Setiap Prestasi ada Bebannya, Setiap Gelar ada Amanahnya

📆 Kamis, 20 Dzulhijjah 1437H / 22 September 2016

📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*

📝 *Setiap Prestasi ada Bebannya, Setiap Gelar ada Amanahnya*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

⏰ İstanbul, 23 hari setelah pembebasan

Konstantinopel dibebaskan oleh balatentara Turki Utsmani dibawah pimpinan Sultan Mehmet II tanggal 29 Mei 1453. Melalui perjuangan lintas enam generasi kepemimpinan, cita-cita mulia yang panjang itu diperkenankan oleh Allah Rabb semesta alam. Nubuwwat Nabi SAW terwujud sudah. Lalu apa setelah itu?

✳ *Lesson #1* barangsiapa yang tidak mampu menghargai para pendahulunya, tidak akan dikenang oleh para penerusnya.

Sejarawan Tursun Beğ mencatat dalam Kitab Tevarih Ebülfeth hanya dibutuhkan satu hari untuk memastikan terhentinya seluruh pertikaian. Konflik terbatas masih berlangsung di beberapa perkampungan Yunani yang terus melawan di pelosok Konstantinopel. Mereka mungkin tidak mengetahui kabar penyerahan kekaisaran. Kaisar Constantine XI Palaiologos pun belum ditemukan jasadnya.

✳ *Lesson #2* perjuangan itu panjang dan hampir tidak ada jedanya, hanya manusia terkadang merasa butuh rehat padahal satu kakinya pun belum menginjak surga Allah SWT.

Sepanjang 23 hari setelah saat bersejarah itu kekhawatiran sultan muda adalah ditegakkannya keadilan bagi semua. Keahlian bagi penduduk Byzantium maupun pasukannya. Walau semua penduduk berstatus tawanan, namun tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara adil. Seluruh pasukan berhak atas ghanimah dan itu tidak boleh dikurangi sedikitpun

✳ *Lesson #3* kemenangan kadang membutakan dengan segala perayaan dan kemegahannya; seringlah menyusuri lorong dekil lagi berdebu agar kenyataan itu engkau lihat bukan engkau dengar.

Beberapa hal yang mendapat perhatian khusus adalah membentuk kesatuan mitigasi yang dikepalai oleh Süleyman Beğ. Kesatuan ini membuka tenda untuk menerima segala pengaduan kesewenangan yg diderita penduduk Yunani. Beberapa penindakan atas prajurit pelakunya tercatat dalam sejarah. Apakah keseluruhan balatentara Turki Utsmani itu manusia sempurna, tentu saja tidak. Namun, tingkat keterkendalian mereka sangat mencengangkan.

✳ *Lesson #4* keadilan harus ditegakkan walau yang engkau bela adalah musuh bebuyutan sekalipun.

Hal lain yang mendapat perhatian ekstra dari Sultan Mehmet II adalah memastikan seluruh bagian dari benteng kota yang rusak diperbaiki segera. Tenaga kasar untuk itu dikerahkan dari penduduk laki-laki berusia 17-40 tahun. Mereka semua berstatus tawanan. Namun, yang jarang dicatat adalah bahwa mereka semua diupah untuk pekerjaan itu. Sejarawan kontemporer, mendiang Halil İnalcık, menyebutkan angka 6 Asper per hari. Angka yang luar biasa! Karena itu sejumlah yang diterima oleh setiap pasukan khusus Janissary. Banyak diantara mereka yang menembus kemerdekaannya dengan akumulasi upah tersebut.

✳ *Lesson #5* dalam ketertawanan pun penduduk Yunani mendapatkan haknya untuk merasakan keadilan dari risalah ini.

Hal yang juga telah lama direncanakan oleh sultan adalah memindahkan penduduk Turki Utsmani ke kota tersebut. Prioritas utama diberikan kepada para pedagang, industriawan, dan pemilik profesi lainnya. Mereka yang bersedia pindah secara sukarela dengan biaya sendiri ke Istanbul diberikan kebebasan untuk memilih area serta rumahnya. Mereka yang pindah melalui program relokasi harus menerima dimanapun ditempatkan. Status seluruh properti di dalam Konstantinopel setelah pembebasan adalah milik sultan sampai diserahkan kepada penduduk yang berhak. Sebagian tawanan berhasil menebus kembali tempat tinggalnya dan hak itu ditegakkan.

✳ *Lesson #6* keadilan sosial ditegakkan seiring dengan kebijakan menghidupkan kembali geliat kota baru İstanbul di atas reruntuhan Konstantinopel yg sirna.

Setelah semua urusan penunjang lainnya diamanahkan kepada orang kepercayaan, barulah sultan kembali ke ibukota di Edirne pada tanggal 21 Juni 1453. Para ulama bermusyawarah dan memutuskan bahwa gelar Fatih ditambahkan sekitar awal tahun 1454. Gelar "sang pembebas" adalah sebuah amanah yang diemban Mehmet II. Para 'ulama baru sepakat dengan gelar itu setelah mengevaluasinya selama lebih dari 7 bulan. Secara status İstanbul baru resmi menjadi ibukota pada tahun 1459 atau 6 tahun kemudian.

✳ *Lesson #7* setiap gelar dunia yang kita sandang akan diminta pertanggung-jawabannya di Hari Akhir.

❓ *Lalu apa gelar kita bagi ummat ini?*

Jakarta, mendung di Jalan Pramuka Raya
8 September 2016

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼 Sebarkan! Raih pahala...