Tafsir Surat Al-Kautsar

Sabtu, 29 Dzulhijjah 1437 H/ 01 Oktober 2016

๐Ÿ“’ Al-Qur'an

๐Ÿ“ Ustadz Noorahmat

๐Ÿ“– Tafsir Surat Al-Kautsar
============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Assalamu'alaikum wr wb

Adik-adik.....pagi ini kita bertemu kembali dengan bagian ketiga dari Tafsir Surat Al Kautsar....

Bagaimana khabar semuanya? Semoga kita terjaga dalam komitmen untuk menjalankan amaliah penghuni syurga tanpa kenal lelah ya.... Agar kelak bisa istirahat di sebaik-baiknya tempat..... Syurga Firdaus, dan bercengkerama bersama Rasulullah SAW menikmati buah dari kerja keras kita di dunia menjaga Syahadat kita.

Nah....kita langsung saja ya...
Allah Azza wa Jalla berfirman

ูَุตَู„ِّ ู„ِุฑَุจِّูƒَ ูˆَุงู†ْุญَุฑْ

Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. (QS Al-Kautsar: 2)

Setelah Allah Azza wa Jalla mengkhabarkan kepada kita akan indahnya Al Kautsar, sebagaimana yang telah dibahas pekan lalu, yang berwujud kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat, antara lain sebuah sungai yang sifat-sifatnya telah disebutkan pekan lalu, maka....

Maka... kerjakanlah salat fardu dan salat sunat kalian semua dengan ikhlas karena Allah Azza wa Jalla dan juga dalam semua gerak-gerik kita.

Sembahlah Allah Azza wa Jalla semata, jangan pernah menyekutukan-Nya karena tiada sekutu bagi-Nya.

Hal yang semacam ini juga Allah Ta'ala sebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

ู‚ُู„ْ ุฅِู†َّ ุตَู„ุงุชِูŠ ูˆَู†ُุณُูƒِูŠ ูˆَู…َุญْูŠุงูŠَ ูˆَู…َู…ุงุชِูŠ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนุงู„َู…ِูŠู†َ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ ูˆَุจِุฐู„ِูƒَ ุฃُู…ِุฑْุชُ ูˆَุฃَู†َุง ุฃَูˆَّู„ُ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ

Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, ibadahku. hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”(QS Al-An'am: 162-163)
Ada istilah wanhar di akhir ayat kedua QS Al Kautsar ini....
Apa ya maksudnya?

Ibnu Abbas, Ata, Mujahid, Ikrimah, dan Al-Hasan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan wanhar ialah menyembelih unta dan ternak lainnya sebagai korban. Hal yang semisal telah dikatakan oleh Qatadah, Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, Ad-Dahhak, Ar-Rabi', Ata Al-Khurrasani, Al-Hakam, Sa'id ibnu Abu Khalid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf. Hal ini berbeda keadaannya dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang menyebut nama-Nya, Allah Swt. telah berfirman:

ูˆَู„ุง ุชَุฃْูƒُู„ُูˆุง ู…ِู…َّุง ู„َู…ْ ูŠُุฐْูƒَุฑِ ุงุณْู…ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุฅِู†َّู‡ُ ู„َูِุณْู‚ٌ

Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (Al-An'am: 121), sampai akhir ayat.

Nah adik-adik...
Pendapat diatas adalah yang sahih, yaitu dengan menyatakan bahwa makna yang dimaksud dengan nahr ialah menyembelih hewan kurban. Karena itulah maka Rasulullah SAW seusai salat Idul Adha segera menyembelih kurbannya, lalu bersabda:

"ู…َู†ْ ุตَู„َّู‰ ุตَู„َุงุชَู†َุง، ูˆَู†َุณَูƒَ ู†ُุณُูƒَู†َุง، ูَู‚َุฏْ ุฃَุตَุงุจَ ุงู„ู†ُّุณُูƒَ. ูˆَู…َู†ْ ู†َุณَูƒَ ู‚َุจْู„َ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูَู„َุง ู†ُุณُูƒَ ู„َู‡ُ". ูَู‚َุงู…َ ุฃَุจُูˆ ุจُุฑْุฏَุฉَ ุจْู†ُ ู†َูŠَّุงุฑٍ ูَู‚َุงู„َ: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ، ุฅِู†ِّูŠ ู†َุณูƒุชُ ุดَุงุชِูŠ ู‚َุจْู„َ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ، ูˆَุนَุฑَูْุชُ ุฃَู†َّ ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ูŠَูˆْู…ٌ ูŠُุดْุชَู‡َู‰ ูِูŠู‡ِ ุงู„ู„َّุญْู…ُ. ู‚َุงู„َ: "ุดَุงุชُูƒَ ุดَุงุฉُ ู„َุญْู…ٍ". ู‚َุงู„َ: ูَุฅِู†َّ ุนِู†ْุฏِูŠ ุนِู†َุงู‚ًุง ู‡ِูŠَ ุฃَุญَุจُّ ุฅู„ูŠَّ ู…ِู†ْ ุดَุงุชَูŠْู†ِ، ุฃَูَุชُุฌْุฒِุฆُ ุนَู†ِّูŠ؟ ู‚َุงู„َ: "ุชُุฌْุฒِุฆُูƒَ، ูˆَู„َุง ุชُุฌَุฒِุฆُ ุฃَุญَุฏًุง ุจَุนْุฏَูƒَ".

Barang siapa yang salat seperti salat kami dan menyembelih kurban seperti kami menyembelih kurban, maka sesungguhnya dia telah menunaikan kurbannya. Dan barang siapa yang menyembelih kurban sebelum salat (hari raya) maka tiada kurban baginya.Maka Abu Burdah Nayyar bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menyembelih kambingku sebelum salat, dan aku mengetahui bahwa hari ini adalah hari yang semua orang menyukai daging padanya" Rasulullah Saw. menjawab:Kambingmu itu adalah daging kambing biasa (bukan kurban). Abu Burdah berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai seekor anak kambing kacang yang lebih aku sukai daripada dua ekor kambing biasa, apakah itu cukup untuk kurbanku?" Rasulullah Saw. menjawab: Cukup untukmu, tetapi tidak cukup untuk orang lain sesudahmu.

Nah adik-adik...
Ternyata memang surat Al Kautsar ini berkaitan dengan Idul Adha yang beberapa pekan lalu kita rayakan bersama. Dan semuanya bertaut sebagai bagian dari kebaikan yang banyak....

Semoga kita semua semakin semangat mengejar amaliah syurga ya....

Sementara sampai disini dulu, kita akan bertemu kembali pekan depan untuk bagian keempat dari Tafsir QS Al Kautsar yang akan membahas bagian akhir dari surat yang indah ini.

Wassalamu'alaikum wr wb.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ’ฝ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๐Ÿ’พ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis