Memasuki Fajar dalam Keadaan Junub di Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum ustadz/ah...ada hadist yg berbunyi :
Hadist 18
“Diriwayatkan daripada Aisyah dan Ummu Salamah r.a, kedua-duanya berkata:: Nabi s.a.w bangkit dari tidur dalam keadaan berjunub bukan dari mimpi kemudian meneruskan puasa” [Bukhari-Muslim]
Ini maksudnya apa ustadz d satu sisi berjima tdak boleh tp klo junub bisa d lanjutkan lagi puasanya? Jazakallahu

Jawaban
--------------

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
itu jima' sebelum fajar .. nampaknya terjemahannya kurang detil..

Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ pernah Junub dipagi hari Ramadhan.

‘Aisyah dan Ummu Salamah ​Radhiallahu ‘Anhuma​ menceritakan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

“Adalah Rasulullah ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ memasuki fajar dalam keadaan junub karena berhubungan dengan isterinya, lalu dia mandi dan berpuasa.” ​(HR. Bukhari No. 1925, Muslim No. 1109)​

Imam Ibnu Hajar ​Rahimahullah​ mengatakan:

قَالَ الْقُرْطُبِيّ : فِي هَذَا فَائِدَتَانِ ، إِحْدَاهُمَا أَنَّهُ كَانَ يُجَامِع فِي رَمَضَان وَيُؤَخِّر الْغُسْل إِلَى بَعْد طُلُوع الْفَجْر بَيَانًا لِلْجَوَازِ . الثَّانِي أَنَّ ذَلِكَ كَانَ مِنْ جِمَاع لَا مِنْ اِحْتِلَام لِأَنَّهُ كَانَ لَا يَحْتَلِم إِذْ الِاحْتِلَام مِنْ الشَّيْطَان وَهُوَ مَعْصُوم مِنْهُ .

“Berkata Al Qurthubi: “Hadits ini ada dua faidah. Pertama, bahwa beliau berjima’ pada Ramadhan (malamnya) dan mengakhirkan mandi hingga setelah terbitnya fajar, merupakan penjelasan bolehnya hal itu. Kedua, hal itu (junub) dikarenakan jima’ bukan karena mimpi basah, karena beliau tidaklah mimpi basah, mengingat bahwa mimpi basah adalah dari syetan, dan beliau ma’shum dari hal itu.” ​( ​Fathul Bari,​ 4/144)​

Wallahu a'lam.


0 Response to "Memasuki Fajar dalam Keadaan Junub di Bulan Ramadhan"

Post a Comment