SYARAT-SYARAT DITERIMANYA SYAHADATAIN (Lanjutan)

📗 Aqidah - MFT

📝 Ustadzah Prima Eyza Purnama

▣ Assalaamu'alaikum Wr.Wb

▣ Bagaimana kabarnya hari ini, adik-adik ?? Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan limpahan hidayah dari Allah SWT. Aamiin..

◈• Mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita mengenai syarat-syarat diterima syahadat yang pada kesempatan lalu telah selesai membahas syarat yang kelima. Kali ini pembicaraan kita masuk pada syarat yang keenam.

SYARAT KEENAM:

اَلْقَبُوْلُ اَلْمُنَافِيْ لِلرَّدِّ

(PENERIMAAN YANG MENGHILANGKAN PENOLAKAN)

▣ Orang yang bersyahadat haruslah menerima segala konsekuensi dari syahadat yang diucapkan. Bahwa ia harus berTuhan kepada Allah SWT saja satu-satunya, sehingga harus taat sepenuhnya kepada Allah SWT dengan ikhlas, dan bahwa ia mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya sehingga harus ber-ittiba' (mengikut) kepada semua ajaran beliau SAW.

→ Analoginya persis seperti adanya JUAL-BELI antara diri kita dengan ALLAH.

Firman Allah SWT dalam QS At-Taubah (9) ayat 111:

إِنَّ اللهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

→ ALLAH membeli dari orang-orang beriman itu diri (jiwa) dan harta mereka dengan bayaran dari-Nya yakni surga.

◈ Orang-orang beriman menjual jiwa dan hartanya kepada Allah SWT bermakna bahwa orang-orang beriman menjadikan jiwa dan hartanya tersebut sebagai sarana untuk bermujahadah (bersungguh-sungguh) di jalan Allah; bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah dengan segenap jiwa dan seluruh hartanya. Mereka mempersembahkan segenap jiwa dan hartanya untuk totalitas melaksanakan ajaran Allah SWT. Mereka tidak pernah merasa berat di dalam dirinya (jiwanya) untuk bersungguh-sungguh dalam ketundukan kepada Allah.

▣ Tidak pula merasa berat menyerahkan hartanya untuk mentaati perintah Allah, menyambut seruan Allah, dan mematuhi semua ajaran Allah. Tidak ada keberatan dan penolakan sedikitpun terhadap segala apa yang datangnya dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Semua diterima sepenuhnya, tanpa syarat.

▣ Maka, kemudian Allah membeli jiwa dan harta orang-orang beriman tersebut dengan memberikan surga kepada mereka. Ini tentu balasan yang sangat besar dari Allah kepada orang-orang beriman. Karena pada hakikatnya, jiwa dan harta orang-orang beriman tersebut adalah milik Allah seluruhnya. Dan surga Allah nilainya tentu jauh dan sangat-sangat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jiwa dan harta orang-orang beriman. Jadi sebenarnya, sudahlah Allah membeli milikNya sendiri, malah Allah membayar dengan harga yang jauh lebih tinggi pula dari apa yang dibeliNya tersebut.

◈ Allaahu Akbar...
Inilah balasan dari Allah bagi orang-orang yang menerima segala konsekwensi dari syahadatnya, yakni bersungguh-sungguh dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah.
 
▣ Demikian pula firman Allah SWT dalam QS Ash Shaff (61) ayat 10-13, Allah memberitahukan tentang perniagaan yang dapat menyelamatkan dari api neraka:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10 تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11 يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (12 وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (13


"(10) Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (11) (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, (12) niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.(13) Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman."

◈ 'Perniagaan' yang tidak akan pernah rugi, selalu untung, dan yang akan menyelamatkan dari azab yang pedih kelak di hari kiamat yakni:

→ Beriman kepada ALLAH dan RasulNya.

→ Bersungguh-sungguh di jalan ALLAH dengan harta dan jiwa.

▣ Ingatlah bahwa diri (jiwa) dan harta kita bukan milik kita, tapi milik ALLAH, maka tentu diri dan harta tersebut harus digunakan menurut kehendak dan aturan Pemiliknya, yakni Allah 'Azza wa Jalla. Jika kita menggunakannya tidak sesuai dengan kehendak/aturan Pemiliknya, berarti telah kita telah berkhianat dari syahadat kita kepada Allah.

◈ Allah telah mewahyukan dalam QS Al-Ahzaab (33) ayat 36:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

"Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata."

▣ Semoga kita senantiasa menjadi mukmin yang penuh tunduk dan taat menerima semua ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya, tanpa penolakan dan keberatan sedikitpun.
Aamiiin...

Bersambung...

Wallaahu a'lam bishshowab..

0 Response to "SYARAT-SYARAT DITERIMANYA SYAHADATAIN (Lanjutan)"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI