Sebab-sebab Penyimpangan dari Aqidah Yang Benar

AQIDAH

Pemateri: Ustadz Aus Hidayat Nur

Untuk mengatasi penyimpangan aqidah pada diri pribadi maupun masyarakat perlu diketahui lebih dahulu sebab-sebabnya, kemudian berupaya melakukan pengobatan dan solusi nya dengan sungguh-sungguh.

Di antara sebab-sebab penyimpangan aqidah adalah:

❣1. Kebodohan terhadap aqidah sahihah

Hal ini dikarenakan enggan dan malas mempelajari dan mengajarkannya, atau karena kurangnya perhatian terhadapnya, sehingga tumbuh suatu generasi yang  tidak mengenal aqidah yang benar dan  sangat mudah disesatkan dan menyesatkan.

Hal ini pernah terjadi pada kaum Nabi Musa yang begitu mudah disesatkan oleh Samiri,

قَالُوا مَا أَخْلَفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَا وَلَٰكِنَّا حُمِّلْنَا أَوْزَارًا مِنْ زِينَةِ الْقَوْمِ فَقَذَفْنَاهَا فَكَذَٰلِكَ أَلْقَى السَّامِرِيُّ#
فَأَخْرَجَ لَهُمْ عِجْلًا جَسَدًا لَهُ خُوَارٌ فَقَالُوا هَٰذَا إِلَٰهُكُمْ وَإِلَٰهُ مُوسَىٰ فَنَسِيَ

Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya", kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: "Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa."  (Thahaa: 87-88)

❣2. Tidak mengenal kejahiliyyahan dan karakakteristiknya yang berbahaya dalam merusak keimanan dan pendirian hidup yang benar.

Sebagaimana  pernah disinyalir oleh Khalifah Umar bin Khattab,
“Sesungguhnya ikatan simpul Islam akan pudar satu demi satu manakala dalam Islam terdapat orang-orang yang tumbuh tanpa mengenal (bahaya) kejahiliyyahan”.

❣3. Ta’asub atau fanatik  kepada sesuatu yang dianggap sebagai warisan nenek moyang atau  istilah lainnya warisan luhur budaya bangsa.

Mereka menyebutnya sebagai kearifan budaya lokal dengan tanpa melihat dan menimbang kebijaksanaan universal yang datang dari Allah.

Firman Allah,

 وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,"

Mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami".

"(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". (Albaqarah: 170)

❣4. Taqlid buta,
yaitu mengambil pendapat manusia yang dianggap lebih pandai tanpa mengetahui dalil-dalilnya atau menyelidiki seberapa jauh kebenarannya.

Hal ini terjadi pada golongan-golongan seprti Mu’tazilah, Syi’ah, Jahmiyah dan lainnya. Mereka bertaqlid kepada pemimpin yang sesat sehingga mereka menyimpang jauh dari aqidah yang sahihah (benar).

❣5. Ghuluw (berlebihan)  dalam mencintai para wali dan orang-orang yang saleh, serta mengangkat mereka di atas derajat yang semestinya.

Mereka meyakini bahwa orang-orang ini dapat mendatangkan kemanfaatan atau menolak kemudharatan dengan perantaraan ilmu ghaib (laduni).

Mereka juga menjadikan para wali ini sebagai perantara untuk mencapai keredhaan Allah, sehingga mereka menjadikannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Mereka menyebut nama-namanya dalam doa dan istighosah bahkan bertaqarrub kepada kuburan para wali itu atau pun benda-benada (patung, foto atau gambar) para wali itu.

Inilah yang terjadi pada kaum Nabi Nuh terhadap orang-orang saleh ketika mereka berkata:

Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr (Nuh: 23)

(Bersambung)

0 Response to "Sebab-sebab Penyimpangan dari Aqidah Yang Benar"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI