Wanita Ceramah di Hadapan Jama'ah Pria

Oleh: Slamet Setiawan, SHI

Assalamu 'alaikum wr wb...Mohon pencerahanya Ustadz. Sudah 10 tahun terakhir ini kami pengurus masjid menugaskan para pengurusnya baik yg laki atau perempuan untuk mengisi kultum dibulan romadhon di setiap pagi setelah sholat subuh, secara bergantian. Belakang ada seorang Ustadz yg melarang seorang wanita memberikan ceramah dihadapan jamaah pria. Untuk diketahui jemaah pria ada di sisi depan dan wanita dibelakang dibatasi tabir. Jika yg ceramah dari pengurus pria maka ceramahnya di podium dan jika wanita dia ceramahnya tetap duduk di posisi jamaah wanita. Mohon pencerahanya terkait dg kaidah diatas. Atas bantuanya diucapkan banyak terimakasih.

Wasalamu 'alaikum wr wb

Jawaban
--------------

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tidaklah kami, para sahabat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam mendapati masalah dalam suatu hadits lalu kami bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha melainkan kami mendapatkan dari sisi beliau ilmu tentang hal itu.”

Para sahabat menjadikan 'Aisyah radhiyallahu ‘anha sebagai rujukan dalam berbagai masalah yang mereka hadapai. Apalagi dalam perkara yang tidak diketahui kecuali oleh para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terutama ‘Aisyah. Para sahabat bertanya kepadanya dari balik hijab, sebagaimana hal ini diperintah Allah dalam firman-Nya:

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS Al Ahzab: 53)

Ayat di atas hukumnya bukanlah khusus ditujukan kepada para istri Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam saja, namun bersifat umum kepada semua wanita.

Dari dalil di atas jelas tentang adab bagi seorang wanita yang memberikan ilmu/taushiyah kepada jamaah laki-laki.

Wallahu a'lam.