Ketika Non Islam Mengucapkan Salam

*๐Ÿ“•Hadits:*

ุนَู†ْ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ู‚َุงู„َุชْ ุงุณْุชَุฃْุฐَู†َ ุฑَู‡ْุทٌ ู…ِู†ْ ุงู„ْูŠَู‡ُูˆุฏِ ุนَู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَู‚َุงู„ُูˆุง ุงู„ุณَّุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…،ْ ูَู‚َุงู„َุชْ ุนَุงุฆِุดَุฉُ ุจَู„ْ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุงู„ุณَّุงู…ُ ูˆَุงู„ู„َّุนْู†َุฉ،ُ ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุง ุนَุงุฆِุดَุฉُ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ุฑِّูْู‚َ ูِูŠ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ ูƒُู„ِّู‡،ِ ู‚َุงู„َุชْ ุฃَู„َู…ْ ุชَุณْู…َุนْ ู…َุง ู‚َุงู„ُูˆุง؟ ู‚َุงู„َ ู‚َุฏْ ู‚ُู„ْุชُ ูˆَุนَู„َูŠْูƒُู…ْ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

_Artinya:_
_Dari 'Aisyah ra berkata, "Sekelompok orang-orang Yahudi minta izin untuk bertemu Nabi Saw, lalu mereka mengucapkan:_

_Assaamu 'alaikum (kematian bagimu)."_

_'Aisyah menjawab; 'Bal 'alaikumus saam wal la'nah.' (Justru bagi kalian kematian dan laknat)"._

_Maka Rasulullah Saw bersabda, Wahai 'Aisyah, sesungguhnya Allah Swt mencintai, kelemahlembutan dalam segala urusan.'_

_Lalu 'Aisyah berkata, 'Tidakkah Anda mendengar ucapan mereka? '_

_Jawab beliau: 'Ya, aku mendengarnya, dan aku telah menjawab; wa'alaikum.' (HR. Muslim, hadits no 4027)_

*๐Ÿ“•Hikmah Hadits:*

1. Kedengkian orang-orang kafir, khususnya orang-orang Yahudi terhadap Nabi Saw, sehingga dalam mengucapkan salam kepada beliau pun mereka "memplesetkannya" dari ucapan _"assalamualaikum"_ (semoga Allah memberikan keselamatan bagimu) menjadi _"assaamualaikum"_ (kematian bagimu).

Ungkapan ini adalah bentuk kebencian mereka terhadap Nabi Saw dan menginginkan keburukan menimpa beliau.

2. Bahwa tidak selalu setiap keburukan harus dibalas dengan keburukan juga.

Terbukti bahwa Nabi Saw 'menegur' Aisyah ra yg marah dengan ucapan salam orang Yahudi kepada beliau. Lalu Aisyah ra membalasnya dengan "bal alaikumussaamu wal la'nah" (justru bagi kalian kematian dan laknat).

Dan kemudian Nabi Saw menasehatinya, 'Wahai 'Aisyah, sesungguhnya Allah itu mencintai kelemahlembutan dalam segala urusan.'

Artinya bahwa seyogianya kita juga tetap berusaha berlaku baik dan bijak, meskipun terhadap orang yang berlaku buruk sekalipun terhadap kita.

3. Dalam hal ada orang kafir yang kemudian mengucapkan salam kepada kita, maka anjurannya adalah tetap dijawab salamnya, namun dengan jawaban *"wa alaikum"*(saja).

Hal ini sebagaimana hadits di atas dan juga hadits lainnya sebagai berikut, dari Anas bahwa Para sahabat Nabi Saw bertanya kepada beliau, 'Sesungguhnya orang-orang Ahli Kitab memberi salam kepada kami, bagaimana kami menjawabnya? ' Jawab beliau, jawablah dengan Wa'alaikum' (saja).' (HR. Muslim, hadits no 4025).

4. Bahwa salam adalah doa, cita-cita dan harapan, agar Allah Swt memberikan keselamatan, rahmat dan keberkahan tethadap orang yang kita tujukan salam kepadanya. Karena doa adalah termasuk bagian dari aqidah dan ibadah. Maka oleh karenanya hanya boleh ditujukan dan atau dijawab antara saudara sesama muslim saja.

Bahkan dalam riwayat lainnya, ternyata salam adalah jalan untuk mempererat ukhuwah, memperkokoh iman dan mengantarkan menuju jannah.

Nabi Saw bersabda, "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi?

(Yaitu) *Sebarkanlah salam di antara kalian*." (HR. Muslim, hadits no 81).

Wallahu A'lam

Oleh: Rikza Maulan, Lc., M.Ag

NASEHAT HARI INI