Empati (Part 2)

Jum'at, 20 Muharam 1438 H/21 Oktober 2016

Pengembangan Diri & Motivasi

Ustadzah Dina & Bunda Wiwit

============================

Assalaamu'alaikum Sobat!!

Ketemu lagi dengan sesi materi psikologi, semoga tidak bosan dan tetap semangat yaa!

Masih inget dengan materi jum'at lalu? Nah, kita mau lanjut lagi ya, supaya bisa tambah banyak info dan lebih faham lagi, OK.

® Review dikit yaa. Empati yaitu ; kamu menempatkan diri di posisi orang lain dan merasakan apa yang dirasakan orang lain.

® Masih inget jenis empati? Ada empati kognitif dan empati emosional.. Nah, kira-kira contohnya apa ya?

® Contoh empati kognitif : misal, kamu melihat temanmu sering makan di restoran. Alih-alih berpikir bahwa ia sombong dan buang-buang uang, kamu bisa memahami cara berfikirnya bahwa makan di restoran lebih praktis dan mudah baginya.

® Contoh empati emosional: kamu melihat temanmu menangis karena uangnya hilang, kamu bisa memahami perasaan sedih yang dialaminya sehingga kamu bisa memakluminya.

® Mengapa harus empati???

© Remaja yang mampu ber-empati, cenderung lebih sukses karena dapat memahami dan merasakan tujuan utama dari suatu proses pendidikan/pembelajaran.

© Remaja yang kurang memiliki kemampuan empati, cenderung fokus hanya pada dirinya dan kurang peduli dengan keadaan orang lain, bahkan ironisnya, seringkali ia juga kurang mampu bersikap peduli pada dirinya sendiri.

® Gimana caranya supaya bisa jadi orang yang empati??

1. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang orang lain.

2. Cobalah untuk ikut merasakan emosi yang dialami oleh orang lain.

3. Cobalah untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara.

4. Cobalah untuk cepat menangkap isi perasaan dan fikiran orang lain (understanding others).

5. Berikan masukan positif yang membangun kepada orang lain (developing others).

6. Ambillah manfaat dari perbedaan, bukan mempermasalahkan perbedaan (leveraging diversity).

7. Memahami adab/etika dalam pergaulan.

® CARA Efektif Menumbuhkan Empati:

© Berinteraksi
© Mendengar
© Menghayati oranglain

Nah, semoga dengan penjelasan tersebut, kamu bisa lebih faham dan termotivasi untuk mengembangkan kemampuanmu dalam ber-empati, OK.

See you next time..

0 Response to "Empati (Part 2)"

Post a Comment