Farid Nu'man Hasan, SS.

💌 Penyakit Hati dan Obatnya

2. Kibr (Sombong)

▪Kadang juga dinamakan tinggi hati, yaitu penyakit hati berupa sikap merasa lebih pintar, lebih kaya, lebih tampan, lebih hebat, dan sebagainya dibanding orang lain, sehingga merendahkan dan meremehkan orang lain, serta menolak masukan, pendapat, atau apa saja dari selain dirinya.

Al Kibr (sombong) didefinisikan oleh Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana dialog berikut:

لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر قال رجل إن الرجل يحب أن يكون ثوبه حسنا ونعله حسنة قال إن الله جميل يحب الجمال الكبر بطر الحق وغمط الناس

“Tidak akan masuk surga orang yang dihatinya ada sombong walau sebesar atom.”  Ada seseorang berkata: “Ada seseorang yang suka memakai pakaian yang bagus dan sendal yang bagus.” Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah menyukai yang keindahan, sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim No. 91)

Puncaknya kesombongan manusia, pernah dilakukan Fir'aun ketika berkata:

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

"Maka Fir'aun berkata: 'Akulah tuhanmu yang paling tinggi". (QS. An-Nazi'at: 24)

Akhir hidup orang-orang sombong selalu mengenaskan, mereka binasa tidak berdaya, apa yang mereka miliki baik uang, tentara, jabatan, kekuatan, tidak menyelematkan sama sekali. Mereka tertipu oleh diri sendiri. Maka, ambil-lah pelajaran !

Allah Ta'ala berfirman:

فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَىٰ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ

"Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya)." (QS. An-Nazi'at: 25-26)

▪Solusi terhadap kesombongan adalah sering-sering ingat dari mana kita berasal, dan ke mana kita akan berakhir. Semua manusia berasal dari air yang hina. Diperut kita terdapat kotoran yang hina. Kita pun akan mati menjadi bangkai yang busuk. Apa yang perlu disombongkan?

3.  I’jab binnafsi (Kagum dengan diri sendiri)

▪Pernahkah saat beribadah merasa ibadah Anda sangat hebat? Pernahkah ketika membaca Al-Quran merasa bacaan Anda begitu merdu dan bagus? Pernahkah ketika Anda mengemukakan pendapat Anda merasa begitu cerdas? Pernahkah saat memberikan gagasan, Anda merasa begitu pintar? Jika ya, maka itulah ‘ujub, atau i’jab binnafsi (kagum dengan diri sendiri).

Dampak negatif dari penyakit ini adalah kurangnya bahkan hilangnya kepekaan atas kekurangan diri sendiri. Bahkan dalam keadaan negatif pun dia masih merasa hebat. Oleh karena itu Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

وَأَمَّا الْمُهْلِكَاتِ: فَهَوًى مُتَّبِعٌ، وَشُحٌّ مُطَاعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ، وَهِيَ أَشَدُّهُنَّ

"Ada pun yang membinasakan manusia adalah hawa nafsu yang diikuti, sifat kikir yang dituruti dan seseorang yang kagum dengan dirinya sendiri, dan ini yang paling bahaya diantara semuanya." (HR. Al Baihaqi, Syu’abul Iman No. 6865)

▪Solusi dari penyakit ini adalah mengevaluasi dan mengakui diri dengan jujur, bahwa kita memiliki kekurangan, dan orang lain punya kelebihan. Walau manusia memuji kita, tapi kita tahu  kondisi kita sebenarnya. Hindari memunculkan diri dan mencari perhatian manusia. Nabi saw bersabda:

إن الله يحب العبد التَّقيَّ الغنيَّ الخفيَّ

"Sesungguhnya Allah cinta kepada hamba yang: bertaqwa, kaya, dan tersembunyi." (HR. Muslim No. 2965)

Semoga Allah Ta'ala merahmati Imam Asy Syafi'iy ketika dia berkata:

رأيي صواب يحتمل الخطأ ، ورأي غيري خطأ يحتمل الصواب

"Pendapatku benar tapi bisa jadi salah, pendapat orang lain salah tapi bisa jadi benar. (Dikutip oleh Imam Ibnu Hajar Al Haitami dalam Al Fatawi-nya, 6/344)

Wallahu A'lam


0 Response to "Penyakit Hati dan Obatnya (2)"

Post a Comment