Belajarlah dari Kegagalan

_Dengan keburukanlah kita akan tahu tentang kebaikan._
_Dengan kesesatanlah kita melihat nilai kebenaran._
_Dengan sakitlah kita bisa mengerti tentang kesehatan._

_Dengan ujian kita akan bisa merasakan kenikmatan._
_Dengan keruntuhanlah kita bisa membangun sebuah kejayaan._

_Dengan kegagalan kita bisa belajar meraih kesuksesan._

_Dan lembahlah yang menjadikan gunung nampak tinggi menjulang_

Banyak orang mundur teratur bila harus bertemu dengan kegagalan.

Mungkin akan berteriak, “Apa sebenarnya potensiku? Melakukan ini gagal, melakukan itu gagal.”

Kalimat ini mungkin akan terlontar dari siapa pun yang nyaris putus asa dalam menjalani hidupnya.
Setelah energi mereka telah habis. Seolah mereka tak percaya dengan jalan hidup yang telah ditakdirkan.

Kadang mereka enggan untuk mengembalikan semua urusan kepada yang memiliki kehidupan.

*Janganlah berputus asa!*

_Selama nafas masih ada kesempatan masih bisa diraih. Selama darah masih mengalir dalam raga kita dan tubuh ini masih mampu untuk bergerak, kesuksesan masih bisa kita dapatkan._

Memang, terkadang untuk mengerti dan memahami diri kita butuh waktu.
Apa sebenarnya potensiku? Apa pekerjaan yang bisa mengantarkan pada keberhasilanku?

Bila tak bertemu kegagalan tak tak kan pernah tahu jalan-jalan menuju kesuksesan.

      ☆☆☆☆☆

Kisah ini bagi kita tak asing.

Seorang anak yatim piatu yang sekolah di sebuah madrasah. Dia sebenarnya anak yang rajin tapi sering tertinggal pelajaran dengan teman-temannya.

Dia merasa malu dan minder dengan teman-temannya. Rasa putus asa menyelimuti dirinya.

Kemudian dia meminta ijin dengan gurunya untuk keluar dari madrasah tersebut.
Dalam perjalanannya meninggalkan madrasahnya, hujan tak kunjung reda. Dia mencari tempat berteduh.

Ditemukanlah sebuah gua yang cukup lapang untuk tempat istirahat sambil menunggu hujan reda.

Ketika di dalam gua pandangannya tertuju pada tetesan air hujan pada sebngkah batu. Tetesan demi tetesan itu ternyata mampu membuat batu itu berlubang.

Kemudian dia merenung. Batu yang keras saja bisa berlubang apalagi otak manusia. Setelah perenungannya dan semangat belajarnya pulih kembali dia akhirnya kembali ke madrasah itu.

Sekembalinya ke madrasah itu dia bersemangat belajar meski sering tertinggal. Namun semangat pantang menyerah dan tak putus asa menjadikan dia seorang anak yang cerdas.
Bahkan karya-karyanya yang cukup monumental bisa kita jadikan bacaan untuk menambah wawasan kita.

Inilah *Ibnu Hajar Asqalany.* Yang kisahnya memotivasi kita bahwa dalam setiap diri pasti memiliki potensi.

Jangan merasa lelah dan pantang menyerah.

Begitu pula laki-laki penemu hukum kekekalan energi ini memiliki kisah yang cukup unik.
Siapa yang tak kenal *Einstein*. Pastilah kita semua mengenalnya.

Dia enggan sekolah sejak kecil. Baginya bangku sekolah itu membosankan. Banyak hal yang akan mengganggu kesukaannya seperti banyak membaca dan bermain biola. Aturan yang sangat kaku di sekolah membuatnya selah bangku sekolah itu seperti penjara yang mengusik kebebasannya.

Sehingga label yang sejak kecil menempel pada Albert Einstein adalah “tidak terlalu pintar.” Meski demikian tak membuat dia merubah dari kebiasaannya.

Ketika masa remajanya pun secara akademis termasuk anak yang gagal. Dia tidak menyukai guru-gurunya kala itu. Ketika harus mengenyam pendidikan lebih tinggi, Einstein pernah mengalami kegagalan. Namun kegagalan tak membuatnya surut.

Dia tetap berusaha. Hingga dia sekolah di jenjang yang lebih tinggi. Waktu itu prestasinya mulai nampak. Dia pun lulus dengan gemilang.

Sayangnya cita-cita sebagai guru kandas. Dia bekerja di tempat pencatat penemuan-penemuan baru. Dia tidak kecewa justru dengan hal-hal yang baru membuat dia berpikir, mengkaji, serta menemukan sesuatu yang baru. Hasil kajiannya itulah dia menemukan rumus Relativitas Khusus.

Luar biasa. Banyak tokoh yang kita kenal, mereka tak melalui perjalanan hidupnya dengan mulus saja dan tanpa rintangan apa pun.

Mereka pernah gagal. Tak hanya satu kegagalan yang mereka lalui. Namun dengan kegagalan itu ia mampu menemukan kesuksesan. Dengan kegagalan itu ia mampu menemukan potensi dirinya untuk mampu lebih berkembang.

_*Kegagalan merupakan pengalaman yang paling berharga untuk sebuah keberhasilan.*_

Oleh: Rochma Yulika

NASEHAT HARI INI