Kisah Istri Nabi Nuh AS

Sabtu, 21 Muharram 1438 H / 22 Oktober 2016

KELUARGA

Pemateri: Ustadzah Eko Yuliarti Siroj, S.Ag

Kisah istri Nabi Nuh AS ini diabadikan Allah di surat At-Tahrim ayat 10 :

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا لِلَّذِينَ كَفَرُوا اِمْرَأَةَ نُوحٍ وَامْرَأَةَ لُوطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلا النار مع الداخلين

At Tahrim Ayat 10-12

"Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), "Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”

Pagi bersinar cerah dengan cahaya mentari memancar tajam menerangi penjuru bumi dengan sinarnya yang tajam. Seluruh makhluk bertasbih kepada Allah Robb Sang Pemilik Mentari.

Pagi itu...nabi Nuh AS keluar rumah untuk berdakwah menyeru manusia agar menyembah Allah SWT.
Pagi itu juga, istri nabi Nuh beranjak dari peraduan. Ia bersolek, memakai pakaian terbaik, menggunakan perhiasan simpanannya dan bergegas menemui karib kerabatnya. Hari ini hari raya besar....pesta akan dilaksanakan di tempat penyembahan berhala Wadda, Suwa', Yaghuts, Ya'uuq, dan Nasra. Mereka bergegas dengan membawa berbagai sesajen dari makanan yg beragam, bunga2 yg bermacam, serta wewangian yg menjadi persembahan bagi para berhala.

Dalam perjalanan pulang dari perayaan besar itu, istri nabi Nuh bertemu dengan putranya Kan'an yang menceritakan dakwah yang dilakukan sang ayah. Seraya terbahak si anak berkata : "
Ayah menginginkan agar tuhan-tuhan itu dijadikan hanya satu saja."

Si ibu berkata : "Biarlah dia bersama mereka. Mereka akan menjadikannya pahlawan pembawa petunjuk."

Si anak berkata lagi : "Bayangkan ibu! Ayah menyeru manusia seperti kebiasaannya dan mereka berkumpul disekelilingnya dan ayah mulai meracuni mereka dengan kata-kata ajaibnya."
Si ibu berkata: "Aku hafal betul apa yang dia katakan 'Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,
(yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku.'(QS Nuh :2-3)".

Ia mengucapkannya dengan penuh amarah. Baginya...apa yang dilakukan suaminya adalah perbuatan yang hina dan memalukan. Mencoreng nama baik dan kedudukannya di tengah kaum kerabatnya.
Si anak bertanya:"Bagaimana engkau hafal dengan apa yang disampaikan ayah itu wahai ibu?".
Si ibu menjawab: "Karena setiap waktu siang dan malam, pagi dan sore, kalimat itulah yang disampaikan ayahmu kepada setiap orang." Ia melanjutkan : "Lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadanya saat ia pulang nanti."
Beberapa saat kemudian nabi Nuh AS memasuki rumahnya. Dan saat itu juga, si istri memberondongnya dengan kata2 penuh caci maki dan amarah. Nabi Nuh AS berkata:"Takutlah engkau kepada Allah dan tinggalkanlah menyembah berhala. Jangan engkau pelihara anakmu dalam kesesatan."

"Dan diwahyukan kepada Nuh, “Ketahuilah, tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja), karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat. Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." (QS Huud:36-37).....

Inilah perintah Allah SWT kepada nabi Nuh AS. Allah memerintahkan kepada beliau untuk membuat bahtera. Dengan keta'atan nabi Nuh AS melaksanakan perintah Robb-nya.

Dan lihatlah apa yg dilakukan istri serta kaumnya. Setiap kali mereka lewat di tempat nabi Nuh membuat bahtera, si istri tertawa dengan penuh ejekan dan mengatakan :"Rupanya kau telah alih profesi. Apakah engkau telah meninggalkan ibadah kepada Tuhanmu dan beralih menjadi tukang kayu?". Ejekan itu terus dikatakan istrinya setiap hari. Hingga ketika bahtera itu sudah sempurna, nabi Nuh AS mengajak orang2 yang beriman untuk pergi menaiki bahtera dengan membawa keluarga bahkan binatang ternak miliknya.

Dan inilah istri nabi Nuh yang tak henti mengolok-olok. "Apakah engkau membawa binatang ternak yang beriman kepadamu dan meninggalkan yang lain karena tidak beriman kepadamu?". Nabi Nuh AS menjawab:"Ini adalah perintah Allah."

Pagi itu....saat seharusnya mentari bersinar terang, Allah taqdirkan air bah melimpah ruah keluar dari semua sumbernya dan hujan deras tak terhingga menyertai kepergian nabi Nuh AS meninggalkan kaumnya tanpa disertai istri dan anaknya. Angin topan bertiup kencang memporak porandakan apa yang ada dipermukaan bumi. Nabi Nuh AS masih berharap anaknya bisa ikut bersamanya. Dari atas bahtera yang kokoh, nabi Nuh berseru: "Ayo....pergilah bersama kami!". Namun si anak menjawab: "Aku bersama ibu akan pergi ke puncak gunung." Maka sirnalah harapan itu. Harapan untuk pergi dengan selamat bersama orang terdekat anak dan istri...

*Hikmah kehidupan :*

1⃣ Ada model pasangan suami istri yang sikapnya kepada Allah SWT begitu kontras. Suami sangat soleh dan istri sebaliknya. Membangkang aturan2 Allah.

2⃣ Dalam kondisi taqdir seperti ini, sikap istri tidak harus menjadikan suami berhenti berdakwah. Ia tetap berdakwah dengan terus mengupayakan perubahan sikap istrinya.

3⃣ Peran ibu dalam memelihara & menumbuhkan hidayah dalam diri seorang anak sangat penting. Jangan serahkan urusan memelihara hidayah kepada guru ngaji. Tetapi ibulah yang menghandle urusan ini.

4⃣ Ujian dalam keluarga seorang da'i terkadang lebih berat daripada ujian yang datang dari luar.

5⃣ Khianat terbesar seorang istri adalah khianat dalam aqidah dan dakwah.

6⃣ Diantara karakter istri tolihah (kebalikan solihah) adalah sering mengejek/mengolok2/memandang rendah pekerjaan dan kondisi suami.

7⃣ Hidayah tidak mengenal nasab dan ikatan keluarga. Bahkan ia bisa begitu jauh dari orang2 terdekat seorang da'i. Maka mintalah kepada Allah dan berdo'alah agar hidayah selalu bersemai dihati kita, keluarga kita, orang2 dekat kita dan orang2 yg kita cintai

اللهم نور قلوبنا بنور هدايتك كما نورت الارض بنور شمسك ابدا ابدا يا ارحم الراحمين
"Ya Allah...terangilah hati kami dengan cahaya hidayahMu sebagaimana Engkau menerangi bumi dengan cahaya matahai yg tidak pernah padam...selamanya.... selamanya...wahai yang Maha Penyayang.."

Wallohu a'lam bis showwab

0 Response to "Kisah Istri Nabi Nuh AS"

Post a Comment