Tafsir QS Al-Hujuraat ayat 9-10 (Bagian II)

📆 Sabtu, 11 Shafar 1438 H/12 November 2016

📒 Al-Qur'an

📝 Ustadz Noorahmat

============================

Asaalamu'alaikum adik-adik.
Bagaimana khabarnya? Semoga Allah Azza wa Jalla mengkaruniai istiqamah dalam Iman Islam. Sebagai kelanjutan dari pekan lalu, kali ini akan kita bahas tafsir dari QS Al-Hujuraat ayat 10.

Firman Allah Azza wa Jalla

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."

Kita kupas bagian per bagian ya...

...إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara."

Penggalan ayat ini menunjukkan bahwa hakikat persaudaraan sejati tidaklah ditentukan oleh hubungan kekerabatan, namun lebih pada keimanan. Semuanya yang se-Iman adalah saudara, hal ini seperti yang disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya dimana beliau yang mengatakan:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ
"Orang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, ia tidak boleh berbuat aniaya terhadapnya dan tidak boleh pula menjerumuskannya."

Adik-adik, hadist-hadist shahih yang menerangkan persaudaraan atas dasar kesatuan aqidah cukup banyak, dan berikut ini coba disuguhkan beberapa diantaranya.

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

"Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba selalu menolong saudaranya."

إِذَا دَعَا الْمُسْلِمُ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ: آمِينَ، وَلَكَ بِمِثْلِهِ

"Apabila seorang muslim berdo'a untuk kebaikan saudaranya tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, maka malaikat mengamininya dan mendoakan, 'Semoga engkau mendapat hal yang serupa.'"

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوادِّهم وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَوَاصُلِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بالحُمَّى والسَّهَر

"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam persahabatan kasih sayang dan persaudaraannya sama dengan satu tubuh; apabila salah satu anggotanya merasa sakit, maka rasa sakitnya itu menjalar ke seluruh tubuh menimbulkan demam dan tidak dapat tidur (istirahat)."

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
"Orang mukmin (terhadap mukmin lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lainnya saling kuat-menguatkan. (Kemudian Rasulullah SAW menyatukan jari-jemarinya)"

Imam Ahmad dalam musnad beliau menceritakan hadist berikut dari Rasulullah SAW yang bersabda:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ، يَأْلَمُ الْمُؤْمِنُ لِأَهْلِ الْإِيمَانِ، كَمَا يَأْلَمُ الْجَسَدُ لِمَا فِي الرَّأْسِ

"Sesungguhnya orang mukmin dari kalangan ahli iman bila dimisalkan sama kedudukannya dengan kepala dari suatu tubuh; orang mukmin akan merasa sakit karena derita yang dialami oleh ahli iman, sebagaimana tubuh merasa sakit karena derita yang dialami oleh kepala."

Nah, adik-adik...hadist-hadist diatas sudah cukup gamblang menjelaskan persaudaraan atas dasar iman. Sekarang kita lanjutkan dengan penggalan berikutnya dari QS Al-Hujuraat ayat 10 secara beruntun ya...

Firman Allah Ta'ala

...فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ...

"...maka damaikanlah antara keduanya..."

Mendamaikan siapa ya adik-adik? Yakni mendamaikan di antara dua golongan mukmin yang berseteru.

...وَاتَّقُوا اللَّهَ...

"...dan bertakwalah kepada Allah..."

Sampai dimanakah batas ketaqwaannya? Tentu saja dalam semua jenis urusan kita sebagai manusia, karena Islam mengatur seluruh hajat hidup manusia hingga sedetail-detailnya.

لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ...

"...supaya kamu mendapat rahmat."

Nah adik-adik, inilah pernyataan dari Allah Ar-Rahmaan yang mengandung kepastian bahwa Dia pasti memberikan Rahmat-Nya kepada orang yang bertakwa kepada-Nya.

Tentu kita semua ingin mendapat Rahmat dari Allah Ar-Rahmaan kan? Maka, jagalah ukhuwah yang didasarkan pada keimanan dengan penuh kesungguhan.

Sampai disini dahulu ya, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan hati dan jiwa kita senantiasa terikat pada jiwa-jiwa orang-orang yang beriman pada Allah Azza wa Jalla, sehingga selalu menjadi juru damai ketika melihat sesama mukmin bersilang sengketa agar kita semua senantiasa mendapat limpahan Rahmat dari Allah Ar-Rahmaan atas kesungguhan kita dalam menjaga kualitas ketaqwaan. Aamiin.

Kita bersua kembali pada kesempatan berikutnya pekan depan InsyaAllah.

Wassalam