Khadijah Binti Khuwailid R.a. (Part 1)

📆 Selasa, 07 Shafar 1438 H/08 November 2016

📔 Sirah

📝 Ustadz Yani
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا.

"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. Al-Ahzab: 33)

1⃣ Profil dan Pernikahannya Dengan Rasulullah SAW

Khadijah binti khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay Al-Qurasiyah Al-Asadiyah... begitulah nama lengkap bunda Khadijah. Lahir di Makkah pada tahun 68 sebelum hijrah. Terlahir dari keluarga terhormat dan mulia, bahkan di juluki Ath-Thahirah (wanita suci) dimasa jahiliyah. Ayahandanya meninggal pada perang Fijar.

Selain dari keluarga terhormat di kaumnya, bunda Khadijah adalah Bussiness Woman ulung saat itu. Kafilah dagangnya tak ada henti membawa barang dagangan dari Makkah-Madinah, dan juga sering menyewa orang untuk menjualkan barang dagangannya ke Syam dengan imbalan.

Dengan segala kelebihan yang dimiliki bunda Khadijah merupakan puncak impian bagi wanita pada umumnya, namun, Allah SWT menghendaki melebihi dari batas pada umumnya, bahkan melebihi dunia yang fana ini.

Kemuliaan mana lagi yang dapat menandingi kemuliaan wanita yg dihormati di kaumnya, kaya raya, dan sebagai istri dari manusia paling mulia di bumi ini, yaitu Muhammad Rasulullah SAW.

Sebenarnya sudah banyak para lelaki mendekati bunda Khadijah saat itu, namun, tampaknya tak ada yang berkenan di hatinya. Sebelum menikah dengan Rasulullah SAW, beliau adalah janda yang sudah menikah 2 kali. Pernikahan pertama dengan Abu Halah bin Zurarah bin Nabasy At-Tamimi, dan kedua dengan Atiq bin A'iz bin Umar bin Makzhum.

Bunda Khadijah menerima pinangan Rasulullah SAW, berawal dari informasi atas  kemuliaan akhlak dan sifat amanah yang terpuji nya Rasulullah. Dan saat itu Rasulullah SAW belumlah diangkat oleh Allah SWT sebagai Nabi. Bunda mengutus budaknya Maisarah menawarkan kerjasama kepada Rasulullah SAW dalam perdagangannya ke Syam dengan imbalan tertentu, dan menyertainya, gayung bersambut dan Rasulullah SAW pun menerima.

Selama perjalanan Maisarah melihat banyak keistimewaan pada diri Rasulullah SAW, diantaranya adalah saat Beliau singgah disebuah pohon dekat tempat ibadah seorang rahib. Rahib tersebut bertanya kepada Maisarah, "Siapa orang itu?" "Orang dari suku Quraish, penduduk tanah Haram (Makkah)" jawab Maisarah.

Rahib itu pun berkata; "Tidak ada yang singgah seorangpun dibawah pohon itu kecuali seorang Nabi."

Keistimewaan lainnya yang dimiliki Rasulullah SAW adalah akhlak mulia, tutur kata yg lembut, sifat Amanah dan kejujuran. Maisarah pun menangkap Barakah pada diri Beliau, karena barang dagangannya mendapat keuntungan berlipat-lipat.

Setelah kembalinya dari Syam, Maisarah pun melaporkan semuanya kepada bunda Khadijah. Seperti mendapatkan apa yang selama ini dicarinya, bunda Khadijah pun mengungkapkan keinginannya kepada sahabatnya Nafisah binti Umayyah tentang perasaannya terhadap Rasulullah SAW. Lalu, Nafisah pun menyampaikannya kepada paman Rasulullah SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib.

Ternyata, keinginan bunda Khadijah disambut baik oleh Rasulullah SAW, lalu Hamzah pun secepatnya mendatangi paman bunda Khadijah yaitu 'Amr bin Asad bin Abdul Uzza untuk menyampaikan lamaran dari Rasulullah SAW kepada bunda Khadijah. Lalu, pernikahan pun dilaksanakan dengan mahar 12 Uqiyah, dan saat itu Rasulullah SAW berusia 25 tahun dan bunda Khadijah berusia 40 tahun.

Begitulah takdir yang Allah SWT gariskan, didalamnya terkandung pelajaran yg sangat berharga. Akhlaq mulia adalah bekal paling utama dalam kehidupan, disini menjadi standar penilaian bagi orang-orang mulia. Dan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun rumah tangga, sebagaimana Rasulullah SAW isyaratkan.

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوْهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ

"Apabila datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita kalian) maka hendaknya kalian menikahkannya dengan wanita kalian. Bila tidak, akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan." (HR. At-Tirmidzi no. 1085, hadits ini derajatnya hasan)

Bersambung...

Maraji' :
Isteri & Puteri Rasulullah SAW (Mengenal & Mencintai Ahlul Bait)

• Divisi Terjemah Kantor Dakwah Sulay KSA (Penyusun : Ust. Abdullah Haidir, Lc)

0 Response to "Khadijah Binti Khuwailid R.a. (Part 1)"

Post a Comment