Mengghibah Terhadap Penista Al Quran

Pemateri: *Ustadz Farid Nu'man Hasan.S.S.*

Bismillah wal Hamdulillah

Ghibah adalah dosa besar, yaitu membicarakan keburukan saudara sesama muslim yang dia tidak suka jika dirinya dibicarakan.

Ada pun meng-ghibahi penista Al Quran, bukanlah ghibah tapi _nahi munkar_, agar manusia tahu kemungkarannya dan kejahatannya. Jangankan kepada non muslim, jika pelakunya muslim saja boleh dibicarakan. Sebagaimana para ulama hadits sering berkata kepada perawi hadits:

_Dia pembohong ... dia pemalsu hadits ... dia hapalannya lemah .. dll_

Apalagi dengan non muslim yang berkali kali menyakiti umat Islam.

Ada beberapa ghibah yang diperbolehkan, sebagaimana yang tertera dalam _Riyadhus Shalihin_-nya Imam An Nawawi Rahimahullah. Saya  ringkas sebagai berikut: (Hal. 366-367, Maktabatul Iman, Al Manshurah)

*1. Mengadukan kepada hakim, tentang kejahatan  orang yang zalim*

2. Minta tolong supaya menasehati orang yang berbuat mungkar kepada orang yang dianggap sanggup menasehatinya.

*3. Karena minta fatwa: fulan menganiaya saya, bagaimana cara menghindarinya?*

4. Bertujuan menasehati, agar orang lain tidak terpedaya oleh orang tersebut.

*5. Terhadap orang yang terang-terangan melakukan kejahatan, maka yang demikian bukan ghibah, sebab ia sendiri yang menampakannya.*

6. Untuk memperkenalkan orang dengan gelar yang sandangnya, seperti Al A’masy (buram matanya), Al A’raj (Si Pincang), Al A’ma (Si Buta), Al ‘Asham (Si Tuli), Al Ahwal (si Juling), semua ini adalah gelar yang pernah disandang oleh sebagian ulama hadits.

Sekian. Wallahu A’lam

0 Response to "Mengghibah Terhadap Penista Al Quran"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI