Karakter Munafiq Dalam QS. Al-Munafiquun (I-a)

Ustadz Noorahmat

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuhu.

Adik-adik MFT yang disayang Allah Ar Rahmaan...

Alhamdulillah kita bertemu kembali hari ini. Dalam kesempatan hari ini hingga beberapa pekan kedepan, kita akan membahas karakter-karakter yang ditunjukkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam Al Qur’an surat Al Munafiquun. Surat ke 63 dan bagian dari Juz 28.

Ehm....sudah ada yang tahfidznya sampai Juz 28? Semoga Allah Ta’ala membersihkan jiwa kita agar mudah menghafal Al Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan. Aamiin.

Mempersingkat tulisan, kita langsung saja ya....

Adik-adik yang dirahmati Allah Ar Rahiim, kita awali pembahasan QS Al Munafiquun, dengan menyampaikan empat ayat pertama dari surat ini...

Allah Azza wa Jalla berfirman

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُون
َ
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta."

اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُون
َ
"Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan."

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُون
َ
"Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi), lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum."

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُون
َ
"Dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?"

Nah sekarang, kita bahas bagian per-bagian...

Dalam ayat-ayat diatas Allah Azza wa Jalla menceritakan beberapa karakteristik orang-orang munafiq, bahwa mereka hanya mengakui Islam dengan mulutnya saja, bila datang kepada Nabi Saw. Sedangkan di dalam hati mereka justru kebalikannya, tidak seperti yang mereka tampakkan. Untuk itulah maka Allah Azza wa Jalla berfirman dalam bagian awal ayat pertama:

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ...

"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah."...

Yakni apabila orang-orang munafiq datang kepada Rasulullah SAW dan menghadapi beliau dengan pengakuan tersebut, serta menampakkan hal itu kepada beliau, justru kenyataannya tidaklah seperti apa yang orang-orang munafiq katakan.

Karena itulah maka dalam ayat ini diletakkan kalimat sisipan yang memberitahukan bahwa sesungguhnya Nabi Saw. adalah utusan Allah, yaitu:

...وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ...

...Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya...

Kemudian Allah Ta’ala sebutkan dalam kelanjutannya:

...وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

...dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.

Yaitu dalam pemberitaan mereka, sekalipun pada lahiriahnya mereka menampakkan hal yang sungguhan, karena sesungguhnya mereka tidak meyakini kebenaran dari apa yang mereka ucapkan dan tidak pula membenarkannya dalam hati mereka.

Karena itulah maka orang-orang munafiq ini didustakan berdasarkan keyakinan yang tersimpan dalam hati mereka.

Nah adik-adik yang dirahmati Allah Azza wa Jalla...
Pelajaran yang bisa kita ambil hari ini adalah terkait satu karakter utama yang dimiliki orang-orang munafiq, yaitu menampakkan keimanan yang justru bertentangan dengan isi hatinya....

Semoga tidak ada satupun diantara kita yang memiliki karakter ini ya....

Kita bertemu kembali pekan depan untuk kelanjutan pembahasan ayat kedua dari QS Al Munafiquun ini. ان شاء الله

Wassalam.