Mengucapkan Selamat Natal

Ustadz Farid Nu'man Hasan

Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

๐Ÿƒ๐ŸŒปFatwa Imam Ibnul Qayyim Tentang Mengucapkan Selamat Natal๐ŸŒป๐Ÿƒ

Berikut ini fatwa  Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah Rahimahullah tentang sekedar mengucapkan selamat hari raya agama lain –yang sebenarnya lebih ringan dibanding ikut merayakannya:

ูˆุฃู…ุง ุงู„ุชู‡ู†ุฆุฉ ุจุดุนุงุฆุฑ ุงู„ูƒูุฑ ุงู„ู…ุฎุชุตุฉ ุจู‡ ูุญุฑุงู… ุจุงู„ุงุชูุงู‚ ู…ุซู„ ุฃู† ูŠู‡ู†ุฆู‡ู… ุจุฃุนูŠุงุฏู‡ู… ูˆุตูˆู…ู‡ู… ููŠู‚ูˆู„ ุนูŠุฏ ู…ุจุงุฑูƒ ุนู„ูŠูƒ ุฃูˆ ุชู‡ู†ุฃ ุจู‡ุฐุง ุงู„ุนูŠุฏ ูˆู†ุญูˆู‡ ูู‡ุฐุง ุฅู† ุณู„ู… ู‚ุงุฆู„ู‡ ู…ู† ุงู„ูƒูุฑ ูู‡ูˆ ู…ู† ุงู„ู…ุญุฑู…ุงุช ูˆู‡ูˆ ุจู…ู†ุฒู„ุฉ ุฃู† ูŠู‡ู†ุฆู‡ ุจุณุฌูˆุฏู‡ ู„ู„ุตู„ูŠุจ ุจู„ ุฐู„ูƒ ุฃุนุธู… ุฅุซู…ุง ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฃุดุฏ ู…ู‚ุชุง ู…ู† ุงู„ุชู‡ู†ุฆุฉ ุจุดุฑุจ ุงู„ุฎู…ุฑ ูˆู‚ุชู„ ุงู„ู†ูุณ ูˆุงุฑุชูƒุงุจ ุงู„ูุฑุฌ ุงู„ุญุฑุงู… ูˆู†ุญูˆู‡. ูˆูƒุซูŠุฑ ู…ู…ู† ู„ุง ู‚ุฏุฑ ู„ู„ุฏูŠู† ุนู†ุฏู‡ ูŠู‚ุน ููŠ ุฐู„ูƒ ูˆู„ุง ูŠุฏุฑูŠ ู‚ุจุญ ู…ุง ูุนู„ ูู…ู† ู‡ู†ุฃ ุนุจุฏุง ุจู…ุนุตูŠุฉ ุฃูˆ ุจุฏุนุฉ ุฃูˆ ูƒูุฑ ูู‚ุฏ ุชุนุฑุถ ู„ู…ู‚ุช ุงู„ู„ู‡ ูˆุณุฎุทู‡

“Adapun memberi ucapan selamat (tahniah) pada syiar-syiar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, imlek, waisak, dll, pen) adalah  hal  yang diharamkan berdasarkan  kesepakatan  kaum muslimin.  

Misalnya memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan yang semacamnya.  Kalau memang orang yang mengucapkan itu bisa selamat dari kekafiran, namun  itu termasuk dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan itu lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dimurkai Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut, dan dia tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat.

Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia  layak mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”

© Imam Ibnul Qayyim, Ahkam Ahlu Adz Dzimmah, Hal. 162. Cet. 2. 2002M-1423H. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah

0 Response to "Mengucapkan Selamat Natal"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI