Kepahlawanan Para Ulama Menghadapi Pemimpin Zalim

Jumat, 4 Shafar 1438H / 4 Nopember 2016

MUAMALAH

Pemateri: Ustadz Farid Nu'man Hasan

Sepenggal kisah Imam Sa'id bin Jubeir Radhiallahu 'Anhu.
Kita putar sejarah masa silam. Masa tabi'in yang gemilang dan cemerlang.

Kisah Imam Sa’id bin Jubeir Radhiallahu ‘Anhu kepada Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi, gubernur Zalim di Iraq.

Tentang kecaman keras Sa'id bin Jubeir Radhiallahu ‘Anhu terhadap gubernur zalim ini, sangat terkenal, bahkan akhir hayatnya pun diujung pedang Al Hajjaj.

Beliau berkata tentang Hajjaj bin Yusuf dan pasukannya, sebagai berikut:

عن أبي اليقظان قال: كان سعيد بن جبير يقول يوم دير الجماجم وهم يقاتلون: قاتلوهم على جورهم في الحكم وخروجهم من الدين وتجبرهم على عباد الله وإماتتهم الصلاة واستذلالهم المسلمين. فلما انهزم أهل دير الجماجم لحق سعيد بن جبير بمكة فأخذه خالد بن عبد الله فحمله إلى الحجاج مع إسماعيل بن أوسط البجلي

“Dari Abu Al Yaqzhan, dia berkata:

Said bin Jubeir pernah berkata ketika hari Dir Al Jamajim, saat itu dia sedang berperang (melawan pasukan Hajjaj):

 “Perangilah mereka karena kezaliman mereka dalam menjalankan pemerintahan, keluarnya mereka dari agama, kesombongan mereka terhadap hamba-hamba Allah, mereka mematikan shalat dan merendahkan kaum muslimin.”

Ketika penduduk Dir Al Jamajim kalah, Said bin Jubeir melarikan diri ke Mekkah. Kemudian dia dijemput oleh Khalid bin Abdullah, lalu dbawanya kepada Hajjaj bersama Ismail bin Awsath Al Bajali.” (Imam Muhammad bin Sa’ad, Thabaqat Al Kubra, 6/265. Dar Al Mashadir, Beirut)

🔹🔸🔹

Demikianlah salah satu kecaman keras terhadap pemimpin Iraq nan zalim, oleh seorang ulama fiqih dan tafsir, salah satu murid terbaik Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, yakni Imam Sa’id bin Jubeir Rahimallahu ‘Anhu.

Dia adalah imamnya para imam pada zamannya, dan manusia paling ‘alim saat itu.

Dia tidak mengatakan: “Aku akan pergi ke Al Hajjaj dan akan menasihatinya empat mata!”

Tidak, dan tak satu pun ulama saat itu dan setelahnya, menjulukinya sebagai khawarij, sebagaimana tuduhan segelintir manusia saat ini terhadap siapa pun yang mengkritik penguasa secara terbuka.
Lalu dengan ceroboh mereka menyamakan antara menasihati dengan pemberontakan.

Sungguh ini jauh sekali dan teramat jauh.

Tentang Imam Sa’id bin Jubeir, berkata Abdussalam bin Harb, dari Khushaif, katanya:

كان أعلمهم بالقرآن مجاهد، وأعلمهم بالحج عطاء، وأعلمهم بالحلال والحرام طاووس، وأعلمهم بالطلاق سعيد بن المسيب، وأجمعهم لهذه العلوم سعيد بن جبير

“Yang paling tahu tentang Al Quran adalah Mujahid, yang paling tahu tentang Haji adalah ‘Atha, yang paling tahu tentang halal dan haram adalah Thawus, yang paling tahu tentang thalaq adalah Sa’id bin Al Musayyib, dan yang mampu mengkombinasikan semua ilmu-ilmu ini adalah Sa’id bin Jubeir.” (Imam Adz Dzahabi, Siyar A’lam An Nubala, 4/341. Muasasah Ar Risalah, Beirut)

Sementara Ali Al Madini berkata:

ليس في أصحاب ابن عباس مثل سعيد بن جبير. قيل: ولا طاووس ؟ قال: ولا طاووس ولا أحد.

“Di antara sahabat-sahabat Ibnu Abbas tidak ada yang seperti Sa’id bin Jubeir.”

Ada yang berkata: “Tidak pula Thawus?”

Ali Al Madini menjawab: “Tidak pula Thawus, dan tidak pula yang lainnya.” (Ibid)

Wallahu A'lam

0 Response to "Kepahlawanan Para Ulama Menghadapi Pemimpin Zalim"

Post a Comment