Sujud Syukur

Kamis, 19 Muharam 1438 H/20 Oktober 2016

Ibadah

Ustadzah Ida Faridah

============================

Hukum Sujud Syukur

Seseorang hendaknya senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, kapan pun, dalam kondisi apapun, seseorang diwajibkan untuk terus mensyukuri nikmat Allah. Sebab apapun yang diberikan Allah SWT kepada kita, itulah yang terbaik buat kita. Allah Maha Tahu, kita wajib ridha dengan takdir Allah, meskipun takdir tersebut tidak kita sukai. Kita harus yakin Allah tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.

Sementara itu, hukum bersyukur dengan cara melakukan sujud syukur adalah sunah.

Hadist Rasulullah SAW:

عن ابي بكرة أن النبي صلى الله عليه وسلم كان اذا أتاه أمر يسره أو بشر به خر ساجدا شكرا لله تعالى.

"Dari Abu Bakarah, sesungguhnya Nabi SAW apabila mendapat sesuatu yang menyenangkan atau diberi khabar gembira segeralah beliau tunduk sujud sebagai tanda syukur kepada Allah SWT." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Turmudzi yang menganggapnya sebagai hadist hasan)

Dalam hadist lain dijelaskan sebagai berikut :

عن عبد الرحمن بن عوف، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إني لقيت جبرائيل عليه السلام فبشرني وقال: أن ربك، يقول : من صلى عليك صليت عليه، ومن سلم عليك سلمت عليه، فسجدت لله شكرا

Dari Abdurrahman bin 'Auf, bahwasanya Nabi Shallallaahu'alaihi wa Sallam pernah bersabda : "Aku bertemu dengan Jibril 'Alaihis-salam, lalu ia memberikan kabar gembira kepadaku dengan berkata: 'Sesungguhnya Rabbmu telah berfirman: Barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadamu, maka aku akan mengucapkan shalawat kepadanya. Barang siapa yang mengucapkan salam kepadamu, maka aku akan mengucapkan salam kepadanya; (mendengar hal itu), aku pun bersujud kepada Allah bersyukur kepada-Nya.'"(HR. Baihaqi dan Hakim)

Bersambung...