Merintis Suatu Kebaikan ~ Mengalirkan Kebaikan Tiada Henti

πŸ“† Kamis, 05 Muharram 1438H / 06 Oktober 2016

πŸ“š *SIROH DAN TARIKH*

πŸ“ Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*

πŸ“  *Merintis Suatu Kebaikan ~ Mengalirkan Kebaikan Tiada Henti*

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

🌐 Perwakilan Turki Utsmani di Sri Lanka

Surat kabar Ceylon Daily pada tanggal 20 Februari 1953 memuat artikel tentang Marikar Hussain Lebbe Effendi sebagai pejabat yang menyusun Peraturan Muhammadan tahun 1806. Peraturan ini ditujukan bagi penduduk yang beragama Islam di negeri tersebut. Fokus peraturan ini pada penanganan hak kepemilikan dan hak sipil sesuai syariat Islam.

πŸ’‘ *Lesson #1* syariat Islam untuk kemaslahatan.

Pada sensus tahun 1824 tercacah sejumlah 14.847 penduduk Muhammadan yaitu mereka yang beragama Islam di ibukota Colombo.

πŸ’‘ *Lesson #2* menjadi minoritas adakah tantangan tersendiri untuk da'wah; syukuri kemayoritasan dengan lebih bersemangat lagi memberi manfaat untuk Ummat dan bangsa.

Marikar Hussain Lebbe Effendi adalah tokoh yang aktif mengelola masjid Jami Akbar Colombo yang terletak di Moor Street. Pada tahun 1874, pemerintah kota Colombo menutup lahan pekuburan Muslim yang terletak di samping masjid tersebut; alasan utamanya adalah aspek kesehatan. Hussain Lebbe kemudian membeli lahan baru untuk pekuburan bagi kaum Muslimin di wilayah lain dari kota Colombo. Upaya beliau ini mendapatkan simpati serta dukungan dari para Mathicam; keluarga Muslim yang berada.

πŸ’‘ *Lesson #3*  memenuhi kebutuhan dasar Ummat adalah jihad yang bernilai tinggi.

Sebuah prasasti dibuat di pekuburan baru Maligawatte tersebut untuk menghargai jasa Hussain Lebbe. Bahkan kisah beliau diliput oleh wartawan asing, John Capper, pada tahun 1877 untuk majalah Old Ceylon.

πŸ’‘ *Lesson #4* menghargai peran dan jasa kebaikan generasi terdahulu adalah kebiasaan Kaum Muslimin.

Pada tahun 1505 hanya terdapat 2 masjid di kota Colombo. Namun memasuki tahun 1824 telah berdiri 17 masjid di kota tersebut. Hussein Lebbe diangkat menjadi konsul kehormatan untuk kekhilafahan Turki Utsmani di Colombo. Anaknya yang bernama Abdul Majeed kemudian meneruskan jabatan tersebut setelah ayahnya wafat.

πŸ’‘ *Lesson #5* kebaikan harus diestafetkan.

Sebagai konsul kehormatan yang baru, Abdul Majeed turut menyelenggarakan acara syukuran Kekhilafahan Turki Utsmani pada tahun 1900. Ia juga bertanggung-jawab mendirikan Hameedia School dan toko Muslim serba ada Ibrahim bin Ahmed. Toko halal tersebut masih berdiri hingga sekarang di Main Street, Colombo.

Beliau kemudian digantikan oleh Mr. Muhammad Macan Markar sebagai Vice Consul untuk Republik Turki, reportase MJK.

❔ *Lantas apa rintisan kebaikan yang sudah kita mulai?*

Depok, 29 Agustus 2016

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸπŸŒΉ

Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

πŸ’Ό Sebarkan! Raih pahala...