HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SYAHADAT

Rabu, 25 Muharam 1438 H/26 Oktober 2016

Aqidah

Ustadzah Novria Flaherti
============================

SYIRIK (MENYEKUTUKAN ALLAH)

Sikap adalah menyekutukan Allah SWT dalam zat, sifat, perbuatan dan ibadah.

® Zat yaitu Meyakini bahwa Zat Allah sama dengan zat makhluk-Nya.

® Sifat yaitu Meyakini bahwa sifat Allah sama dengan sifat makhluk-Nya.

® Perbuatan yaitu Meyakini bahwa makhluk yang mengatur alam semesta dan rezeki ummat manusia.

® Ibadah yaitu Menyembah selain Allah SWT dan mengagungkannya, mencintainya seperti kepada Allah SWT

BENTUK SYIRIK

© Menyembah patung atau berhala.

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا.

"Ingatlah ketika ia (Ibrahim) berkata kepada bapaknya; 'Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?.'" (QS. Maryam: 42)

© Menyembah Matahari.

 وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ.

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah." (QS. Fushshilat: 37)

© Menyembah Malaikat dan Jin.

وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ.

"Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat- sifat yang mereka berikan." (QS. Al-An'am: 100)

© Menyembah para Nabi.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ.

"Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al-Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?." (QS. At-Taubah: 30)

© Menyembah Rahib atau Pendeta.

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ.

"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (QS. At-Taubah: 31)

© Menyembah Taghut

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ.

"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang- orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)." (QS. An-Nahl: 36)

© Menyembah Hawa Nafsu.

 أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ.

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka, siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?." (QS. Al-Jatsiyah: 23)

MACAM-MACAM SYIRIK

1. Syirik Besar (Asy-Syirkul Akbar)
• Tampak (Zhahir)
• Tersembunyi (Khafiy)

2. Syirik Kecil (Asy-Syirkul Asghar)

® Syirik Besar (Asy-Syirkul Akbar)

• Yaitu tindakan menyekutukan Allah SWT dengan makhluk-Nya. Syirik besar tak akan diampuni dan tak akan masuk surga.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا.

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh- jauhnya." (QS. An-Nisa: 116)

• Syirik Besar Zhahir

° Menyembah bintang, matahari, bulan, patung, batu, pohon besar, manusia, malaikat, jin dan setan.

• Syirik Besar Khafiy

° Meminta kepada orang yang telah mati dengan keyakinan mereka bisa memenuhi permintaan mereka.

° Menjadikan seseorang sebagai pembuat hukum, menghalalkan dan mengharamkan seperti halnya Allah SWT.

° Tindakan yang mengarah kepada kesyirikan, tetapi tingkatannya belum sampai keluar dari tauhid (hanya mengurangi kemurnian tauhid).

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ.

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka, perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (QS. Al-Baqarah: 264)

® Syirik Kecil (Asy-Syirkul Asghar)

• Syirik Kecil Zhahir.

° Berupa pernyataan ataupun perbuatan.

° Contoh bersumpah dengan nama selain Allah, seperti "Demi Nabi!", "Demi Ka’bah!".

° "Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah SWT, ia telah kafir dan musyrik." (HR. Tirmidzi)

 ° Contoh lain: memakai jimat dengan keyakinan jimat itu akan memberikannya keselamatan.

• Syirik Kecil Khafiy

° Berupa niat atau keinginan, seperti riya' dan sum'ah.

° Contohnya: membaca Al-Qur'an dengan merdu agar dipuji orang lain.

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ. الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ. الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ.

"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya." (QS. Al-Ma'un: 4-6)

BAHAYA SYIRIK

• Kezaliman yang nyata (QS. 31:13)
• Sumber khurafat
• Sumber ketakutan dan kesengsaraan (QS. 3:151)
• Merendahkan derajat manusia (QS. 22:31)
• Menghancurkan kecerdasan manusia (QS. 10: 18)
• Tak akan mendapatkan ampunan dan kekal di neraka selama-lamanya (QS. 5:72)

SEBAB-SEBAB SYIRIK

• Kebodohan
• Lemahnya iman
• Taklid buta (QS. 7: 28)

® Sumber
• Al-Qur'anul Kariim
• Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah. 2009- Modul Tarbiyah Islamiyah. Jakarta: Rabbani Press
• Iman Rukun Hakikat dan yang Membatalkannya; Muhammad Nuaim Yasin; alih bahasa Tete Qomarudin; Assyamil Press;  Bandung 2001