Kemunafikan Itu Akhirnya Terbongkar

📆 Kamis, 09 Shafar 1438 H/10 November 2016

📘 Ibadah

📝 Ustadz Farid Nu'man Hasan

============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Sangat mudah bagi Allah Ta'ala membuka tirai kemunafikan sebagian manusia. Hanya dengan satu peristiwa Allah Ta'ala mempertontonkan mereka secara gamblang. Mereka mudah kita temukan di di dunia nyata dan maya.

Perhatikan firman Allah Ta'ala berikut, lalu lihat apa yang sedang hangat terjadi di negeri kita...

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

"Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih." (QS. An-Nisa: 138)

Allah Ta'ala memerintahkan agar memberikan kabar untuk kaum munafikin dengan azab yang pedih bagi mereka.

Lalu, siapakah orang munafik yang dimaksud?

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

"(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari 'izzah di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua 'izzah kepunyaan Allah." (QS. An-Nisa: 139)

Ayat ini Allah Ta'ala menjelaskan dengan terang beberapa karakter orang munafik...

1⃣ Mengangkat orang kafir sebagai pemimpin, penolong, pelindung, seraya membuang jauh-jauh orang-orang beriman. Bahkan lebih parah lagi, untuk kasus Indonesia, mereka menjadi pasukan khusus orang kafir tersebut, serta mereka pun mengolok-olok, menghina, memfitnah, dan makar terhadap orang-orang beriman.

2⃣ Mereka melakukannya karena dunia yaitu 'izzah dari orang kafir, baik itu perlindungan, harta, proyek, dan keakraban.

3⃣ Padahal semua 'izzah (kemuliaan, kehormatan, kekuatan) berasal dari Allah Ta'ala semata.

Kemudian... Allah Ta'ala menunjukkan karakter lain dalam ayat selanjutnya, yaitu mereka tetap duduk bersama orang kafir walau mereka tahu ayat-ayat Allah Ta'ala dinista. Bagi mereka dinistanya ayat-ayat Allah Ta'ala bukan masalah, masalah bagi mereka adalah jika orang kafir kecintaannya itu yang dinista, barulah mereka bangkit bergerak.

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ

"Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka." (QS. An-Nisa: 140)

Jadi, sikap diam saja saat Al-Qur'an diolok-olok dan dia pun mengetahuinya tapi masih tetap duduk bersama mereka maka itu cukup menunjukkan bahwa dia termasuk golongan kuffar.

Kemudian...

ان الله جامع الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

"Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam." (QS. An-Nisa: 140)

Ini merupakan hasil akhir bagi kaum munafikin yang mendukung, membela, dan melindungi orang-orang kafir yang merendahkan Islam. Bahkan, kepada yang tetap diam bersama penista saat Al-Qur'an dinista. Mereka satu cluster di akhirat, tidak terpisah, sebab pada hakikatnya mereka satu walau lahiriyahnya berbeda.

Ibrahim An-Nakha'i Rahimahullah mengatakan:

وإِن الرجل ليجلس في المجلس، فيتكلم بالكلمة، فيسخط الله بها، فيصيبه السّخط، فيعمّ من حوله.

"Seseorang yang duduk dalam sebuah majelis di sana membicarakan hal yang membuat Allah murka, maka murka Allah turun kepadanya,  bahkan menimpa secara umum bagi yang sekitarnya pula." (Imam Ibnul Jauzi,  Zaadul Masiir, 1/487)

Wallahu A'lam wa Lillahil 'Izzah

0 Response to "Kemunafikan Itu Akhirnya Terbongkar"

Post a Comment