Kisah Maryam binti Imron


 فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Maka Tuhannya menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakariya[33]. Setiap kali Zakariya masuk menemui Maryam di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya[34]. Zakariya berkata: "Wahai Maryam! Dari mana (makanan) ini kamu peroleh?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa hisab." (QS Ali Imron:37)

Zakaria menyiapkan mihrab untuk Maryam. Mihrab adalah ruangan yang berada di bagian depan tempat ibadah yang menjadi simbol penjagaan dan penghormatan. Saat Maryam sampai diusia balig, ia tenggelam menghabiskan seluruh waktunya dalam khusyu ibadah kepada Allah.

Kemuliaan dan karakter taqwa mulai tampak pada diri Maryam. Hampir setiap hari Zakaria mengantarkan makanan untuk Maryam. Dan ia selalu mendapatkan buah-buahan musim panas di saat musim dingin dan mendapatkan buah-buahan musim dingin disaat musim panas. Semuanya sudah tersedia di mihrab Maryam.
 Zakaria heran dan bertanya:"Darimana engkau dapatkan semua ini?" Maryam menjawab dengan jawaban iman:"Sesungguhnya semua itu dari sisi Allah. Ia memberi rizki siapa yang dikehendaki tanpa perhitungan."
 وَإِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ (٤٢) يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ
"Dan (ingatlah) ketika malaikat berkata: "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu di atas segala wanita di dunia. Wahai Maryam! Taatilah selalu Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku" (QS Ali Imran : 42-43)
Saat Maryam beribadah di mihrab, malaikat menyerunya:"Sesungguhnya Allah memilihmu untuk menjadi sebaik-baik perempuan didunia.
Dia akan mengkhususkanmu untuk menjadi ibunda Isa AS yang akan Dia ciptakan dengan kalimatNya.
إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
"Ingatlah), ketika para malaikat berkata: "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada) Allah." (QS Ali Imron : 45)

Maryam terkejut dan segera bersujud kepada Allah. Ia memohon diberi kekuatan agar mampu menghadapi berbagai kesulitan yang sudah terbayang olehnya. Apa kata orang-orang diluar sana? Bagaimana mereka menyikapi kehamilannya? Apa jawaban yang harus ia berikan? Bagaimana mungkin seorang perempuan yang suci, disucikan, ahli ibadah bisa hamil tanpa ada suami?
إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ (٤٥) وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا وَمِنَ الصَّالِحِينَ

"(Ingatlah), ketika para malaikat berkata: "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada) Allah,
Dan dia berbicara kepada manusia (sewaktu) dalam buaian[16] dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk orang-orang yang solih." (QS Ali Imron:45-46)

Malam itu...saat kedua mata Maryam hampir terpejam, sekelompok cahaya menerangi mihrabnya. Cahaya yang bersinar sangat terang....dari tengahnya keluarlah Jibril AS dalam wujud manusia. Maryam berkata:"Aku berlindung kepada Allah. Siapa engkau?" Jibril menjawab:"Aku adalah utusan Allah untukmu. Allah mengutusku kepadamu untuk memberi kabar gembira bahwa dengan kalimatNya, Dia akan menjadikanmu mengandung seorang nabiyulloh Isa AS."
قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا (١٨) قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا
"Dia (Maryam) berkata, "Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.”
Dia (Jibril) berkata, "Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS Maryam : 18-19)
Maryam bertanya:"bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak padahal belum pernah ada seorangpun yang menyentuhku? Aku seorang yang suci bersih." Jibril menjawab:"Wahai Maryam...wahai perempuan yang disucikan Allah, sesungguhnya Allah telah memilihmu dan mengutamakanmu dari seluruh perempuan didunia ini. Sungguh Allah telah menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu. Urusan Isa disisi Allah seperti urusan Adam yang Ia ciptakan dari kalimatNya yaitu kalimat 'kun' kemudian Ia simpan diperutmu."
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ

"Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke8i dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda kekuasaan Allah bagi seluruh alam." (QS Al-Anbiya:91)

Maryam stres berat....ia nyaris depresi. Ketakutan menghantui fikirannya. Ia memilih menyendiri dan menutup diri. Ia mendengar kaumnya menuduhnya telah melakukan perbuatan keji. Bulan berlalu...dan tibalah waktu melahirkan.
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا (٢2) فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا (23) فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا (٢٤)وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا (٢٥) فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا
"Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata, "Wahai, betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan. Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini." (QS Maryam:22-26)

Maryam merasakan sakit yang luar biasa menjelang melahirkan. Ia sampai berandai-andai lebih baik mati saja. Sebagian mufassir menyebutkan, saat itu Maryam mendengar suara Jibril:"Sesungguhnya kasih sayang dan pertolongan Allah meliputimu. Jangan bersedih dengan kesendirianmu. Sesungguhnya didekatmu terdapat sungai. Goyangkanlah batang pohon kurma itu maka akan berjatuhanlah kurma-kurma ranum. Makanlah kurma itu dan minumlah dari sungai itu dan berbahagialah. Jika engkau bertemu dengan seseorang jangan bicara apapun padanya. Jika ia memaksa, katakanlah aku bernadzar hari ini tidak akan bicara dengan siapapun."

 فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا (٢٧) يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

"Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, "Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina." (QS Maryam:27-28)
Maryam berjalan dengan membawa Isa dipelukannya. Orang-orang yang melihatnya terperanjat. Mereka berkata:"Engkau datang kepada kami membawa sesuatu yang asing wahai yang menyamai Harun dalam kesalihan dan ibadahnya. Ayahmu bukan orang yang berperilaku buruk dan ibumu bukan seorang pelacur." Maka Maryam menunjuk anaknya agar mereka berbicara kepadanya. Bertambahlah kemarahan mereka dan mereka menyangka bahwa Maryam melakukan sihir kepada mereka. Namun Allah berkehendak agar Isa AS berbicara yang dengannya ia membersihkan nama ibunya sebagai perempuan terbaik didunia yang memiliki kesucian dan kemuliaan. Isa AS berkata:"Sesungguhnya aku seorang hamba Allah. Akan didatangkan kepadaku al-kitab dan Allah memilihku sebagai nabi dan dengan izinNya ia menjadikanku pengajar kebaikan. Aku akan berbakti pada ibuku dan aku tidak akan menjadi pemaksa bagi siapapun dan aku tidak akan ma'shiyat kepada Allah. Dan keamanan atas orang yang Allah lindungi pada hari kelahiranku, hari kematianku dan hari ketika aku diutus (kembali) dalam keadaan hidup."

فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا (٢٩) قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا (٣٠)وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا (٣١) وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا (٣٢) وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا (٣٣)

"Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"
 Dia (Isa) berkata, "Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
(QS Maryam : 29-33)

Pada saat nabi Isa As lahir, Agustus kaisar Romawi telah memerintah selama 42 tahun. Herodes (panglima Agustus) mendapat kabar dari para dukun bahwa seorang anak laki-laki telah lahir. Anak ini akan mengalahkannya suatu saat nanti dan mereka menganjurkan agar kaisar membunuhnya. Yusuf bin Najjar seorang kerabat Maryam mendengar rencana jahat ini. Ia segera menjemput Maryam dan Isa dan membawa mereka menuju Mesir.

Sampailah Isa dan Maryam di Mesir melalui Sinai dan hiduplah mereka disana, dipinggiran sungai nil. Orang-orang sangat menyukai Isa. Seorang anak muda yang cerdas, berwibawa, dan penuh kebaikan. Ketika Isa berusia 12 tahun, Herodes meninggal dunia. Kembalilah Maryam dan Isa ke Palestina dan mereka tinggal di An-Nashiroh sebuah desa dekat Al-Khalil.  Saat itu Allah menurunkan risalah kenabian.

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ (٤٨) وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

" Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil(yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit sopak. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman." (QS Ali Imron:49)

Di usia 30 tahun, Isa mulai mengobati orang dengan izin Allah. Ia melakukan pengobatan secara gratis. Ia juga mengusir setan dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah. Orang-orang menyukainya dan berkerumun disekitarnya. Akan tetapi sebagian rahib, mereka berkumpul untuk menghentikan dakwahnya. Orang-orang yahudi menempatkan seorang mata-mata untuk menangkap Isa, akan tetapi Allah menurunkan seseorang yang sangat mirip dengan Isa. Maka mereka menangkapnya dan menyalibnya.

Allah mengangkat Isa ke sisiNya
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا (١٥٦) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (١٥٧) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka yang sangat keji (zina) terhadap Maryam,
Dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu siapa sebenarnya yang dibunuh itu, melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,
Tetapi (sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."( QS An-Nisa:156-158)


*Hikmah Kehidupan:*
🔸Rizki akan Allah berikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Maka berharap dan memintalah hanya kepadaNya.
🔹 Bisa jadi sesuatu yang terasa berat bagi manusia akan tetapi baik menurut Allah.
🔸 Maryam adalah perempuan dengan ujian terberat. Seorang perempuan suci, hamil tanpa pernah disentuh seorangpun, dikata-katai, depresi, terasing, menanggung semua bebannya seorang diri, menahan sakit, menghadapi kaumnya yang membencinya. Dan itu berjalan bukan hanya satu dua hari melainkan ia tanggung berbulan-bulan.
🔹 Dalam kondisi seorang perempuan lemah, Allah masih mensyaratkannya untuk berusaha/ikhtiar. Dan bukan sekedar usahanya yang Allah lihat akan tetapi juga kemauan untuk melakukan usaha itu.
🐟 Bagaimanapun sulitnya situasi, fitrah seorang ibu tetap menyayangi anaknya.
🔸 Orang baik itu ada dimana-mana dan teruslah bergaul dengan masyarakat agar kita tahu persis mana orang-orang baik itu.
🔹 Bersosialisasi adalah kebutuhan manusia. Setelah melahirkan Maryam kembali kepada kaumnya yang ia tahu sangat membencinya. Namun Maryam ingin membuktikan kebenaran dan kemuliaan dirinya.
🔸Hijrah adalah sunnah para nabi. Hijrah dilakukan untuk menyelamatkan aqidah, menyelamatkan dakwah dan menyelamatkan jiwa.

Wallohu a'lam bish showwab

Oleh: Ustadzah Eko Yulianto Siraj

NASEHAT HARI INI