Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan (bag. 2)

📆 Sabtu, 01 Dzuhijjah 1437H / 03 September 2016

📚 *KELUARGA*

📝 Pemateri: *Ustadzah Dra. INDRA ASIH*

📝 *Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan (bag. 2)*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Bag. 1 : http://www.iman-islam.com/2016/08/ketika-kepercayaan-menghilang-dalam.html?m=1

*Pintu-pintu selingkuh*

🌹 *Pertama*:  _Dimulai dari keisengan_

Seringkali ada pria atau wanita jika menyukai seseorang maka mereka lalu secara iseng membangun komunikasi. Jika komunikasi itu berjalan baik, maka hubungan itu bisa meningkat ke hubungan yang bersifat persaudaraan atau bisa lebih mengarah kepada hubungan percintaan. Disinilah awal mula perselingkungan terjadi. Dan untuk keluar dari zona ini sulitnya bukan main, kecuali mereka mendapat hidayah dari Allah. 

🌹 *Kedua:*  _Melalui Hubungan pertemanan._

Seringkali ada pria atau wanita menjalin pertemanan, di dalam pertemanan ini terjadi curhat-curhatan. Si pria menceritakan keadaan rumah tangganya si wanita lalu menceritakan keadaan rumah tangganya, yang menurut mereka bermasalah, atau sengaja dibuat bermasalah. Maka terjadilah komunikasi sambung rasa. Kalau si pria atau wanita tidak cepat sadar maka mereka akan terlibat perselingkuhan yang juga sangat sulit mereka akhiri karena nafsu sudah merasuk sampai di ubun-ubun.

🌹 *Ketiga:* _Melalui pintu kekaguman._

Selingkuh itu bisa terjadi karena faktor kekaguman seorang terhadap orang lain yang menurutnya memiliki pesona dan karisma untuknya. Jika orang yang dikaguminya tersebut juga merespon maka mulai dari sinilah perselingkuhan itu akan terjadi. Dan barangkali masih banyak  pintu selingkuh yang lain.

📚 *Islam telah mengatur dan menetapkan ketentuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.*

Islam telah mengatur dan menetapkan ketentuan yang seimbang antara hak dan kewajiban, bukan hanya dalam rumah tangga, tetapi juga dalam setiap permasalahan dan ketentuan yang ada.
Setiap rumah tangga tentu memiliki resep dan kunci kebahagiaan sendiri-sendiri. Hubungan rumah tangga akan berjalan seimbang dan harmonis bila antara suami dan istri mampu menempatkan posisi mereka masing-masing secara tepat dan baik.
Dalam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama atau dunianya, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalnya.

*A.  Suami, Jangan Khianati Amanah Kalian.*

Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Suami bertanggung jawab penuh akan kebutuhan mereka, baik lahir maupun batin. Dan juga, suami berkewajiban membimbing istri ke arah yang lebih baik jika terdapat kekurangan pada istrinya.

Seorang suami yang berikrar dalam suatu ikatan pernikahan berarti telah memikul tanggung jawab yang besar. Tak ada alasan baginya untuk mengelak dari hal itu. Sebab, tanggung jawab tersebut telah diatur dan termasuk dalam ketentuan agama.
Namun, ternyata banyak suami yang menyalahgunakan kepemimpinannya dan tanggungan itu. Sang suami malah semena-mena memerintah istri di luar kemampuannya atau melebihi batas dari yang seharusnya. Tentu ini bukan tipe suami yang ideal dalam rumah tangga. Sifat seperti itu malah akan menjerumuskan pada sebuah kehancuran mahligai rumah tangga yang seyogianya harus menuju rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Tanpa kita sadari dalam kehidupan keluarga tidak jarang para suami melakukan tindakan yang menyimpang dari ketentuan Allah SWT dan telah melanggar hak-hak isterinya.
Oleh karena itu _perlu sekali para suami mengetahui perbuatan-perbuatan yang oleh islam dikategorikan sebagai tindakan durhaka terhadap istri._

Adapun beberapa perilaku yang sering suami lakukan adalah sebagai berikut  :

1⃣ Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga

Dari Abu Bakrah, ia berkata: ”Rasulullah saw.bersabda: ‘tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.’ “(HR.Ahmad,Bukhari,Tirmidzidan Nasa’i)
Rasul menyampaikan bahwa suatu kaum (termasuk didalamnya suami) tidak akan pernah memperoleh kejayaan atau keberuntungan bila menjadikan seorang wanita (termasuk istri) menjadi seorang pemimpin. Bentuk ketidak beruntungan ini adalah hilangnya wibawa suami sehingga memberi peluang untuk istri berlaku sesukanya dalam mengatur rumah tangga tanpa memperdulikan pendapat suami.
Menyuruh istri mencari nafkah dan mengatur urusan rumah tangga termasuk menjadikan istri sebagai pemimpin. Suami yang berbuat demikian berarti melanggar ketentuan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.
Mengingat besarnya tanggung jawab dan akibat yang ditimbulkan akibat kedurhakaan ini, suami wajib menghindari perbuatan tersebut dan segera meminta maaf terhadap Istri dan bertaubat kepada Allah SWT.

2⃣ Menelantarkan Belanja Istri
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr,ia berkata: ”Rasululluah bersabda:’seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.’”(HR.Abu Dawud,Muslim,Ahmad,dan Thabarani)
Dari 'Aisyah ra, bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata: "Wahai Rasulullah, Sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku, sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya." Beliau besabda: "Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar.” (HR.Bukhari,Muslim,Nasa’i,Abu dawud,Ibnu Majah,Ahmad,dan Darimi)
Hadist ini menerangkan bahwa istri yang diberi nafkah tidak sesuai dengan kebutuhannya padahal mempunyai harta yang cukup maka diperbolehkan mengambil sendiri harta itu tanpa sepengetahuan suaminya sekadar untuk memenuhi kebutuhannya dan anaknya secara wajar.
Suami hendaknya menyadari bahwa selama ia menelantarkan belanja istri, selama itulah ia berdosa kepada istrinya. Oleh karena itu ia wajib meminta maaf kepada istrinya dan selanjutnya bertaubat kepada Allah. Ia wajib menyadari bahwa tidak membelanjai istri termsuk mendurhakai Allah SWT. Dosanya tidak hanya kepada istri tapi juga terhadap Allah SWT.

3⃣ Tidak Memberi Tempat Tinggal Yang Aman

“Tempatkanlah mereka (para istri) di tempat kalian bertempat tinggal menurut kemampuan kalian dan janganlah menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Jika mereka (istri yang di thalaq) itu sedang hamil, berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan…” (QS.Ath-Thalaaq(65):6)

4⃣Tidak Melunasi Mahar

Dari Maimun Al-Kurady,dari bapaknya,ia berkata: ”saya mendengar Nabi saw.(bersabda): "siapa saja laki laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu, berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelakpada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq…’” (HR.Thabaran,)

Menurut Hadist ini seorang suami yang telah menetapkan mahar untuk istrinya,tetapi kemudian tidak membayarkan mahar yang dijanjikan kepada istrinya, berarti menipu atau mengicuh istrinya. Jika ia tidak memiliki mahar maka ia boleh mengutang kepada istrinya.

Dalam QS.Al-Baqarah(2):237 menerangkan bahwa “jika kalian menceraikan istri istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka, padahal kalian sudah menentukan maharnya, bayarlah separuh dari mahar yang telah kalian tentukan itu,kecuali jika istri istri kalian itu telah memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah. Pemberian maaf kalian itu adalah lebih dekat kepada taqwa. Janganlah kalian melupakan kebaikan antara sesama kalian.sesungguhnya Allah maha melihat apa yang kalian kerjakan.”.
Suami yang berutang mahar kepada istrinya dengan niat tidak akan melunasinya harus mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak.
Apapun alasan yang menjadikan dasar untuk suami melakukan kedurhakaan ini tetap tidak dibenarkan. Karena segala macam utang wajib dilunasi baik oleh suami maupun istri dan untuk melunasinya tidak perlu menunggu ditagih.

🔸Bersambung 🔹

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼 Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan (bag. 2)"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI