Sanlat Anak-anak

Oleh: Dr. Wido Supraha

Assalamu'alaikum, ustadz/ustadzah ....Maaf ustadz saya biasanya pada saat ramadhan mengadakan pesantren kilat (sanlat)di komplek saya tinggal, anak2nya rata2 sekolah  yg ikut sanlat itu rata2  sekolah dasar/SD  dan SMP.  Dan biasanya kami dr panitia akan memilih peserta sanlat berdasarkan tingkatan  jadi SD dr kelas 3 sampai kls 6. Tetapi kenyataan banyak jg anak2 dr TK  sampai kls 1-2 SD  yg  semangat ikut  walaupun mereka yg kelompok tk/paud  dan SD kls 1 -2   kadang2 hanya ikutan saja karena akhirnya mereka hanya berlarian di mesjid  sehingga sanlat tidak efektif dan mengganggu peserta yang kls 3-6  SD dan SMP.
Pertanyaan
1. kira2 bagaimana kiat2nya terhadap anak2 ini disatu sisi, klo mereka dilarang ke mesjid,hal ini tidak mendidik  krn mereka  jd tak mengenal mesjid tp disisi lain mengganggu  peserta yg lain
2. Terhadap anak2 kecil ini (TK & SD kls 1-2)!apa kira2 materi yg cocok dgn mereka pas sanlat ini?
3. Terhadap anak2 kls 3- 6 SD dan SMP  kira2 masalah apa yg pantas pd saat kekinian/sekarang ini. Catatan sanlat tahun sebelum sdh pernah masalah  berbakti pada ortu dan  Pemuda menuju kebangkitan islam
Terima kasih sebelumya dan maaf pertanyaan terlalu panjang 🙏🙏

Jawaban
--------------

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
🔑 _Tanamkan Iman dan Adab sebelum Ilmu dan Al-Qur'an_

📌 Berikan konten materi sesuai perkembangan umur

📌 Perhatikan efektifitas sebuah pembinaan dan evaluasi secara komprehensif

📌 Niat baik harus ditunaikan dengan cara yang benar

Berdasarkan kondisi di atas,

🔎 Harus dipisahkan antara beberapa kelompok usia dengan konsekuensi panitia bertambah, atau berbeda hari.
🔎 Materi Iman dan Adab adalah materi yang perlu disampaikan kepada seluruhnya, dan metodologi bisa dengan kisah, dialog Iman, pembiasaan baik, dan motivasi
🔎 Memutarkan video aksi damai 212, nasyid 1000 Mujahid, adalah di antara penyegar semangat anak-anak
🔎 Talaqqi Al-Qur'an adalah model yang cocok untuk kelas 1-2 dalam kasus di atas
🔎 Mempelajari sains dalam Al-Qur'an per topik, dan menguji cobanya bersama-sama di lapangan depan Masjid adalah hal lain yang akan membawanya pada kebanggaan pada sarjana-sarjana Muslim abad ke-8 hingga abad ke-15 M.

Wallahu a'lam.