Syuruthu Qabulisy Syahadatain

๐Ÿ“† Selasa, 19 Dzulhijjah1437 H/  21 September 2016

๐Ÿ“— Aqidah

๐Ÿ“ Ustadzah Prima Eyza

๐Ÿ“– Syuruthu Qabulisy Syahadatain
=============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

๐Ÿ“ Penjelasan Rasmul Bayan

Agar syahadatain kita diterima dan mendapatkan janji Allah SWT, ada beberapa syarat yang harus kita miliki sebagai konsekuensi telah mengikrarkan syahadatain. Diantaranya,

1⃣ Ilmu yang menampik kebodohan.
Ilmu yang dimaksud adalah ilmu tentang Allah SWT (ma'rifatullah) dan ilmu tentang Rasulullah SAW. Mengenal Allah SWT dan Rasul-Nya secara tepat akan mendorong keta'atan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebaliknya, tidak mengenal Allah SWT dan Rasul-Nya secara tepat membuat kita lalai menunaikan hak-hak Allah SWT dan Rasul-Nya.

2⃣ Keyakinan yang menampik keraguan.
Syahadatain yang kita ikrarkan harus diikuti keyakinan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Keyakinan itu meliputi keyakinan bahwa Allah SWT sebagai pencipta, pemberi rezeki, Ma'bud (yang disembah), dan yang semakna dengannya serta yakin bahwa Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT. Keraguan pada semua itu akan membuat syahadatain kita ditolak. Firman Allah SWT dalam surah Muhammad ayat 15.

3⃣ Keihlasan yang menampik kesyirikan.
Keihlasan kepada Allah SWT saat mengikrarkan syahadatain sangatlah penting karena ikrar itu merupakan ibadah. Adapun ibadah harus diniatkan dengan ikhlas semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT. Jika ada niat lain yang menyertainya, ikrar syahadatain kita ditolak. Bahkan, jika tauhid kita terkotori kesyirikan, ikrar syahadatain kita tetap ditolak meskipun telah berikrar ratusan atau ribuan kali. Firman Allah SWT dalam surah Al-Bayyinah ayat 5 dan surah Al-Kahfi ayat 110.

4⃣ Kejujuran yang menampik kebohongan, mengingkari syahadatain harus kita sertai dengan kejujuran kepada Allah SWT. Ash-Shidqu ma'allah (kejujuran kepada Allah SWT) mutlak diperlukan demi menjaga kemurnian tauhid kita. Sebaliknya, sifat dusta dan bohong bertentangan dengan nilai kejujuran itu dan berakibat keimanan kita ditolak Allah SWT. Islam sendiri sangat menghargai kejujuran dan menolak dusta. Firman Allah SWT dalam surah Al-Baqaroh ayat 8, surah Al-Ahzab ayat 22, dan surah Al-Hajj ayat 24.

Bersambung...

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala....
=========================
๐Ÿ“ฑTelegram: https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page: https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter: https://twitter.com/groupmanis
๐Ÿ“ท Instagram: https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis