Khadijah Binti Khuwailid R.a. (Part 4)

Khadijah Binti Khuwailid R.a. (Part 4)

📔 Sirah - MFT

📝 Ustadzah Yani

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا)
[Surat Al-Ahzab 33]

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

回● Pengorbanan itupun Harus Berakhir

Saat Rasulullah SAW diangkat menjadi Nabi, usia bunda Khadijah sekitar 55 tahun. Usia yang seharusnya menikmati sisa usia dengan tenang ditemani anak & cucu. Namun pada usia itulah perjuangan & pengorbanan bunda Khadijah yang sesungguhnya baru dimulai.

Bahkan pada tahun ke 7 kenabian, saat Rasulullah SAW dan kaum muslimin serta Bani Hasyim & Bani Abdul Muthalib diboikot oleh kaum kafir Quraisy selama 3 tahun, bunda Khadijah menemani Rasulullah SAW dalam masa-masa sulit pemboikotan. Sebuah ujian & pengorbanan yang amat berat.

Bagaimana wanita yang semula kaya dan mulia, bersedia dan mampu menjalani kepedihan hidup yang sangat berat. Rasanya kalau bukan karena bahasa keimanan, cinta, kesetiaan sulit mendapatkan rahasia jawabannya. Sungguh teladan yang sangat berharga bagi kaum Muslimin, dan khususnya bagi para Muslimah.

Selesai pemboikotan, fisik bunda Khadijah kian melemah. Karena usianya saat itu sudah mencapai 65 tahun. Kurang lebih 3 tahun sebelum Hijrah bunda Khadijah tutup usia. Bunda Khadijah dimakamkan di kota Hajun di kota Makkah. Rasulullah SAW sendiri yang menguburkannya, karena saat itu belum di syari'atkan shalat jenazah.

Rasulullah SAW jelas sangat sedih saat itu, karena ditinggal oleh bunda Khadijah, apalagi 2 bulan sebelumnya pamannya Abu Thalib pun wafat. Maka tercatat dalam sejarah Islam bahwa tahun 10 Kenabian dikenal dengan istilah 'Aamul Huzni ( Tahun kesedihan). Karena itu banyak para ulama mengatakan bahwa peristiwa Isra' Mi'raj yang terjadi saat itu, salah satu hikmahnya adalah penghibur atas kedihan yang dialami Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda :

  يتبع الميت ثلاث فيرجع اثنان ويبقى واحد يتبعه أهله وماله وعمله فيرجع أهله وماله ويبقى عمله ( رواه البخاري ومسلم ).

"Ada 3 perkara yang menyertai mayit (ke kuburnya). Dua darinya akan kembali, dan yang satu bakalann tetap bersamanya. Akan mengikutinya: keluarga, hartanya dan amalnya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya tetap bersamanya".

回● Kenangan Tak Terlupakan

Ada kalimat singkat yang pernah Rasulullah SAW ungkapkan tentang kedudukan bunda Khadijah dalam diri beliau tatkala Aisyah radhiallahu anha mempertanyakan perhatian beliau yang besar terhadapnya, Beliau berkata :

*اني رزقت حبها (رواه مسلم)*
"Sungguh aku telah dianugerahi rasa cinta kepadanya"

Namun demikian, sekali waktu Rasulullah SAW pernah juga menjelaskan alasan mengapa beliau begitu mencintai bunda Khadijah, Beliau bersabda :
Dalam satu riwayat dikatakan:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا أَبْدَلَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْهَا قَدْ آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِي أَوْلَادَ النِّسَاءِ » [أخرجه أحمد]

"Allah belum pernah menggantikan yang lebih baik darinya. Dirinya telah beriman padaku tatkala manusia mengingkariku, dia mempercayaiku ketika orang lain mendustakanku, dirinya telah mengorbankan seluruh hartanya manakala orang lain mencegahnya dariku, dan dengannya Allah memberiku rizki anak tatkala hal itu tidak diberikan pada istri-istriku yang lainnya“. (HR Ahmad 41/356 no: 24864)

Sikap Rasulullah SAW tidak hanya sebatas lisan, Beliau pun menampakkan dalam perbuatan dan sikap. Salah satunya dengan menjaga hubungan baik terhadap teman-teman dekat bunda Khadijah semasa hidup.

Begitupula halnya, apabila mendengar suara Halah saudara perempuan bunda Khadijah, Rasulullah SAW selalu terkenang dengan suara bunda Khadijah karena kemiripannya, sehingga hati Beliaupun merasa tenang.

Berdasarkan sikap Beliau, maka sangatlah wajar jika Aisyah ra walaupun beliau memiliki banyak keutamaan dan kedudukan disisi Rasulullah SAW dan sangat dicintainya, tetap saja tidak dpat menyembunyikan kecemburuannya terhadap bunda Khadijah. Padahal saat Aisyah ra menjadi istri Rasulullah SAW, bunda Khadijah telah wafat.

Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا غِرْتُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ وَمَا رَأَيْتُهَا وَلَكِنْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ ذِكْرَهَا وَرُبَّمَا ذَبَحَ الشَّاةَ ثُمَّ يُقَطِّعُهَا أَعْضَاءً ثُمَّ يَبْعَثُهَا فِي صَدَائِقِ خَدِيجَةَ فَرُبَّمَا قُلْتُ لَهُ كَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ فِي الدُّنْيَا امْرَأَةٌ إِلَّا خَدِيجَةُ فَيَقُولُ إِنَّهَا كَانَتْ وَكَانَتْ وَكَانَ لِي مِنْهَا وَلَدٌ » [أخرجه البخاري ومسلم

"Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi melebihi kecemburuanku terhadap Khadijah, dan aku belum pernah berjumpa dengannya. Akan tetapi, beliau sering sekali menyebutnya. Terkadang beliau menyembelih kambing lalu memotong-motong dan mengirim pada teman-teman Khadijah. Sampai pernah aku mengatakan padanya: ‘Seakan-akan tidak ada wanita lain didunia ini kecuali Khadijah’. Maka beliau menjawab: “Sesungguhnya dia itu wanita begini dan begitu, darinya aku dikarunia anak“. Dalam salah satu riwayat dikatakan: “Sesungguhnya aku di karunia buah hati darinya“. (HR Bukhari no: 3818. Muslim no: 2434, 2435)


Bersambung....
=====================
Maraji' :
Isteri & Puteri Rosulullah SAW ( Mengenal & Mencintai Ahlul Bait)
》》》 Divisi Terjemah Kantor Dakwah Sulay KSA ( Penyusun : Ust. Abdullah Haidir, Lc)

0 Response to "Khadijah Binti Khuwailid R.a. (Part 4)"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI