Merenda Asa Meraih Cita, Menggapai Mulia

Oleh: Rochma Yulika

▣● Imam Ibnu Qayyim menyebutkan syarat keberhasilan meraih cita-cita adalah memiliki  himmah ‘aaliyah atau  (
‘uluwwul himmah (semangat yang tinggi) dan Niyyah Shohihah (niat yang baik).

▣● Membangun semangat pada diri tak bisa lepas dari tujuan ukhrowi. Ada memang diantara manusia yang memiliki semangat yang tinggi untuk mengejar nilai duniawi. Orang-orang seperti ini lupa bahwa hidup akan dibatasi oleh kematian. Kerja kerasnya tak bisa jadi bekal untuk kehidupan yang kekal. Orang yang punya semangat tinggi sementara niat tak baik banyak kita lihat. Mereka bukan orang yang punya iman. Mereka meletakkan aqidahnya untuk mengejar apa yang diinginkan hawa nafsunya.

▣● Dan kita....
Harus senantiasa melandasi semangat dengan niat yang baik semua karena Allah. Niat lillahita'ala yang menjadikan setiap usaha yang kita lakukan berbuah pahala.

▣● Bagaimana kita sebagai hamba beriman agar semangat selalu menggelora dan niat senantiasa di koridor-Nya?

▣● Kita punya Al-Quran yang senantiasa bisa kita baca dan tadaburi.

▣ Banyak ilmu dan nasihat yang menentramkan hati.
▣ Banyak pelajaran yang membuat kita semakin meyakini takdir Ilahi.
▣ Dengan Al-Quran hati semakin terhidupkan, dengan semakin dekat interaksi kita semakin banyak kemudahan. Iman semakin tergenapkan, ibadah semakin bisa diperbaiki, hubungan dengan Allah pun semakin dekat.

▣● Lantas apalagi yang mampu membangkitkan semangat kita? Sunnah Rasulullah saw dan  kisahnya yang menjeyarah menjadikan kita banyak belajar. Menapaktilasi perjalanannya beserta para sahabat dalam memperjuangkan diin yang mulia membuat kita semakin merasa tak berarti apa-apa bila hanya menjadi pribadi yang biasa.

▣● Kemudian kita perlu bercermin dari salafusshalih. Mereka menjaga taat, mereka memperjuangkan syariat, mereka berkorban untuk akhirat. Kisah semangat mereka bisa menjadi energi positif yang mampu menggerakkan diri ini bisa bergerak dan melaju di jalan Allah. Mereka yang melewati malam dengan ibadah dan taqarub ilallah, dan siang harinya bekerja tanpa kenal lelah.

▣● Mereka seperti rahib di malam hari dan penunggang kuda di siang hari. Ibarat ini sungguh tepat untuk kiprah para pendahulu itu. Sakit bagi mereka tak dirasakan, lelah pun tak dihiraukan yang ada hanya kecintaan kepada Allah kan berbalas dengan kemuliaan yang tiada berbatas.

▣● Mari senantiasa membersihkan hati agar lentara mampu menerangi dan diri bisa belajar dari apa yang kita baca dan kita lihat dari sejarah hidup manusia dan mampu berhikmah atas peristiwa alam ini.

▣● Tiada daya dan kekuatan bila kita tak bersandar pada kuasa-Nya.