Golongan Munafiqun; Deskripsi, Karakter, dan Sikap (Bag. 1)

Definisi An Nifaaq

Imam Ibnul Atsir Rahimahullah berkata tentang makna An Nifaaq:

وهو أن يُقِرَّ بِلِساَنه ولا يَعْتَقد بقَلْبه

An Nifaaq adalah mengakui secara lisannya namun tidak meyakini dalam hatinya. (An Nihaayah Fi Ghariibil Hadiits wal Atsar, 4/340)

Kafirkah Orang Munafiq Itu ?

Para ulama memasukan An Nifaaq sebagai salah satu bentuk kekafiran secara bathin.

وقيل : الكُفْر على أرْبَعَة أنْحاء : كُفْر إنْكار بالاّ يَعْرِف اللّه أصْلاً ولا يَعْتَرِف به
 وكُفْر جُحود ككُفْر إبليس يَعْرِف اللّه بقَلْبه ولا يُقِرّ بِلسانه
 وكُفْر عِناَد وهو أنْ يَعْتَرف بقَلْبه ويَعْتَرف بِلِسانه ولا يَدِين به حَسَداً وبَغْياً ككُفْر أبي جَهْل وأضْرَابه  وكُفْر نِفَاق وهو أن يُقِرَّ بِلِساَنه ولا يَعْتَقد بقَلْبه

Dikatakan bahwa kekafiran itu ada empat sisi:

1. Kafir karena inkar, yaitu tidak mengenal Allah dan tidak mengakuiNya.

2. Kafir karena Juhud (menolak), yaitu seperti kekafiran Iblis. Mengimani Allah dihatinya tapi tidak mengikrarkan di lisannya.

3. Kafir karena 'inad (membangkang), yaitu pengakuan di hati dan di lisan namun tidak beragama dengannya, karena dengki dan melawan, seperti Abu Jahal dan semisalnya.

4. Kekafiran karena Nifaaq, yaitu mengikrarkan di lisannya namun tidak meyakini di hatinya.

(An Nihaayah, 4/340, Taajul ‘Aruus, 14/51, Tahdzibul Lughah, 3/363, Kitaabul Kulliyaat, Hal. 1221, Lisanul ‘Arab, 5/144)

Macam-Macam Kemunafikan

Imam Ibnu Rajab Al Hambali Rahimahullah mengatakan :

الأول : النفاق الأكبر ، وهو أن يظهر الإنسان الإيمان بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر ، ويبطن ما يناقض ذلك كله أو بعضه . وهذا هو النفاق الذي كان على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ونزل القرآن بذم أهله وتكفيرهم ، وأخبر أنهم في الدرك الأسفل من النار .
والثاني : النفاق الأصغر ، أو نفاق العمل ، وهو أن يظهر الإنسان علانية صالحة ، ويبطن ما يخالف ذلك

1. An Nifaq Al Akbar (Nifaq Besar)

Yaitu seorang manusia yang menampakkan iman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, dan hari akhir, tapi dihatinya bertentangan dengan itu, baik sebagian atau keseluruhannya. Kemunafikan jenis ini ada pada masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan Al Quran turun dengan mencela mereka dan mengkafirkan mereka, dan mengabarkan bahwa mereka di neraka yang paling bawah.

2. An Nifaaq Al Ashghar (Nifaq Kecil), atau kemunafikan dalam amal perbuatan.

Yaitu menusia yang menampakkan keshalihan, namun dia menyembunyikan dihatinya yang sebaliknya.

(Jaami’ Al ‘Uluum wal Hikam, 2/343)

Dalil-Dalil Kekafiran Kaum Munafiqun

Allah Ta'ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا

Allah telah menyediakan bagi kaum munafiq laki-laki dan perempuan, dan orang-orang kafir, yaitu neraka jahanam, mereka kekal abadi di dalamnya. (QS. At Taubah: 68)

Ayat lainnya:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Sesungguhnya orang-orang munafiq berada di neraka yang paling bawah, dan mereka sama sekali tidak memiliki penolong.  (QS. An Nisa: 145)

Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah menjelaskan:

وَمِنْ هُنَا فَإِنَّ كُل مَا ذُكِرَ فِي الْقُرْآنِ مِنْ وَعِيدٍ لِلْكَافِرِينَ يَدْخُل فِيهِ أَهْل النِّفَاقِ الأَْكْبَرِ ؛ لأَِنَّ كُفْرَهُمُ اعْتِقَادِيٌّ حَقِيقِيٌّ ، لَيْسَ مَعَهُ مِنَ الإِْيمَانِ شَيْءٌ . وَحَيْثُ قُرِنَ الْكُفَّارُ بِالْمُنَافِقِينَ فِي وَعِيدٍ ، يُرَادُ بِالْكُفَّارِ مَنْ كَانَ كُفْرُهُمْ مُعْلَنًا ظَاهِرًا ، وَبِالْمُنَافِقِينَ أَهْل الْكُفْرِ الْبَاطِنِ

Dari sinilah bahwasanya setiap ancaman yang disebutkan dalam Al Quran yang ditimpakan kepada orang-orang kafir maka orang yang nifaq akbar termasuk di dalamnya, karena kekafiran mereka adalah kekafiran keyakinan yang hakiki, dan  sama sekali tidak ada iman padanya. Pada saat orang-orang kafir dan munafiq dibarengkan dalam hal ancaman, maka maksud dari orang-orang kafir adalah orang yang kekafirannya nyata dan jelas, ada pun munafiqin adalah yang memang batinnya kafir. (Al Iman, Hal. 48-50)

(Bersambung ...)

Oleh: Farid Nu'man Hasan, SS.

NASEHAT HARI INI