Keikhlasan Prajurit di Garis Depan

Parit pertahanan pasukan Turki Utsmani di Palestina pada Perang Dunia Pertama, ketika Palestina masih menjadi bagian dari kekhilafahan, 1915.

Hormat saya kepada *para prajurit yang tak dikenal, mereka yang berjuang dalam kesenyapan.* Tidak ada yang mengetahui secara persis identitas mereka serta kadar kebaikannya, kecuali para penduduk langit. Mereka tidak pulang untuk dielukan, tetapi kembali Kepada Rabbnya dengan hati yang tenteram.

"Yaa ayyuhan nafsul muthmainnah, irji'i ila Rabbiki radhiyatam mardhiyah, fadkhuli fi 'ibadi, wadkhuli jannati,"

"Wahai jiwa-jiwa yang berhati tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan keridhaanNya, maka kembalilah hamba-hambaKu (kepadaKu) dan kembalilah ke dalam surgaKu."

Depok, 11 Februari 2016

Red.
Pastikan setiap diri kita, mempunyai kontribusi terhadap tegaknya Islam di bumi ini. Sekecil apapun itu, harus kita tunaikan dengan optimal dan dengan menyertakan keikhlasan, insyaa Allah akan menjadi persembahan terbaik di setiap moment kehidupan kita, sebagai bukti kecintaan kita kepada Allah dan RosulNya.

Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

NASEHAT HARI INI