Membunuh Semut

Assalamu'alaikum ustadzah... sebenarnyaaa membunuh semut itu haram gk sih . Terus kalau diberi kapur barus hingga semutnya mati .. itu menurut ukh miya gimna hukumnya ?

=========
Jawab:

Wa'alaikumussalaam warahmatullah...

Binatang semut sebenarnya termasuk salah satu dari binatang yang diharamkan untuk dibunuh. Sebagaimana hadits Nabi saw dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنَ الدَّوَابِّ النَّمْلَةُ وَالنَّحْلَةُ وَالْهُدْهُدُ وَالصُّرَدُ.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuh empat hewan: semut, lebah, burung Hudhud dan burung Shurad.” (HR. Abu Daud no. 5267, Ibnu Majah no. 3224 dan Ahmad 1: 332. Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Jadi ada empat binatang yang dilarang boleh Nabi saw untuk dibunuh, yakni: semut, lebah, burung Hudhud, dan burung Shurad.

Namun apabila binatang-binatang tersebut mengganggu, maka ia diperbolehkan untuk dibunuh. Hal ini mengacu kepada hadits Nabi saw tentang binatang fasik yang boleh dibunuh karena sifatnya yang pengganggu. Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِى الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ ، وَالْعَقْرَبُ ، وَالْحُدَيَّا ، وَالْغُرَابُ ، وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

“Ada lima jenis hewan fasik yang boleh dibunuh ketika sedang ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak dan kalb aqur (anjing galak).” (HR. Bukhari no. 3314 dan Muslim no. 1198)

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Muslim (8: 114) menjelaskan bahwa makna fasik dalam bahasa Arab adalah al khuruj (keluar). Seseorang disebut fasik apabila ia keluar dari perintah dan ketaatan pada Allah Ta’ala. Lantas hewan-hewan ini disebut fasik karena keluarnya mereka hanya untuk mengganggu dan membuat kerusakan di jalan yang biasa dilalui hewan-hewan tunggangan. Ada pula ulama yang menerangkan bahwa hewan-hewan ini disebut fasik karena mereka keluar dari hewan-hewan yang diharamkan untuk dibunuh di tanah haram dan ketika ihram.

Maka hal ini berlaku pula kepada semut, apabila ia mengganggu maka boleh dibunuh. Namun jika ia tidak mengganggu, maka kembali kepada hadits Nabi saw di awal bahwa ia diharamkan untuk dibunuh.

Lalu bagaimana cara membunuh semut ?
Ada larangan dari Nabi saw untuk membunuh semut dengan api, berdasarkan hadits dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu, ketika Rasulullah dan para sahabat sedang melakukan safar, Rasulullah saw melihat sebuah sarang semut sedang terbakar oleh api.
Lalu Rasullulah saw bertanya “siapa yang telah membakar ini? lalu para sahabat langsung menjawab “kami ya Rasulullah” lalu Rasulullah bersabda : "Tidak boleh membunuh dengan api kecuali Rabb sang pemilik api (Allah)."
(H.R Abu Daud).

Maka jika pun semut terpaksa dibunuh karena mengganggu, tidak boleh dengan menggunakan api. Menggunakan kapur barus dan sejenisnya lebih aman dan keluar dari keharaman hadits ini.

Demikian, waLLAAHU a'lam bishshowab...

Dijawab oleh Ustadzah Prima Eyza Purnama

NASEHAT HARI INI