Sebelum Menuntut Pemimpin, Jadilah Pemilih Yang Baik...

Sebelum menuntut pemimpinmu adil, kamu harus adil dahulu dalam memilih pemimpin....
 
Bagaimana kan kau dapatkan pemimpin yang adil kalau kau tidak adil dalam memilihnya?
 
Sebelum kau menuntut pemimpinmu amanah, kau harus amanah dahulu dalam memilihnya.....
 
Bagaimana kan kau dapatkan pemimpin yang amanah, kalau kau sendiri tak amanah dalam memilihnya.....
 
Sebelum kau tuntut pemimpinmu tidak zalim, kau harusnya tidak boleh zalim dalam memilihnya....
 
Bagaimana kau harapkan pemimpinmu tidak zalim sedangkan engkau zalim dalam memilihnya....
 
Indikasi tidak adil dan amanah dalam memilih pemimpin; memilih karena dibayar, mendahulukan popularitas ketimbang kualitas, tidak teliti, dan lain-lain.
 
Jika objektif, sangat mudah menilai calon pemimpin, mana yang penuh cinta mana yang sering dusta, mana yang andalkan kerja, mana yang andalkan citra
 
Selama gayamu memilih pemimpin tidak berubah, jangan banyak berharap ada perubahan kepemimpinan di negeri ini.

Ayat- ayat  al-Quran menunjukkan dengan  jelas  larangan  memilih pemimpin non Muslim.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

لاَّ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُوْنِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّهِ فِي شَيْءٍ إِلاَّ أَن تَتَّقُواْ مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللّهِ الْمَصِيرُ

“Janganlah  orang-orang  mukmin  mengambil  orang-orang  kafir  menjadi  WALI (waly) pemimpin, teman setia, pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah kamu kembali.” (QS:  Ali Imron [3]: 28)

Ayat yang lain:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُواْ لِلّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَاناً مُّبِيناً

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kami ingin mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (QS:  An Nisa’ [4]: 144)

Maka...
Bagi warga DKI yang sudah punya hak pilih, jangan sia-siakan kesempatan untuk memilih calon pemimpin Muslim.

Jika ada pilihan calon pemimpin yang beriman, cerdas, bersih dan berpengalaman, santun dan berakhlak, maka jangan pilih yang non muslim.

Apalagi jika berbagai dugaan korupsi membayanginya,  belum lagi dengan prilakunya yang kasar dan suka menista.

Semoga Allah memberi warga Jakarta Pemimpin Muslim yang Amanah.

Wallahu musta'an.

Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir Lc.

NASEHAT HARI INI