Kemuliaan Dan Keagungan Tawhidullah

Kemuliaan Dan Keagungan Tawhidullah

Pemateri: Ustadz Aus Hidayat Nur

Seringkali timbul pertanyaan, “Manakah yang lebih baik orang kafir yang bersih dari korupsi atau orang Islam (beriman) yang  korupsi?”

Ataukah pernyataan serupa “Kan lebih baik memilih pemimpin kafir yang jujur tidak korupsi dibandingkan pemimpin Islam yang korupsi”.

Untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan di atas marilah Kita menggunakan nilai-nilai aqidah dan akhlak Islam bersumber dari Al Qur-an Sunnah. Jangan menggunakan logika dan perasaan semata tetapi gunakan akal yang dibimbing oleh naqal (wahyu) sehingga jawaban kita benar-benar dapat dipertanggungjawabkan Dunia Akhirat…

1⃣ Pertama, benarkah ada orang kafir yang  bersih dari korupsi atau benarkah ada orang kafir yang jujur?

Secara realitas ternyata kebanyakan pelaku korupsi adalah orang-orang kafir. Karena kekufuran itu dasar semua penyakit hati dan membuat pelakunya berbuat aneka ragam dosa dengan seenaknya.

Betapa tidak, ketika dia tidak percaya dengan pengawasan Allah dan tuntutan Akhirat sudah pasti pelanggaran pun sering dilakukan. Namun di antara orang-orang kafir ada yang  pandai menipu manusia lain dan memunculkan citra diri yang baik di hadapan manusia. Di zaman sekarang ini manipulasi seperti itu  mudah sekali dilakukan.

2⃣Kedua, keimanan yang murni lahir dari sikap jujur, atau membenarkan nilai-nilai kebenaran yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya.
Maka jika ada orang beriman yang korupsi hal ini dilakukan ketika imannya melemah atau sedang diganggu kemunafikan tetapi secara umum orang-orang beriman kepada Tauhidullah tidak akan korupsi.

Jadi jawaban pertanyaan di atas adalah ketika ada pilihan antara orang kafir yang tidak korupsi dengan orang beriman yang korupsi Kita memilih orang yang beriman dan insya Allah orang beriman itu tidak korupsi. Memilih orang-orang beriman (baca Islam) sebagai pemimpin adalah pilihan Allah dan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam , itulah pilihan untuk menghindarkan Kita memilih pemimpin korupsi.

Ada banyak kaum muslimin yang kagum dengan bangsa-bangsa musyrikin karena dalam pandangan mereka kaum musyrikin itu nampak lebih jujur, kotanya bersih, penduduknya ramah, dan negeri mereka pun mencapai kemakmuran seperti Jepang , New Zealand, negara-negara di Eropa dan sebagainya.  Bahkan ada yang berani mengatakan bahwa negeri-negeri itu lebih islami dari negeri-negeri Muslimin yang sekarang ini carut marut dilanda perang dan pertikaian.

Jawabannya: Keislaman tidak dinilai dengan keberhasilan pembangunan material seperti kekayaan, kesejahteraan, kebersihan dan lain-lain. Sebab Allah telah menyatakan di dalam Al Qur-an:

(وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ * وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ * وَزُخْرُفًا ۚ وَإِنْ كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينٌَ)

Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng- loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya. Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya. Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Azzukhruf: 33-35)

Karena itu Kaum Muslimin jangan terperdaya dengan tampilan keberhasilan Duniawi dari orang-orang musyrikin di negeri-negeri kafirin, karena bagi Allah hal itu bukan keutamaan dan perbuatan mereka sama sekali tidak bernilai di Akhirat. Inilah pernyataan Allah:

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?  (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu, karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab, sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (Al Fajr: 6-14).

Jika orang-orang musyrik Jepang itu jujur , maka kejujuran tersebut bukan karena mereka islami atau karena didasari iman. Hal tersebut tidak lain karena citra diri atau negeri mereka. Berapa banyak kejahatan terjadi disana yang mereka tutup-tutupi, apalagi jika diukur dengan pelanggaran syariat seperti judi, pelacuran, LGBT, penipuan terhadap bangsa lain, dan sebagainya.

📒 Kemuliaan Orang-orang Beriman

Tahukah Anda bahwa keimanan kepada tauwhidullah (Keesaan Allah) yang menjadi fondasi dan pilar utama ajaran Islam merupakan kekuatan yang paling dahsyat di alam semesta?

Memang, sungguh beruntung Kaum Muslimin yang diperkenankan Allah untuk mengimani dan menghayati Tawhidullah . Dengan tawhid ini mereka menjadi mulia dan utama , bernilai tinggi di sisi Allah. Hal ini telah menjadi jaminan-Nya di dalam Al Qur-an.
Firman Allah:
Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.  (Albayyinah : 6-7).

Ayat di atas menggambarkn bahwa orang-orang kafir akan dihinakan Allah dan kedudukan mereka di dunia ini adalah “Syarrul Barriyah” (seburuk-buruk makhluk). Karena mereka tidak menggunakan hati pikiran, mata dan telinganya untuk mengimani Allah.

Sebaliknya orang-orang yang beriman di sisi Allah merupak “Khairul Barriyah” (sebaik-baik makhluk). Iman kepada Tauhidullah ini menjadikan pemiliknya hamba Allah yang berharga dan bernilai tinggi di sisi Allah. Mereka akan selamat dari kehinaan di Dunia dan neraka jahannam di Akhirat nanti.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (Attiin: 4-6).

Demikian pula Ummat Islam dengan aktifitas amar ma’ruf nahi munkar dan keimanannya kepada Allah menjadi ummat terbaik di sisi Allah

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ [آل عمران : 110]

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imran: 110)

Wallahu A'lam.

0 Response to "Kemuliaan Dan Keagungan Tawhidullah"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI