Sebab-sebab Penyimpangan dari Aqidah Yang Benar (bag-2)

📚 AQIDAH

📝 Pemateri: Ustadz Aus Hidayat Nur

Tulisan sebelumnya bisa di buka disini:

http://www.manis.id/2016/12/sebab-sebab-penyimpangan-dari-aqidah.html?m=1

❣6) Ghaflah (lalai),
terhadap merenungkan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang terhampar di jagat raya ini (ayat-ayat kauniyah).

Di antara mereka banyak yang terbuai dengan hasil-hasil teknologi dan kebudayaan, sampai-sampai mengira bahwa itu semua adalah hasil kreasi manusia semata.

Mereka mengagung-agungkan manusia serta menisbatkan kemajuan ini kepada jerih payah dan penemuan manusia modern.

Sebagaimana kesombongan Qorun yang berkata, “Innamaa utiituhu ala ilmin iendie “ (Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu , karena ilmu yang ada padaku) (Alqasshas: 78)

Mereka tidak berpikir dan melihat keagungan Allah yang telah menciptakan alam ini dan menambahkan berbagai keistimewaan di dalamnya sebagai penyempurnaan nikmat-Nya.

Bahwa Allah melengkapi manusia dengan keahlian kemampuan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memfungsikannya untuk kepentingan manusia.

Firman Allah:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu (Ashshaaffat: 96)
ۚ
يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dia menambahkan pada ciptaan-nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir:1 )

dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya (An Nahal:8 )

❣7) Lemahnya keluarga dalam menanamkan aqidah sejak dini dari dalam rumahnya sendiri.

Peranan orangtua, ketika para orangtua lalai dari menanamkan aqidah yang menjadi tugas utamanya, maka hancurlah generasi penerusnya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam telah mengingatkan kita,
”setiap bayi dilahirkan atas dasar fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang (kemudian) membuatnya menjadi yahudi, nasrani atau majusi (HR AlBukhari).

❣8) Rusaknya kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah negeri sehingga pendidikan agama diserahkan ke pesantren-pesantren yang dengan susah payah memerangi penyimpangan aqidah ini.

Kaum Muslimin banyak yang kecolongan memasukkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah yang kurikulumnya berasal dari kaum kafirin yang diubahsuaikan oleh orang-orang munafik yang lemah imannya.

❣9) Ghazwul Fikri, atau invasi pemikiran asing yang menyerbu ummat manusia dan khususnya Ummat Islam dengan ideologi dan tradisi materialisme, menyajikan kehidupan yang ibahiyah (serba boleh) dan berorientasi pada dunia.

Ghazwul Fikri masuk melalui media-media yang canggih seperti televisi media sosial, menyajikan kesenangan dan hiburan yang melalaikan manusia dari Allah.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (Luqman: 6)

❣10). Pengaruh pemimpin yang sesat dan sistem kepemimpinan yang menyesatkan.

Ini banyak sekali terjadi di negeri-negeri muslimin yang pemimpinnya sekuler dan tidak beraqidah sahihah. Mereka mengikuti pemimpin fasik dan munafik terhadap Islam dan Kaum Muslimin. Keadaan para pengikut dari pemimpin-pemimpin ini telah digambarkan Al Qur-an dalam beberapa ayat,
Dan orang-orang kafir berkata: "Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya."

Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadap kan perkataan kepada sebagian yang lain, orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri,
"Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman.

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: "Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa."

Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "(Tidak) sebenarnya tipu daya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya."

Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Saba: 31-33)

Para pengikut pemimpin yang zalim disebut mustadhafuun (orang-orang yang dianggap lemah dari segi akidah dan perekonomian sehingga membebek saja kepada para pemimpin yang membawa pada kesesatan.

Sementara para pemimpin sesat ini disebut Al Qur-an sebagai Al mustakbirun (orang-orang yang menyombongkan diri) dari ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Al mustakbirun mempengaruhi al mustadhafiin untuk mengikuti penyimpangan akidah dan kesesatan al mustakbiruun yang berbuah penyesalan di hadapan Allah di Hari Pembalasan nanti. Itulah sebabnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyatakan , “An nas ala diini muluukihim” (Biasanya masyarakat itu mengikuti agama para raja mereka). .

❣11) Salah memilih teman atau lingkungan hidup yang menjauhkan mereka dari Al Qur-an dan Sunnah. Kawan yang buruk menularkan penyakitnya yang berbahaya kepada teman-teman bermain dan bertukar pikirannya.

Karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud)

Manusia itu mengikuti kecenderungan teman-temannya karena itu hendaknya Kita melakukan pertemanan dengan orang-orang yang saleh dan memperjuangkan Islam .

Wallahu A'lam.

0 Response to "Sebab-sebab Penyimpangan dari Aqidah Yang Benar (bag-2)"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI