Menjual Barang Baku Halal lalu Diproduksi u/ Barang Haram

Ustadzah Nurdiana

Assalumualaikum,saya mau tanya,apa hukumnya menjual barang baku halal,kemudian diproduksi utk membuat barang haram,misalnya,si A menjual gula merah,lalu gula merah tersebut di gunakan untuk bahan membuat arak,apkah si penjual gula merah tsbt berdosa,syukron ats jawabannya ustadz. # A01

Jawaban
----------

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Pertama, saat kita berjual beli setelah transaksi. Dan di bayar maka kepemilikan gula merah berpindah dan si penjual tdk lagi bertanggung jawab dgn gula tersebut.krn gula merah itu kini sdh jd milik pembeli.dan penggunaannya juga terserah pembeli. Hukum jual beli nya sah dan boleh

Akan tetapi kalau si penjual tahu bahwa si pembeli memesan gula merah untuk di buat arak. Maka ini tidak diperbolehkan. Allah berfirman dalam surat Almaidah ayat 2:
" .....saling tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam keburukan. "

Setiap pengusaha muslim memiliki kewajiban untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla, dengan menjalankan syari’at nasehat-menasehati sesama muslim. Dengan demikian ia tidaklah memproduksi atau memasarkan kecuali barang-barang yang mendatangkan kemanfaatan dan kebaikan bagi umat Islam. Sebagaimana sudah sepantasnya bila seorang pengusaha muslim menjauhi setiap jbarang yang mendatangkan kejelekan dan kerusakan pada mereka. Ketahuilah bahwa rizki dan usaha yang halal terlalu banyak jumlahnya bila dibandingkan dengan yang haram.Allah.berfirman:

 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ . الطلاق 2-3

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
(Qs. At Thalaq: 2-3)

Perlu diketahui bahwa kewajiban nasehat-menasehati ini merupakan bukti akan keimanan kita. Allah Ta’ala berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar.” (Qs. At Taubah: 71)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ. قيل لِمَنْ يا رسول الله؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ. مسلم

“Agama itu adalah nasehat.” Dikatakan kepada beliau: “Nasehat untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Nasehat untuk Allah, Rasul-Nya, para pemimpin dan seluruh lapisan masyarakat Islam.” (Riwayat Muslim)                      

Wallahu'ala bisshawab