Kisah istri Nabi Ayyub

Dia adalah Rahmah binti Ifraaim bin Yusuf bin Ya'qub AS. Terkenal sebagai istri yang sangat sabar menghadapi ujian sakit suaminya. Dijuluki istri yang solihah yang tetap disisi suaminya dalam ujian dan cobaan hingga Allah menyembuhkan penyakitnya. Nabi Ayyub AS diberikan cobaan oleh Allah SWT dengan sakit parah dan kehilangan harta serta anak-anaknya. Tidak tersisa sedikitpun kecuali istri solihah yang bekerja untuk mendapatkan makanan dan minuman. Saat sakit nabi Ayyub AS berada dipuncaknya, orang-orang mengkhawatirkan istrinya membawa virus dan menularkan kepada mereka karena dialah satu-satunya orangvyang berinteraksi intensif dengan nabi Ayyub.

Suatu hari Rahmah yg bekerja untuk mencari makanan. Datanglah Iblis yang berpura-pura sebagai tabib. Maka Rahmah memanggilnya untuk mengobati nabi Ayyub. Iblis berkata:"Aku akan mengobatinya dengan syarat jika ia sembuh, dia harus mengatakan engkaulah yang telah menyembuhkanku." Maka Rahmah menyampaikannya kepada nabi Ayyub. Nabi Ayyub As marah dan memukulnya seraya mengatakan:"Celaka engkau, sesungguhnya dia itu syetan."

Nabi Ayyub As terus tanpa henti berdo'a meminta pertolongan kepada Allah agar diberikan kesembuhan. Maka Allah memberikan wahyu agar ia menginjak tanah keras-keras hingga keluarlah air tawar darinya dan ia minum serta mandi dengannya sampai dengan kekuasaan Allah dia sembuh.

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ (٤١)

Artinya :
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya,"Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.”

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (٤٢)

(Allah berfirman), "Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”

وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَة مِنَّا وَذِكْرَى لأولِي الألْبَابِ     (٤٣)

Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat-gandakan jumlah mereka sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.
(QS Shaad:41-43)

Saat mata air memancar, nabi Ayyub As mandi dengan air tersebut maka hilanglah penyakit di bagian permukaan tubuhnya dan ketika nabi Ayyub As minum, hilanglah penyakit yang ada didalam tubuh beliau. Kemudian Allah memberinya 2 helai kain putih. Yang satu ia pakai untuk sarung yang satu ia selendangkan di bahunya. Setelah rapi ia bergegas menemui istrinya yang tidak mengenalinya. Rahmah mengucapkan salam kepadanya dan  bertanya:"Kemana laki-laki dengan penyakit ditubuhnya
?" Nabi Ayyub As bertanya:"Siapa namanya?" Rahmah menjawab:"Dia nabiyullah Ayyub As" Kemudian dia memperhatikan laki-laki itu seraya berkata:"Engkau mirip sekali dengannya saat ia masih sehat." Nabi Ayyub As berkata:"Sesungguhnya Allah telah mengembalikan kesehatan dan hartaku karena keagungan-Nya." Kemudian ia berfikir dalam dirinya...apa yang harus aku lakukan terkait janjiku kepada Allah yaitu bila aku sembuh aku akan memukulnya (istrinya) 100 kali? Apakah aku tega dan ia terima setelah demikian besar pengorbanannya selama aku sakit?

Hari berlalu dan perang batin berkecamuk dalam jiwa nabi Ayyub As. Ia ragu untuk merealisasikan janjinya khususnya ketika ia ingat akan kesetiaan istrinya yang tetap mendampingi dan melayani dengan baik saat harta dan keluarganya telah pergi. Perang batin terus berkecamuk. Apakah janjinya kepada Allah untuk memukulnya harus ia lakukan ataukah ia lebih memilih kasih sayang dan kesetiaan yang telah diberikan istrinya dengan ikhlas?

Nabi Ayyub As mulai menemukan solusi. Allah mewahyukan kepadanya untuk mengumpulkan seratus batang lidi yang diikat dan dipukulkan kepada istrinya satu kali saja. Sebagai bentuk pemenuhan janji/sumpah yang telah ia sampaikan kepada Allah.

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ (٤٤)

Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah). (QS Shaad:44)

Rahmah faham dengan makna sumpah sehingga ketika suaminya melakukan itu kepadanya, dia tidak menolak atau marah. Akan tetapi dia mendukung penunaian sumpah kepada Allah dan menerima tubuhnya dipukul oleh nabi Ayyub. Karena Rahmah faham bahwa dalam kondisi sulit dulu, suaminya tidak lagi punya jaminan apa-apa kepada Allah kecuali dirinya sebagai istri.


Hikmah Kehidupan:

Inilah karakter utama istri solihah yang ta'atnya kepada suami tidak dipengaruhi oleh kondisi fisik akan tetapi dilandasi oleh keta'atan kepada Allah. Ia setia dan ta'at kepada suaminya selagi suami ta'at kepada Allah.

Dalam kondisi tertentu (seperti suami sakit atau pergi berjihad) , maka tanggung jawab mencari nafkah berada di tangan istri. Oleh karenanya perempuan sebagai istri harus memiliki kemampuan untuk mencari uang bukan hanya mengelola uang.

Dalam kondisi sakit seseorang perlu support terutama dari pasangannya. Semakin berat penyakit, semakin besar dukungan yang dibutuhkan. Dan dukungan terutama dari pasangan menjadi bagian dari obat.

Ikhtiar dalam pengobatan harus terus dilakukan. Bahkan saat sebagian orang mengatakan bahwa penyakit yang diderita belum ada obatnya. Dengan disertai do'a yang khusyu, solusi akan Allah berikan.

Sakit yang parah dan panjang tidak boleh membuat orang berpaling atau terganggu aqidahnya. Dokter sehebat apapun harus diyakini sebagai pemberi wasilah dan yang memberi kesembuhan hanya Allah.

Sumpah kepada Allah adalah janji yang harus dipenuhi. Seberat apapun isi sumpah itu. Meninggalkannya tercatat sebagai hutang bahkan khianat.

Dalam kondisi memiliki hajat/kebutuhan, seseorang boleh mengajukan permohonan kepada Allah dengan konsekwensi/janji. Misalnya: jika saya sembuh dari sakit maka saya akan memukul istri saya 100 kali. Karena hanya tinggal istri yang dimiliki nabi Ayyub As.

Dukungan penuh seorang istri kepada keta'atan suaminya, tidak mengenal batas. Bahkan jika ia harus mengorbankan dirinya sendiri.

Benarlah hadits yang disampaikan Rasulullah SAW :"Dunia ini perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah perempuan yang solihah".

Wallohu a'lam bishshowwab

Pemateri: Ustadzah Eko Yuliarti Siroj

NASEHAT HARI INI