Tabdzir dan Mubadzirin dalam perspektif Al-Qur'an

📒 Al-Qur'an - MFT

📝 Ustadz Noorrahmat

▣◈▣ Assalamu'alaikum wr wb.
◈ Adik-adik MFT....khabar baik? Bagaimana liburannya? Alhamdulillah Allah Ta'ala berikan kesempatan untuk kita berbagi di akhir tahun miladiyyah 2016 ini.

▣ Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas tindakan tabdzir para mubadziriin dalam perspektif Qur'aniyyah. Khususnya terkait dengan 3 ayat Al-Qur'an dalam surat Al-Isra ayat 26 hingga 28. InsyaAllah pembahasan ini merujuk pada Kitab Tafsir Ibnu Katsir.

◈ Untuk mempersingkat, langsung saja dihamparkan nasihat Allah Azza wa Jalla dalam ayat-ayat tersebut.

▣ Allah Ar-Rahman berfirman

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan kepada orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kalian menghambur-hamburkan (harta kalian) secara tabdzir." (QS. 17:26)

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

"Sesungguhnya mubadziriin itu adalah saudara-saudara syaithan, dan syaithan itu adalah sangat ingkar terhadap Tuhannya." (QS. 17:27)

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلا مَيْسُورًا

"Dan jika kamu berpaling dari mere­ka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harap­kan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas." (QS. 17:28)

◈ Adik-adik sekalian, dalam ayat ke 26 kita melihat untaian nasihat yang sangat kuat untuk kita sebagai pembuka terhadap apa yang Allah Ta'ala akan tekankan kemudian. Setelah Allah Al-Hakiim buka dengan perintah berbakti kepada kedua orang tua, kepada kaum kerabat dan bersilaturahmi. Kemudian Allah Ta'ala tutup ayat 26 dengan perintah-Nya

...وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
"...dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (harta kalian) secara tabdzir."

▣ Adik-adik yang dirahmati Ar-Rahmaan, di bagian penutup ayat 26 ini Allah Ta'ala menegaskan larangan bersikap tabdzir dalam memberi nafkah (membelanjakan harta). Hal ini selaras dengan apa yang disebutkan oleh Allah Ta'ala dalam ayat lain dalam Al-Qur'an.

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا...

"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir..." (QS. Al-Furqan 25:67)

◈ Adik-adik sekalian, sebagai pengokoh kemudian Allah Azza wa Jalla melanjutkan firman-Nya untuk menanamkan rasa antipati terhadap sikap pemborosan atau berlebih-lebihan:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ...

"Sesungguhnya mubadziriin itu adalah saudara-saudara syaithan..." (QS. 17:27)

▣ Dengan ini maka Allah Ta'ala menegaskan bahwa tindakan tabdzir serupa dengan amal atau sepak terjang syaithan.

◈ Sebentar-sebentar..... sudah sampai sejauh ini, adik-adik tahukah apa makna tabdzir itu?

▣ Adik-adik, berikut ini adalah 3 penjelasan tabdzir menurut ulama generasi salafuna shalih...generasi awal Islam....

⇨ 1. Tabzir berarti membelanjakan harta bukan pada jalan yang benar. (Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas)

⇨ 2. Tabzir berarti membelanjakan harta dalam bermaksiat kepada Allah Azza wa Jalla, pada jalan yang tidak benar, serta untuk kerusakan. (Qatadah)

⇨ 3. Terkait tabzir, Imam Mujahid mengatakan, "Seandainya seseorang membelanjakan semua hartanya dalam kebenaran, dia bukanlah termasuk orang yang boros. Dan seandai­nya seseorang membelanjakan satu mud bukan pada jalan yang benar, dia termasuk seorang pemboros."

◈ Jadi, secara sederhana bisa kita simpulkan bahwa tabdzir adalah tindakan boros/pemborosan karena membelanjakan harta secara berlebihan atau membelanjakanya tidak diatas jalan yang diridhai Allah Ta'ala. Pelaku Tabdzir adalah Mubadziriin. Nyaris sama ya dengan Bahasa Indonesia yang berkembang saat ini yang menamakan tindakan ini sebagai tindakan mubadzir dan pelakunya disebut orang yang mubadzir 😊

▣ Nah adik-adik semua....
Firman Allah Ta'ala dalam QS 17:27 ini menegaskan bahwa mubadziriin merupakan saudara syaithan karena tidak taat kepada Allah serta berbuat maksiat kepada-Nya.

◈ Dalam bagian akhir dari ayat 27 ini selanjutnya Allah Ta'ala tegaskan:

...وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

"...dan syaithan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."

▣ Dikatakan demikian karena syaithan ingkar kepada nikmat yang telah diberikan Allah Ta'ala kepadanya dan tidak mau mengerjakan amal ketaatan kepada-Nya, bahkan membalasnya dengan perbuatan durhaka dan melanggar perintah-Nya.

◈ Nah adik-adik sekalian....
Allah Azza wa Jalla kemudian menutup rangkaian ayat ini dengan firman-Nya di ayat 28

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلا مَيْسُورًا

"Dan jika kamu berpaling dari mere­ka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harap­kan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas." (QS. 17:28)

▣ Dengan kata lain, apabila ada yang meminta bantuan kepada kita dari kalangan sanak famili dan orang-orang yang dianjurkan Allah Ta'ala untuk diberikan sedekah atas mereka, sedangkan kita dalam keadaan tidak mempunyai sesuatu pun untuk kita berikan kepada mereka, lalu kita berpaling dari mereka karenanya, maka....

فَقُلْ لَهُمْ قَوْلا مَيْسُورًا

"...maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas."

◈ Maksudnya, sampaikanlah kepada mereka dengan kata-kata yang lemah lembut dan ramah serta bila memungkinkan janjikanlah kepada mereka bilamana kita mendapat rezeki dari Allah Ar-Razzaq maka kita akan menemui mereka untuk berbagi sebagai wujud قَوْلا مَيْسُورًا.

▣ Menurut tafsir yang dikemukakan oleh Mujahid, Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Al-Hasan, Qatadah, dan lain-lainnya sehubungan dengan makna قَوْلا مَيْسُورًا Bahwa yang dimaksud dengan قَوْلا مَيْسُورًا ialah perkataan yang mengandung janji dan harapan.

◈ Nah adik adik sekalian....
3 ayat yang dibahas kali ini memiliki struktur yang indah dalam hal penekanan terhadap larangan tabdzir. Diawali dengan perintah amal shalih yang utama terkait menunaikan hak kerabat, orang miskin dan fii sabilillah atas harta kita. Kemudian dilanjutkan dengan larangan tabdzir sekaligus Allah Ta'aala berikan alasan, latar belakang, serta akibatnya yang menguatkan larangan. Diakhiri dengan solusi bilamana kita dalam menunaikan hak.

▣◈▣ Jadi....
▣ Jangan belanjakan harta kita untuk sesuatu yang sia-sia. Belanjakanlah rezeki yang kita miliki sesuai dengan kehendak Allah Ta'ala. Jangan menjadi mubadziriin yang merupakan kawan-kawan syaithan. Tindakan tabdzir yang lazim di akhir/awal penanggalan miladiyah (masehi) diantaranya dengan membakar petasan dan aktifitas tabzir lainnya.

◈ Semoga Allah Ta'ala selamatkan kita dari tindakan tabdzir agar kita tidak jadi temannya Syaithan yang terkutuk...

▣ Barakallahu fiikum ajma'iin.
◈ Wassalam

0 Response to "Tabdzir dan Mubadzirin dalam perspektif Al-Qur'an"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI