Lemah Ekonomi, Semakin Mudah Dihancurkan

📆 Kamis, 06 Dzulhijjah 1437H / 08 September 2016

📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*

📝 *Lemah Ekonomi, Semakin Mudah Dihancurkan*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌐 İstanbul, Turki Utsmani 

Pembangunan pusat area Grand Bazaar (Kapalı Çarşısı) dimulai pada musim dingin tahun 1455, dua tahun setelah Konstantinopel dibebaskan oleh Sultan Mehmed II Fatih. Beliau mendirikan satu pojok khusus untuk para penjual tekstil dan batu akik yang dikenal dengan Cevâhir Bedestan atau Bezzâzistan-ı Cedîd. 

💡 *Lesson #1* peradaban tidak sempurna kecuali sudah berdiri pasar yang didominasi Kaum Muslimin, sebagaimana para sahabat Muhajirin dahulu minta ditunjukkan pasar Yastrib. 

Pembangunan Bedesten dirampungkan pada musim dingin tahun 1460, persis lima tahun. Fasilitas ini diserahkan sultan sebagai waqaf bagi Masjid Aya Sofia.

💡 *Lesson #2* sewa kios di pasar menjadi sumber waqaf bagi pemeliharaan masjid; pasar tidak boleh jauh dari orientasi penghambaan kepada Allah SWT dan penyantunan bagi mustadhafin. 

Diantara area bazaar yang paling terkenal adalah: Esir Pazarı atau pasar budak, Bit Pazarı atau pasar barang seken, dan pasar panjang Uzun Çarşı yang mendampingi berbagai kios di bawah satu atap yang memanjang. Pasar buku Sahaflar Çarşısı baru dipindah mendekat ke Beyazid Camii setelah gempa bumi di İstanbul tahun 1894.

💡 *Lesson #3* semua komoditas perdagangan harus dikuasai Kaum Muslimin. 

Pada tahun 1545 pada masa Sultan Süleyman I dibangun pula pasar lain bernama Sandal Bedesten yang khusus menjual benang tenun berwarna kayu Sandal. Nama lain bazaar ini adalah Küçük Cedit/Yeni Bedesten dan letaknya di sebelah utara. 

Beberapa waktu kemudian, seluruh pedagang tekstil dari bazaar yg lama dipindahkan ke Sandal Bedesten. Sedangkan Cevahir Bedesten khusus untuk kios barang perhiasan dan barang mewah. Pada awalnya kedua area ini terpisah dan berkembang sedemikian rupa hingga menyatu di sebelah Beyazid Camii, menurut pengakuan pelancong Perancis pada abad ke-16 Pierre Cardis. 

💡 *Lesson #4* pemerintah tidak boleh lengah dari perhatian terhadap pasar. 

Pada awal abad ke-17 Kapalı Çarşısı sudah seperti bentuknya sekarang dan telah menjadi pusat peredaran dan persinggahan barang se-Eropa. Tercatat 2 jalan utama yang memotong di tengah bazaar dan satu jalan besar yang mengelilinginya. Secara keseluruhan terdapat 67 ruas jalan di dalamnya dengan nama sesuai barang yang diperdagangkan. Terdapat beberapa tempat terbuka untuk menyelenggarakan shalat rawatib berjamaah di dalamnya, 5 masjid, 7 pancuran air dan tempat wudhu, serta 18 pintu Gerbang. Gerbang ini memiliki jadwal waktu buka dan tutup. Dari sistem inilah berkembang konsep "Pasar Tertutup" yang dikenal sebagai Kapalı Çarşısı. 

💡 *Lesson #5* perdagangan harus menjadi pemersatu Kaum Muslimin di seluruh dunia serta menjadi alat penguasaan perekonomian dunia.

Pada tahun 1638, penjelajah Turki bernama Evliya Çelebi mencatat bahwa terdapat 3000 kios di dalamnya dengan sekitar 300 gudang penyimpanan (han) di beberapa caravanserai di sekitarnya dengan fasilitas gudang 2-3 tingkat dan ruang penginapan khusus pedagang luar kota. Pada tahun itu belum semua bagian bazaar memiliki atap. Atap mulai dibangun untuk melindunginya dari kebakaran dan musibah gempa bumi yang sering menimpa wilayah ini. 

Revolusi industri pada abad ke-19 secara perlahan mengalahkan volume perdagangan bazaar ini. Kapitulasi Eropa atas sentra produksi menciderai pasokan bahan baku yang dibutuhkan bazaar. Kemunduran tidak dapat dielakkan, sehingga pada 1850 terjadi penurunan biaya sewa kios hingga sepersepuluhnya. 

💡 *Lesson #6* kekalahan perdagangan adalah sumber kesulitan dan faktor pelemah bagi sektor lain pada tubuh peradaban Ummah. 

Lahirnya kelas borjuis baru menyebabkan reorientasi pusat perdagangan kembali ke Eropa dan keluar dari Turki Utsmani. Kalangan borjuis minoritas Yunani, Armenia, dan Yahudi memindahkan kiosnya ke Pera dan Galata. Kapalı Çarşısı semakin terpuruk dan kekhilafahan Turki Utsmani mulai mengalami kemunduran. 

💡 *Lesson #7* toleransi beragama tidak boleh melemahkan penguasaan mayoritas atas perekonomian. 

📚 Apakah kita semua sudah menjadi pedagang yg berjiwa entrepreneur? 

Agung Waspodo, pulang dari pengajian dan olahraga rutin Ahad pagi. 

Depok, 4 September 2016

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼 Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Lemah Ekonomi, Semakin Mudah Dihancurkan"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI