Bekal Apa yang Kita Bawa Untuk Masuk Surga?

Sudahkah kita mulai menakar diri, seberapa bekal yang sudah kita bawa untuk perjumpaan nanti.
Bersegera kita menyadari bahwa hidup ini tak akan abadi.

Mungkin saja esok kita tiada atau lusa sudah tak bernyawa.
Namun diri masih saja terlena oleh kesia-siaan belaka.

Banyak canda dan tawa untuk mengisi hari-hari kita.
Banyak bertopang dagu dan membawa angan yang tak menentu.
Terkadang merenda mimpi tanpa berusaha merealisasi.
Semua kosong selayaknya rumah tak berpenghuni.

Ada dua kehidupan yang akan kita lewati.
Dunia fana dan akhirat nan abadi.
Dua kehidupan yang tiada berpadanan.
Namun semuanya butuh bekalan agar tak dirudung kesulitan.

Perjalanan di dunia tak lain ketika manusia menjalani kehidupan saat nyawa masih di kandung badan.
Namun manusia juga harus bersiap menuju kehidupan yakni berangkat dari dunia menuju hidup yang tak berkesudahan.

Seperti itulah tabiat kehidupan manusia.

*Dalam tafsir Ar Razi*, 5/68 disebutkan lima perbandingan antara bekal di dunia dan bekal dari dunia.

1. Perbekalan kita dalam perjalanan di dunia, akan menyelamatkan kita dari penderitaan yang belum tentu terjadi.

Tetapi perbekalan kita untuk perjalanan dari dunia, akan menyelamatkan kita dari penderitaan yang pasti terjadi.

2. Perbekalan kita dalam perjalanan di dunia, setidaknya akan menyelamatkan kita dari kesulitan yang sifatnya sementara.

Tetapi perbekalan untuk perjalanan dari dunia, akan menyelamatkan kita dari kesulitan yang tiada habisnya.

3. Perbekalan dalam perjalanan di dunia akan mengantarkan kita pada kenikmatan dan pada saat yang sama mungkin saja kita akan mengalami rasa sakit, keletihan dan kepayahan.

Sementara perbekalan untuk perjalanan dari dunia akan membuat kita terlepas dari marabahaya apapun dan terlindung dari kebinasaan yang sia-sia.

4. Perbekalan dalam perjalanan di dunia memiliki karakter bahwa kita akan melepaskan dan meninggalkan sesuatu dalam perjalanan.

Sementara perbekalan dalam perjalanan dari dunia, memiliki karakter kita akan lebih banyak menerima lebih dekat dengan tujuan.

5. Perbekalan dalam perjalanan di dunia akan mengantarkan kita pada kepuasan syahwat dan hawa nafsu.

Sementara perbekalan dari dunia akan semakin membawa kita pada kesucian dan kemuliaan.

Wallahu musta'an.

Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

NASEHAT HARI INI