Mengusahakan Masa Depan Bekerja untuk Masa Kini serta _Memahami Masa Lalu

📆 Kamis, 13 Dzulhijjah 1437H / 15 September 2016

📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*

📝 *Mengusahakan Masa Depan Bekerja untuk Masa Kini serta _Memahami Masa Lalu_*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

*Jejak Kotor Venice dan Genoa pada Sejarah Konstantinopel*

Tiga kali permintaan menyerah ditawarkan oleh Sultan Mehmet II agar kota Konstantinopel tidak hancur dan penduduknya dapat diselamatkan. Tiga kali pula tawarannya ditolak oleh utusan kaisar Constantine XI Palaiologos. Pertempuran kini tidak dapat dielakkan dan sultan berpacu dengan waktu. Halil İnalcık, sejarawan Turki Utsmani kontemporer, menyebutkan tiga faktor yang mencemaskan sultan: armada Venice yang sudah melaut, balatentara Hungary di perbatasan, serta labilnya sadrazam (kepala menteri, Grand Vizier) Çandarlı Halil Paşa yang sudah lama beliau curigai. Sultan harus mempersingkat kepungannya atas ibukota Byzantium atau bahaya besar mengancam.

💡 *Lesson #1* sebagai pemimpin, waktu tidak selalu bersamamu, maka bersamailah Allah Ta'ala yang menguasai seluruh hajat manusia.

💡 *Lesson #2* waspada tidak hanya kepada lawan, namun juga atas mereka yang sudah mulai menunjukkan tanda keletihan dari panjang dan beratnya perjalanan da'wah.

Setelah pembebasan Konstantinopel, Sultan memanggil Lucas Notaras, megadux kekaisaran yang selamat dari ganasnya pertempuran. Sebagai megadux, yaitu kepala penasihat kaisar, ia menuturkan bahwa kaisar beberapa kali ingin menyerah. Apa yang menyebabkan hal itu tidak terjadi?

Tursun Beg, sejarawan Turki Utsmani yang menyertai Sultan Mehmet II dalam pengepungan Konstantinopel mencatat dalam kitabnya Tarih-i-Ebülfeth bahwa kaisar sebenarnya realistis akan kelemahannya. Sejarawan bernama Critoboulos, yang hidup semasanya juga membenarkan hal tersebut dari sisi Byzantium. Kaisar Constantine XI menyadari bahwa dengan menyerah, kehormatan dirinya akan terjaga dan penduduknya terselamatkan dari status perbudakan.

💡 *Lesson #3* kepastian hukum merupakan dambaan bagi kawan maupun lawan, hal itu dapat menjadi faktor penjaminan yang dibutuhkan lawan ketika mereka menyadari kesalahannya dan siap menyerah; keadilan adalah perintah Allah SWT.

Namun, berulang kali pula niat kaisar untuk menyerah kepada sultan Turki Utsmani itu digagalkan oleh para komandan militer Latin. Sosok yang paling keras menentang penyerahan adalah Giovanni Giustiniani Longo dari Genoa. Ia mewakili berbagai ambisi gereja Katolik dan kepentingan dagang kota-kota independen Italia lainnya. Ia mengepalai pasukan sukarelawan koalisi Italia yang mempertahankan dinding kota Konstantinopel. Sejarawan Byzantium, Critoboulos, menilai mereka ini sebenarnya hanya melindungi kepentingan dagangnya saja. Tidak lebih.

💡 *Lesson #4* setiap koalisi pasti ada mata rantai kelemahannya, temukan itu dan sebesar apapun nampaknya lawanmu akan dapat dipatahkan.

Sejak jatuhnya Konstantinopel kepada koalisi pasukan salib pada tahun 1204 M, kekuatan militer Byzantium telah merosot kekuatan, kepercayaan diri, serta pamornya. Setelah kemalangan Byzantium tanggal 13 April 1204 itu, kekaisaran terpecah menjadi menjadi tiga dinasti: Laskar di Nicaea (İznik), Comnena di Trebizond, dan Doukas di Epiros.

Perang Salib Keempat telah memakan tuannya sendiri. Rombongan militer Latin dari Eropa Barat yang bertujuan merebut kembali al-Quds di Palestina malah dibelokkan secara licik oleh Venice ke Konstantinopel. Baru limapuluh tujuh tahun kemudian, pada tahun 1261 kota simbolik Byzantium tersebut berhasil direbut oleh pewaris tahta, Michael VIII Palaiologos.

💡 *Lesson #5* mempelajari lawan sama pentingnya dengan mempelajari diri, karena menguasai diri adalah sebagian dari penguasaan atas lawan.

Ketetapan Allah SWT seperti yang terjanjikan dalam nubuwwat Rasulullah SAW baru terwujud pada era Sultan Mehmet II. Pada tahun 1453, untuk kedua kalinya Konstantinopel beralih tangan. Kali ini, beralih ke pangkuan Kaum Muslimin Turki Utsmani. Kali ini, untuk selamanya sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits Latuftahanna yang masyhur tersebut.

❔ Bagaimana dengan intensitas kebersamaan kita kepada Allah SWT?

Depok, disapa oleh sejuknya pagi
7 September 2016

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼 Sebarkan! Raih pahala...