Lağımcı, Kesatuan Tak Dikenal.. Doa Sunyi Bagi Mereka Semua..

Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Dalam setiap kemenangan dan keberhasilan.. yang sering tidak terbilang atau bahkan terlupakan adalah kegagalan dan kekalahan yang jauh dari pentas utama.

Sesunyi pujian dan pengakuan bagi para syuhada kesatuan bawah-tanah Lağımcı dari Turki-Utsmani yg berlatih bersama angkatan bersenjata Serbia dari Novo-Brdo.

Sejenak saya bersikap tegak sempurna dan hormat kepada mereka - prajurit tak dikenal - yang gugur berbilang banyak di bawah bumi İstanbul. Gugur dalam lorong-lorong sempit terkena serangan lawan, tertimbun ambruknya langit-langit terowongan, maupun yang meletakkan jiwanya untuk meledakkan sumbu pendek mesiu di bawah dinding2 kota yg diisyaratkan dalam hadits Latuftahanna.

Dalam kamus saya, kalian semua selalu saya kenang.. Nabi (saw) bersabda "Latuftahanna al-Qusthanthiniyyah, falani'mal amiir, amiiruha, walani'mal jaysh, dzaalikal jaysh" yg berarti "Pasti kalian akan bebeaskan Konstantinopel, maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya (yg membebaskannya) dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya (bersamanya)."

Menimba kesadaran sejarah melalui konsim pembebasan kota Konstantinopel, oleh Sultan Mehmed II bergelar Fatih, 29 Mei 1453.