Memimpin Ummat, Cakupannya Luas & Jauh -Memimpin Ummat, Kadang Tak Searah Kepentingan Lokal

Armada Laut Turko Utsmani Berlayar Menuju Diu - 19 Agustus 1538

Permulaan Pengepungan kota Diu Milik Portugis di India 1538

Gubernur yg mewakili khalifah Turki Utsmani di Mesir sejak tahun 1525 yg bernama Hadım Suleiman Pasha telah mengantongi izin dari sultan İstanbul untuk memerangi Portugis yang merajalela di Samudera Hindia. Sultan Suleiman I Kanuni memberikan restu untuk membela nasib kaum Muslimin di wilayah laut yang jauh itu.

Armada yang dibangun oleh gubernur Mesir berkekuatan 80 kapal yang tulang-punggung kekuatannya terdiri atas 17 galley dan 2 galleon. Disamping itu, penggalian kanal antara Sungai Nil dan kota pelabuhan Suez mulai dibangun pada tahun 1531-32.

Keterlambatan

Persiapan utk proyek pembangunan armada laut Turki Utsmani di Mesir ini mengalamj banyak hambatan karena adanya operasi militer lain yang juga menyerap sumber daya seperti Pengepungan Coron di Laut Mediterranenan serta konflik perbatasan di timur menghadapi entitas syi'ah Safawi antara tahun 1533 hingga 1535. Sementara armada ini belum bisa melaut, maka Portugis terus bebas menguatkan cengramannya di region tersebut.

Portugis mengeksekusi Sultan Bahadur Shah pada bulan Februari 1537 ketika pemimpin Gujarat tersebut sedang mengunjungi kapal perang Portugis dalam sebuah misi diplomatik.

Posisi Yaman

Yaman sudah hampir semuanya dikuasai, tinggal kota pelabuhan Aden yang harus didapatkan okej Hadım Suleiman Pasha pada 1538 karena letaknya yang strategis untuk menjadi titik aju di region tersebut. Dari Aden ini pula kapal-kapal Khilafah Turki Utsmani menyerang pos-pos Portugis yang tersebar dari pesisir timur Benua Afrika, pesisir barat dan timur Anak Benua India, hingga jauh ke Malaka.

Namun, Sultan Aden masih takut kepada Portugis untuk mendukung "kekuatan baru" Turki Utsmani di region ini. Sikapnya yang memusuhi Turki Utsmani dan menutup pelabuhannya memaksa terjadinya konflik yang mengakibatkan terbunuhnya Sheikh Amir bin Dawaud dan kota Aden tunduk tanpa perlawanan.

Ekspedisi ke Diu

Armada laut Turki Utsmani segera mempersiapkan serangan selanjutnya yaitu menuju kota Diu yang dikuasai oleh Portugis. Armada yang diberangkatkan berjumlah 72 kapal yang berlayar pada hari Senin 24 Rabi'ul Awwal 945 Hijriah (19 Agustus 1538) dan tiba di Diu pada hari Rabu 4 Rabi'uts Tsani 945 Hijriah (4 September 1538). Armada tersebut adalah yanh terbesar yang pernah digelar oleh Khilafah Turki Utsmani di Samudera Hindia. Mereka mengepung Diu dengan kekuatan 130 kanon dan mulai menghujani kota.

Bagaimana selanjutnya? In-syaa-Allah saya akan tuliskan pada edisi yang akan datang

Agung Waspodo, mencatat betapa jauh dan luasnya urusan yang menjadi perhatian Sultan di İstanbul, ketika para emir dan sultan lokal hanya mampu melihat kepentingannya sendiri.. masih kurang lebih sama dengan sekarang, bahkan sekarang lahirlah analisis para "jagoan-baru" seolah itu semua tidak ada bedanya dengan imperialisme berbaju agama.. amir dan sultan kecil masih terus larut dalam kebingungan walau sudah berlalu 477 tahun kemudian..

Depok, 21 Agustus 2015, masuk waktu dhuha.

Oleh: Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

NASEHAT HARI INI