Polisi .. Kok Gitu Sih?

Salah satu pertanyaan saya ke murid-murid saya yang SD, “Udah besar mau jadi apa?” Jawaban mereka beragam, di antara yang hampir selalu muncul adalah polisi (selain dokter, pilot, dan guru)

Artinya polisi masih jadi favorit lho, karena kesan gagah dan mengayomi ada dalam benak anak-anak

Apalagi pasca pelumpuhan komplotan pencuri di Pulomas yang sangat cepat. Dua jempol buat POLRI ...!

Maka, jangan sampai kesan itu hilang, dan jangan  pula sebatas kesan, mesti jadi kenyataan yang langgeng. Melindungi, mengayomi, dan melayani.

Jangan sampai kesan itu tidak pernah muncul, atau yang  muncul adalah sebaliknya; arogan dibalik seragam dan senjata, tidak bersama masyarakat tapi bersama cukong dan preman, gara-gara perilaku sebagian kecil oknumnya

Yang terbaca, polisi nampak begitu mengerikan dan menyeramkan, itulah yang terjadi saat ini.

Saat  masa Presiden SBY yang jelas purnawirawan TNI, ratusan mungkin ribuan kali Beliau dikritik keras, tapi Beliau sabar ..., Nah saat ini, presiden yang justru sipil, seolah kembali masa represi orde baru yang militeristik, anti kritik ..

Kata-kata seperti si Fulan menjadi tersangka, si Fulan dipanggil polisi, dari pihak kepolisian lebih sering terdengar .., hanya karena “Fulan-Fulan” mengkritik pemerintah yang berkuasa saat ini ..

Belum lagi pernyataan-pernyataan pejabat tinggi Polri yang justru menebar ancaman di tengah masyarakat .., tidak simpatik

Jadi, sebenarnya pengayom masyarakat atau pengayom penguasa?

Saat Islam dan ulama direndahkan, baik di medsos dan lainnya, kesannya sangat lamban bahkan ogah-ogahan. Alasannya, belum ada laporan.

Paling mudah terlihat adalah penista agama seperti Abu Janda Al Boluwudi, sangat jelas status-statusnya menista Islam .. dia masih bebas berkeliaran, kalau pun belum ada laporan bukankah Polri punya Tim Cyber Crime?

Tapi jika ada yang mengkritik Mr. Presiden, sangat cepat diusut dan menjadi tersangka .., seperti yang dialami Bambang Tri ..
 
Maka, jangan salahkan masyarakat .. jika mereka masih belum mengubah persepsi bahwa TNI lebih asyik di banding POLRI ... pembandingan ini adalah hal yang alami ditengah masyarakat, jd jangan capek-capek berkilah

Lalu .. ini yang membuat termenung ..., apakah yang diiprediksikan oleh Nabi ﷺ memang sudah datang zamannya saat ini? Termasuk di negeri kita tercinta?

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

"سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللَّهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ".

👉Akan datang di akhir zaman adanya polisi yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka. (HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir, 2/192)

Imam Al Munawi mengatakan Syurthah (polisi) di sini adalah a’wanus sulthaan (pelindung penguasa). Beliau juga menjelaskan, -mengutip dari An Nihayah- bahwa polisi dinamakan Syurthah, karena mereka memiliki tanda (‘alamaat) untuk mengenalinya, dan juga keberadaannya  sebagai asyraatus saa’ah (tanda-tanda datangnya kiamat). (Faidhul Qadir, 4/169)

Asli .. Rindu Kapolri Hoegeng nih ..! Masih Ingat Hoegeng??

Ditulis oleh Ustadz Farid Nu'man Hasan.S.S.

NASEHAT HARI INI