Cara atau Jalan Mengenal Allah

Assalaamu'alaikum wr.wb

Adik-adik pemuda Islam harapan umat, mudah-mudahan hari ini senantiasa dalam kebaikan iman dan limpahan hidayah dari Allah SWT. Aamiin..

Cara atau jalan untuk mencapai suatu tujuan sangatlah penting. Sebab jalan yang salah atau keliru tidak akan mengantarkan kita kepada tujuan yang ingin diraih, walaupun tujuan tersebut benar. Maka mengenal atau memahami tujuan saja belumlah cukup. Melainkan harus dilengkapi dengan pemahaman tentang cara/jalan yang dapat mengantarkan kepada tujuan tersebut.

Begitu pula dengan ma'rifatullaah (mengenal Allah), cara/jalan yang benar yang dapat mengantarkan kita kepada ma'rifah (kenal/faham) tentang Allah SWT harus pula diketahui.

Allah SWT tidak Menampakkan wujud Dzat-Nya di hadapan makhluk secara langsung. Melainkan Allah SWT menganjurkan kepada manusia untuk mengikuti Nabi Muhammad saw supaya mentafakkuri makhluk-makhluk (ciptaan-ciptaan) Allah, dan janganlah berfikir dan menduga-duga tentang Dzat Allah SWT.

Dalam Aqidah Islam, cara/jalan untuk mengenal Allah SWT adalah melalui ayat-ayat Allah. Ayat-ayat Allah ada 3 macam :
​1. Ayat qauliyah
​2. Ayat kauniyah
​3. Mu'jizat (sekarang sudah tidak ada lagi).

Mari kita bahas satu per satu.
 1. Ayat Qauliyah. Ayat-ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah SWT di dalam Al Quran. Ayat-ayat ini menyentuh berbagai aspek, termasuk tentang jalan-jalan kepada ma'rifatullaah.

Al-quran adalah rujukan yang paling jelas dalam menerangkan tentang Allah SWT. Karena di dalam Al-Quran sendiri Allah Sendiri banyak menjelaskan tentang Diri-Nya. Misal, jika ada pertanyaan :  Siapakah Allah?
Maka Surah Al Ikhlas yang pendek saja sudah dengan jelas menjawab pertanyaan ini:

(قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (1) اللهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4 ​

'Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

Atau ayat kursi (QS. Al Baqarah : 255) yang dalam satu ayat saja menyebutkan dan menjelaskan 10 sifat Allah SWT:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

”Allah tidak ada Ilah melainkan Dia, Yang Hidup kekal. lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya);  Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”(QS. Al-Baqarah: 255)

Juga dalam QS. At Tiin: 1-5 misalnya, Allah mengajak kita berfikir tentang kejadian makhlukNya termasuk buah-buahan, bukit-bukit, bahkan diri manusia itu sendiri sehingga akhirnya manusia dapat menyimpulkan satu keyakinan bahwa penciptanya adalah Allah SWT:

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ (1) وَطُورِ سِينِينَ (2) وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ (3) لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4) ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5)

"Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), "

Begitu pula dengan banyak sekali ayat-ayat lain dalam Al Quran yang Allah SWT menerangkan, mengenalkan dan memahamkan kita tentang Diri-Nya.

2. Ayat Kauniyah

Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling kita yang kesemuanya diciptakan oleh Allah SWT. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di alam ini.

Dengan menyaksikan dan merenungkan alam semesta ini, maka akan fahamlah kita bahwa alam raya ini hanya mampu diciptakan oleh Allah dengan segala sistem dan pengaturan yang unik dan rumit. Kemegahan dan kehebatan alam ini menjadi tanda secara langsung tentang kehebatan dan keagungan Penciptanya. Dengan berfikir dan merenungkan alam semesta raya ini, seseorang bisa mengenal adanya Dzat Yang Maha Agung Yang Ia Maha Pencipta dan Maha Pengatur.

Firman Allah dalam QS. Fushshilat : 53,

 سَنُرِيهِمۡ ءَايَـٰتِنَا فِى ٱلۡأَفَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِہِمۡ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ‌ۗ أَوَلَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ ۥ عَلَىٰ
كُلِّ شَىۡءٍ۬ شَہِيدٌ

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuq dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?" (QS. Fushshilat: 53)


Allah SWT menjelaskan bahwa Dia akan tunjukkan ayat-ayat kauniah-Nya di segala ufuq (penjuru) dan juga pada diri manusia itu sendiri sehingga menjadi terang dan jelas akan kekuasaan Allah SWT.

Firman Allah dalam QS. Ali 'Imran: 190,

إِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّأُولِى الْأَلْبَابِ ۙ

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal."

Pada penciptaan langit dan bumi serta setiap pertukaran siang dan malam juga adalah ayat kauniah yang menunjukkan kekuasaan Allah bagi siapa saja yang berakal (mau berfikir).

Bersambung...

Oleh: Ustadzah Prima Eyza Purnama

NASEHAT HARI INI